MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyiapkan anggaran sebesar Rp4,7 triliun untuk pemulihan sawah dan lahan produktif yang terdampak kerusakan. Anggaran tersebut dialokasikan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 2027.
Amran menjelaskan, proses pemulihan tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran karena luasnya kerusakan lahan pertanian. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian menyusun skema pembiayaan multiyears.
“Anggaran reguler kami gunakan Rp1,49 triliun untuk 2025. Untuk 2026 kami geser, kemudian masih membutuhkan tambahan pada 2026 sebesar Rp2,1 triliun dan 2027 sebesar Rp1,1 triliun. Totalnya Rp4,7 triliun,” ujar Amran, Jumat (20/2/2026).
Ia menuturkan, tambahan anggaran tersebut difokuskan pada rehabilitasi lahan, perbaikan infrastruktur pertanian, serta percepatan penanaman ulang di wilayah terdampak.
Menurut Amran, meskipun tingkat kerusakan cukup luas, proses pemulihan di sejumlah daerah mulai menunjukkan perkembangan. Kementerian Pertanian juga berencana merapikan area terdampak longsor yang masih dinilai layak difungsikan kembali sebagai lahan sawah.
“Bantuan sudah kami kirim. Di wilayah tengah sudah dilakukan rehabilitasi irigasi, kemudian langsung dilakukan penanaman. Hari ini kami sudah melakukan penanaman kurang lebih 39.000 hektare,” katanya.
Ia optimistis kondisi pertanian, khususnya di Sumatra, masih mampu menopang kebutuhan pangan di wilayah terdampak. Menurutnya, ketersediaan bahan pangan relatif aman untuk beberapa bulan ke depan.
“Insyaallah sektor pertanian, khususnya pangan, ketersediaan di lapangan cukup untuk tiga bulan ke depan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertanian belum merinci wilayah terdampak secara detail maupun total luas lahan yang mengalami kerusakan. (EQ)







