MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Upaya mencetak bibit pesepak bola profesional dari Aceh Timur kembali digencarkan. PT Medco E&P Malaka bersama PSS Sleman menggelar coaching clinic untuk 37 pemain muda U-15 dan 19 pelatih lokal selama dua hari, 27–28 Juni 2026 di Idi Rayeuk.
Ini merupakan tahun ketiga program pemberdayaan di wilayah operasi Blok A tersebut berjalan. Para peserta yang lolos seleksi dari Sekolah Sepak Bola se-Aceh Timur mendapat materi teknik bermain, kedisiplinan, sportivitas, hingga metode latihan berstandar klub Liga 1 langsung dari tim pelatih dan pemain utama PSS Sleman.
Buka Jalan ke Yogyakarta
Manager Field Relations & Security Medco E&P Malaka, Maulidar Putra, menyebut program ini hasil kolaborasi dengan Pemkab Aceh Timur, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, KONI Aceh Timur, dan Askab PSSI Aceh Timur.
Peserta terbaik berpeluang melanjutkan pembinaan langsung di base camp PSS Sleman, Yogyakarta. Sejak 2024, total 53 pemain muda dan 11 pelatih lokal Aceh Timur sudah merasakan latihan di Sleman.
“Kami ingin membuka akses lebih luas bagi anak-anak Aceh Timur mengenal standar pelatihan profesional. Lebih dari olahraga, ini membangun disiplin, sportivitas, kerja sama, dan percaya diri generasi muda,” ujar Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, Sabtu [28/6].
Diharapkan Lahirkan Atlet Berprestasi
Pemkab Aceh Timur menyambut baik program tersebut. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Timur, Syahrial, yang mewakili Bupati Iskandar Usman Al Farlaky, menilai pembinaan ini sangat dibutuhkan daerah.
“Alhamdulillah, MedcoEnergi bersama PSS Sleman kembali hadir untuk ketiga kalinya. Semoga program ini melahirkan atlet-atlet sepak bola terbaik dari Aceh Timur,” kata Syahrial.
Hal senada disampaikan Perwakilan PSS Sleman, Muhamad Nurhuda. Menurutnya, coaching clinic ini diharapkan menambah motivasi, disiplin, dan kepercayaan diri anak-anak Aceh Timur.
Apresiasi juga datang dari KONI dan Askab PSSI Aceh Timur. “Pembinaan seperti ini penting agar Aceh Timur punya talenta muda yang bisa mewakili daerah dan Aceh,” ujar Hastami dari KONI Aceh Timur.
Sekjen Askab PSSI Aceh Timur, Hasbi, menambahkan, program ini menjadi langkah positif menjawab kebutuhan pembinaan talenta muda di daerah. (AYD)







