Medialiterasi.id | Silverstone — Seri Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Sabtu (9/8/2026), kembali menyorot dua pembalap muda Asia, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish. Meski mengusung paket motor berbeda, keduanya tetap bersaing di papan atas klasemen dunia.
Veda mendapat apresiasi karena mampu memaksimalkan potensi motor Honda NSF250RW miliknya di tengah dominasi KTM musim ini. Sementara Danish harus menerima hasil kurang beruntung usai terjatuh di lap kelima.
Veda Jadi Tumpuan Honda di Top 7
Motor KTM RC250GP masih sangat mendominasi Moto3 2026. Paket motor pabrikan Austria itu bahkan menyapu bersih posisi lima besar klasemen saat ini.
Di tengah dominasi tersebut, Veda menjadi satu-satunya pembalap Honda yang bertengger di jajaran 7 besar dunia. Pengamat menilai pembalap Indonesia itu mengandalkan teknik cornering speed dan manajemen pengereman yang defensif untuk bersaing dengan rival-rivalnya.
Hasil konsisten itu membuat Veda kini berada di peringkat ke-6 klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 97 poin pasca-GP Inggris.
Danish Crash di Lap 5, Tertahan di Peringkat 8
Nasib berbeda dialami Hakim Danish. Pembalap Malaysia itu terjatuh di lap kelima saat berusaha menghindari insiden yang melibatkan pembalap lain. Crash tersebut merupakan risiko balap yang kerap terjadi di kelas Moto3 yang identik dengan rombongan besar dan persaingan ketat.
Akibat insiden itu, Danish kehilangan peluang menambah poin dan kini tertahan di peringkat ke-8 dunia dengan 86 poin.
Persaingan Talenta Asia Diprediksi Makin Sengit
Meski mengusung karakter motor berbeda, Veda dan Danish diprediksi akan terus bersaing ketat hingga akhir musim. Selisih 11 poin di antara keduanya membuat pertarungan memperebutkan posisi terbaik di antara pembalap Asia semakin menarik untuk dinantikan di seri-seri berikutnya.
Kelas Moto3 memang dikenal dinamis dan sulit diprediksi. Dengan sisa seri yang masih panjang, baik Veda maupun Danish masih memiliki peluang besar untuk memperbaiki posisi di klasemen akhir 2026.(*)







