Bund PAUD Julok, Ny. Raudhatul Jannah, menyemangati siswa/i saat berlangsung Edukasi Konservasi Dini di MIN 2 Aceh Timur di Kuta Binjei, Kamis (22/10).
MEDIALITERASI.ID | JULOK — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Julok, bersama unsur muspika menyambangi sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat untuk mengedukasi anak-anak terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut berjalan kerjasama Bunda PAUD Julok bersama Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Pemerintah Kecamatan Julok. Sekolah yang dikunjungi antara lain SDN 1 Julok, MIN 2 Aceh Timur di Kuta Binjei, SMPN 1 Julok dan SMPN 2 Julok.
Hadir mendampingi Camat Julok dan kepala sekolah (kepsek) serta para guru. Kegiatan diawali dengan pengenalan alam, hutan dan satwa di dalamnya. Bahkan dalam kesempatan itu, FKL juga memperlihatkan video kerusakan lingkungan akibat ulah tangan manusia.
Bunda PAUD Julok, Ny. Raudhatul Jannah, mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan dengan mengundang pemateri dari FKL, karena selama ini diketahui FKL memiliki tugas yang salah satunya adalah edukasi konservasi dini yang melibatkan anak-anak sekolah jenjang SD/MI dan SMP.
“Anak-anak Kelas I SD/MI ini merupakan jenjang transisi yang masih membutuhkan pemahaman dan pengenalan lingkungan. Maka, salah satu materi yang kita sampaikan adalah menjaga kebersihan lingkungan sekolah/madrasah dan lingkungan rumah,” kata Raudhatul Jannah, seraya meminta para guru ke depan harus melanjutkan materi kebersihan dan kelestarian lingkungan dalam setiap pembelajaran, terutama pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Manager Edukasi FKL, Feri Irawan, dalam kesempatan itu menjelaskan terhadap pentingnya menjaga alam dan hutan, karena hutan adalah penghasil oksigen, air dan udara. “Bumi adalah tempat kita menumpang hidup sebelum datangnya kematian. Untuk mempertahankan kehidupan, maka bumi ini harus dijaga dan dirawat serta dilindungi,” ujar Feri Irawan.
Menurut aktivis lingkungan, cara melindungi bumi adalah tidak mencemarkan lingkungan dengan sampah dan tidak menebang hutan serta membunuh satwa didalamnya. “Jika bumi sumber kehidupan, maka sudah saatnya kita mengkampayekan hidup sehat dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih. Budayakan menanam pohon di sekitar rumah,” pungkas Feri Irawan. (*)







