MEDIALITERASI.ID | BIREUEN — Mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Aceh (UIA), Syarifah Ratu Siti Khalillah, berhasil meraih predikat Runner Up 2 dalam perhelatan nasional Duta Pendidikan Muda Indonesia 2026 Batch 3.
Capaian ini diraih setelah melalui rangkaian seleksi ketat yang menguji kapabilitas intelektual, dialektika pemikiran, serta kepemimpinan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam kerangka kompetisi tersebut, Syarifah menyebutkan, proses evaluasi tidak hanya menitikberatkan pada retorika publik, melainkan pada pendalaman wawasan secara kritis dan argumentatif terhadap isu-isu strategis pendidikan, transformasi sosial, serta dinamika kepemudaan.
“Secara akademis, ajang ini menjadi sarana artikulasi gagasan dalam merumuskan orientasi pendidikan yang responsif terhadap disrupsi dan perubahan zaman,” pungkas Syarifah, Kamis, 20 Agustus 2026.
Syarifah menuturkan bahwa, raihan posisi tiga besar ini merupakan instrumen refleksi dan komitmen aktualisasi diri dalam diskursus pendidikan nasional. Bagi dirinya, pencapaian tersebut bukan merupakan garis akhir, melainkan titik awal untuk memperluas kontribusi substantif di masyarakat.
“Awalnya saya tidak menyangka bisa sampai pada posisi ini. Seluruh proses yang dijalani memberikan banyak pelajaran tentang keberanian, kesiapan, dan penyampaian gagasan secara terstruktur. Gelar ini menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang harus dipelajari untuk memberikan manfaat yang lebih nyata,” ujar Syarifah yang juga mendapatkan predikat The Most Self Branding Brand Ambassador dalam program internasional NG Exchange Juli 2026 lalu.
Ia menegaskan bahwa pendidikan memegang peranan pivotal dalam pembentukan karakter, penguatan penalaran kritis, dan fungsionalitas sosial generasi muda.
Sebagai representasi pemuda dari Aceh, pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa batas geografis tidak menjadi penghambat bagi talenta daerah untuk berkompetisi, beradaptasi, dan menyuarakan gagasan transformatif di tingkat nasional.







