Home / ACEH / BERANDA / BERITA

Sabtu, 25 April 2026 - 14:16 WIB

Irigasi Tersumbat Banjir, Warga 6 Desa di Aceh Timur Patungan Sewa Alat Berat: “Pemerintah Jangan Tutup Mata”

 

MEDIALITERASI.ID, ACEH TIMUR – Enam desa di Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, terpaksa patungan menyewa alat berat untuk membersihkan saluran irigasi yang tersumbat material banjir. Hingga kini, belum ada penanganan dari pihak berwenang.

Enam desa yang berinisiatif secara swadaya itu adalah Buket Kareung, Seuneubok Saboh, Seuneubok Tuha, Alue Mirah, Pante Rambong, dan Pante Labu. Saluran irigasi sayap kanan di wilayah tersebut tertimbun lumpur dan material pascabanjir, sehingga pasokan air ke sawah terputus total.

Tokoh masyarakat, Zulkifli Aneuk Syuhada, mengecam lambannya respons pemerintah. Menurutnya, pembersihan irigasi merupakan tanggung jawab negara, bukan warga.

Baca Juga  Bupati Aceh Utara Salurkan Logistik ke Titik Pengungsian, 150 Ribu Jiwa Terdampak Banjir

“Ini sangat memprihatinkan. Masyarakat harus patungan sewa alat berat, sementara irigasi itu jelas tanggung jawab pemerintah. Jangan sampai pemerintah tutup mata,” tegas Zulkifli, Jumat (25/4/2026).

 

Sawah Gagal Tanam, Ekonomi Petani Terancam

Akibat irigasi tersumbat, petani di enam desa tidak bisa turun ke sawah untuk musim tanam pascabanjir. Zulkifli menyebut kondisi ini mengancam ketahanan ekonomi warga Kemukiman Blang Seunong yang bergantung pada sektor pertanian.

“Petani ini mau hidup dari mana kalau sawah tidak bisa digarap? Ini bukan soal kecil, ini soal keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.

Ia mempertanyakan keseriusan Pemkab Aceh Timur dalam menangani dampak banjir, khususnya di sektor pertanian. “Entah karena tidak ada anggaran atau memang tidak ada kepedulian. Yang jelas, sampai hari ini masyarakat dibiarkan berjuang sendiri,” kata Zulkifli.

Baca Juga  Tim Satgas PRR Tinjau Kerusakan Pascabencana di Aceh Timur, Fokus Pulihkan Infrastruktur

 

Desak Pemerintah Segera Turun Tangan

Zulkifli mendesak pemerintah memprioritaskan pembersihan saluran irigasi agar aktivitas pertanian kembali normal.

“Jangan tunggu kondisi semakin parah. Pemerintah harus segera turun tangan, bukan hanya melihat dari jauh,” pungkasnya.

Masyarakat berharap ada langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah agar sawah kembali dialiri air dan petani bisa segera tanam padi.(AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

GEUKOM AGRIFARM Jajaki Kolaborasi dengan AMANAH untuk Kembangkan Greenhouse Berbasis Smart Farming dan IoT

ACEH

Miris! Jalan Peureulak-Lokop Putus 60 Meter di STA 73, Warga Serbajadi Dikutip Rp 5/10 Ribu di Jalan Darurat, Surati Gubernur Aceh

ACEH

Cegah Banjir, Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Instruksikan Gotong Royong Massal Bersihkan Parit

ACEH

Demi Hak Rakyat, Bupati Aceh Timur Telepon Gus Ipul: Jadup Adalah Hak Rakyat yang Harus Dipercepat

HUKUM

Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Sabu 1,2 Ton di Pidie, Terkait Jaringan Internasional Tiongkok-Myanmar

BUDAYA

Paradoks Orang Pintar: Banyak yang Merasa Tahu, Tapi Tak Peka Merasakan

BERITA

Pulihkan Kondusivitas Sekolah, Henny Mahera Siregar Ditunjuk sebagai Plh. Kepala SMAN 1 Simpang Ulim

KRIMINAL

Kapolri: Vape Pintu Masuk Narkotika Cair, Cairannya Tak Bisa Dibedakan BNN & Polri!