Ketua Komisioner Baitul Mal Aceh Timur Rizalihadi (peci hitam, baju biru muda) saat mengunjungi rumah tak layak huni milik Ibu Aniati di Gampong Bandrong, Peureulak, Sabtu (26/9/2026). Baitul Mal memprioritaskan pembangunan rumah layak huni untuk Aniati dan dua anaknya pada tahun 2027. (Foto: Istimewa/MEDIALITERASI.ID)
MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR — Kisah pilu Ibu Aniati, warga Gampong Bandrong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, yang tinggal di rumah tak layak huni bersama dua anaknya, mengundang keprihatinan. Ketua Komisioner Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Timur, Rizalihadi, turun langsung mengecek kondisinya pada Sabtu, 26 September 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah Rizalihadi menerima informasi dari masyarakat terkait kondisi fisik dan tempat tinggal Ibu Aniati.
“Sebelumnya informasi tentang kondisi fisik Ibu Aniati dan rumahnya dari kawan-kawan. Sehingga saya memutuskan untuk mengunjungi yang bersangkutan,” ujar Rizalihadi.
Di lokasi, Rizalihadi mendapati kenyataan yang memprihatinkan. Rumah yang ditempati Aniati bersama dua anaknya itu sudah sangat lapuk, dindingnya rapuh dan tidak memiliki fasilitas MCK yang layak. Meski secara fisik terlihat sehat, Aniati dikabarkan terkadang mengalami tekanan kejiwaan.
“Saat saya melakukan pengecekan, rumah milik Aniati memang tidak lagi layak huni. Kondisinya sangat lapuk dan tidak dilengkapi MCK yang layak,” sebutnya dengan nada prihatin.
Tak datang dengan tangan kosong, Rizalihadi juga membawa bantuan bahan kebutuhan pokok dan perlengkapan shalat titipan dari Ketua TP-PKK Aceh Timur, Ibu Bupati Lismawani Al-Farlaky.
“Saya sudah melakukan konfirmasi bahwa saat kembali dari Jakarta, Ibu Bupati Aceh Timur, Lismawani Al-Farlaky juga akan mengunjungi rumah Aniati tersebut,” ungkapnya.
Sebagai langkah darurat, Baitul Mal akan melakukan perbaikan sementara dengan pemasangan triplek pada dinding rumah yang sudah lapuk, sebelum pembangunan rumah layak huni permanen direalisasikan pada tahun 2027.
Menurut keterangan Keuchik Gampong Bandrong, proposal permohonan bantuan rumah untuk Ibu Aniati sebenarnya telah masuk ke Pemerintah Daerah. Pihak Baitul Mal akan berkoordinasi untuk meminta persetujuan Bupati agar proposal tersebut dapat segera diteruskan dan diprioritaskan oleh BMK Aceh Timur.
Upaya ini menjadi harapan baru bagi Ibu Aniati dan dua anaknya untuk bisa tinggal di rumah yang layak dan bermartabat. (Redaksi)







