MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH — Presiden Persiraja Banda Aceh, H. Nazaruddin Dek Gam, resmi mencopot Jaya Hartono dari jabatan pelatih kepala Persiraja Banda Aceh menyusul rentetan hasil buruk di awal kompetisi Liga Pegadaian Championship 2026-2027.
Keputusan tersebut diambil setelah Lantak Laju menelan tiga kekalahan beruntun di tiga laga pembuka musim ini. Tidak hanya Jaya Hartono, empat asisten pelatih yang mendampinginya juga turut diberhentikan.
“Hasil evaluasi menyeluruh. Tiga kekalahan beruntun tidak bisa dibiarkan, apalagi permainan tim belum menunjukkan progres,” ujar sumber internal manajemen Persiraja yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (27/9/2026).
Permainan Belum Solid
Berdasarkan pantauan Medialiterasi.id, penampilan Persiraja dalam tiga pertandingan awal memang belum meyakinkan. Pola serangan yang dibangun tim berjuluk Lantak Laju belum terlihat rapi dan terstruktur, sehingga sejumlah peluang mudah dipatahkan barisan pertahanan lawan.
Persiraja juga belum memiliki sosok jenderal lapangan yang mampu mengatur ritme permainan secara konsisten, terutama di lini tengah yang menjadi motor serangan.
Situasi semakin sulit setelah bek asing asal Brasil, Daniel Alemao, belum dapat diturunkan hingga pekan ketiga akibat cedera yang membekapnya sejak pramusim.
Publik Menanti Pengganti
Rentetan hasil minor tersebut membuat posisi Persiraja terpuruk di papan bawah klasemen sementara Liga Pegadaian Championship. Kini perhatian publik dan suporter Banda Aceh tertuju pada langkah manajemen dalam mencari sosok pelatih baru yang akan melanjutkan perjuangan Lantak Laju.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen Persiraja belum mengumumkan secara resmi siapa kandidat pengganti Jaya Hartono. Beberapa nama pelatih lokal berlisensi AFC Pro dikabarkan masuk dalam radar.
Manajemen diharapkan segera mengambil keputusan cepat mengingat kompetisi masih panjang dan Persiraja membutuhkan kebangkitan segera untuk menjaga asa promosi ke Liga 1 musim depan. (Redaksi)







