Home / ACEH / BERITA / EDUKASI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Bunda PAUD Julok Sambangi SD/MI Ajarkan Edukasi Konservasi Sejak Dini

Bund PAUD Julok, Ny. Raudhatul Jannah, menyemangati siswa/i saat berlangsung Edukasi Konservasi Dini di MIN 2 Aceh Timur di Kuta Binjei, Kamis (22/10).

MEDIALITERASI.ID | JULOK — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Julok, bersama unsur muspika menyambangi sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat untuk mengedukasi anak-anak terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Kegiatan tersebut berjalan kerjasama Bunda PAUD Julok bersama Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Pemerintah Kecamatan Julok. Sekolah yang dikunjungi antara lain SDN 1 Julok, MIN 2 Aceh Timur di Kuta Binjei, SMPN 1 Julok dan SMPN 2 Julok.

Hadir mendampingi Camat Julok dan kepala sekolah (kepsek) serta para guru. Kegiatan diawali dengan pengenalan alam, hutan dan satwa di dalamnya. Bahkan dalam kesempatan itu, FKL juga memperlihatkan video kerusakan lingkungan akibat ulah tangan manusia.

Baca Juga  Wali Nanggroe: Sektor Kehutanan Tidak Termasuk Wewenang Pemerintah Pusat

Bunda PAUD Julok, Ny. Raudhatul Jannah, mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan dengan mengundang pemateri dari FKL, karena selama ini diketahui FKL memiliki tugas yang salah satunya adalah edukasi konservasi dini yang melibatkan anak-anak sekolah jenjang SD/MI dan SMP.

“Anak-anak Kelas I SD/MI ini merupakan jenjang transisi yang masih membutuhkan pemahaman dan pengenalan lingkungan. Maka, salah satu materi yang kita sampaikan adalah menjaga kebersihan lingkungan sekolah/madrasah dan lingkungan rumah,” kata Raudhatul Jannah, seraya meminta para guru ke depan harus melanjutkan materi kebersihan dan kelestarian lingkungan dalam setiap pembelajaran, terutama pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Baca Juga  Bupati Al-Farlaky Instruksikan Pencairan Gaji ke-13, TPP dan Siltap Juni, Pemkab Aceh Timur

Manager Edukasi FKL, Feri Irawan, dalam kesempatan itu menjelaskan terhadap pentingnya menjaga alam dan hutan, karena hutan adalah penghasil oksigen, air dan udara. “Bumi adalah tempat kita menumpang hidup sebelum datangnya kematian. Untuk mempertahankan kehidupan, maka bumi ini harus dijaga dan dirawat serta dilindungi,” ujar Feri Irawan.

Menurut aktivis lingkungan, cara melindungi bumi adalah tidak mencemarkan lingkungan dengan sampah dan tidak menebang hutan serta membunuh satwa didalamnya. “Jika bumi sumber kehidupan, maka sudah saatnya kita mengkampayekan hidup sehat dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih. Budayakan menanam pohon di sekitar rumah,” pungkas Feri Irawan. (*)

Share :

Baca Juga

ACEH

Hadiri Maulid dan Pengajian Asy-Syifa, Wabup Aceh Timur Ajak Ulama Perkuat Dakwah Etika Bermedsos

ACEH

Bupati Aceh Timur Pastikan Kembali ke Jakarta November, Tagih Bantuan Jadup dan Stimulan Banjir

ACEH

Bupati Al-Farlaky Timbun 1.200 Meter Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok M

ACEH

Genjot Pembangunan, Bupati Al-Farlaky Mulai Aspal Jalan Sungai Raya–Gajah Mentah

ACEH

Bupati Al-Farlaky Salurkan Bantuan Kitab untuk Dayah di Aceh Timur

ACEH

Respon Komplain Pelanggan , Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM

BERITA

Bupati Al-Farlaky Kembali Raih Penghargaan, Kali Ini Dari ILMA 2026, Katagori Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

ACEH

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua