Home / BERITA / POLITIK

Sabtu, 17 Januari 2026 - 22:06 WIB

Khamenei Tuduh AS dan Israel Dalang Ribuan Korban Tewas dalam Protes Iran

MEDIALITERASI.ID | TEHERAN — Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik tewasnya ribuan orang selama gelombang aksi protes antipemerintah yang melanda Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam pernyataannya, Sabtu (17/01/2026) waktu setempat, Khamenei mengatakan pihak-pihak yang terhubung dengan kedua negara tersebut telah “menyebabkan kerusakan besar dan membunuh ribuan orang” dalam kerusuhan yang berlangsung lebih dari dua pekan.

Ia menuduh Washington dan Tel Aviv terlibat langsung dalam kekerasan. Khamenei bahkan menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai “penjahat” dan menyatakan bahwa presiden AS secara pribadi terlibat dalam apa yang ia sebut sebagai “hasutan internasional terhadap Iran”.

Pemerintah Iran sebelumnya juga kerap menyalahkan kekuatan asing atas keresahan domestik, khususnya Amerika Serikat dan Israel, yang dituding mengobarkan ketidakstabilan dan mengarahkan operasi di lapangan.

Baca Juga  Kapuspen TNI Terima Atase Pers Kedubes AS, Perkuat Diplomasi Pertahanan Melalui Komunikasi Strategis

Meski demikian, Khamenei menegaskan Iran tidak akan memperluas eskalasi ke luar negeri. “Kami tidak akan menyeret negara ke dalam perang, tetapi kami tidak akan membiarkan pelaku kejahatan, baik di dalam maupun di luar negeri, lolos dari hukuman,” ujarnya.

Hingga kini belum terdapat angka korban tewas yang terkonfirmasi secara independen. Namun, kelompok hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat, HRANA, melaporkan sekitar 3.000 orang tewas dalam rangkaian protes tersebut. Sebelumnya, pejabat Iran hanya mengakui ratusan korban jiwa, termasuk dari unsur aparat keamanan.

Pernyataan Khamenei ini menjadi pertama kalinya otoritas tertinggi Iran secara terbuka menyebut jumlah korban mencapai ribuan.

Baca Juga  Indonesia Perlu Meningkatkan Kewaspadaan di Tengah Eskalasi Bara Global Semakin Memanas

Selain korban jiwa, pemerintah Iran juga melaporkan sekitar 3.000 orang ditangkap dan menuding para demonstran melakukan perusakan, termasuk pembakaran lebih dari 250 masjid dan fasilitas kesehatan.

Menurut versi resmi pemerintah, aksi protes awalnya berlangsung damai sejak 28 Desember akibat kenaikan harga dan tekanan ekonomi di sejumlah kota. Namun, otoritas Iran menilai demonstrasi tersebut kemudian dibajak oleh kelompok-kelompok yang menerima dukungan, pendanaan, dan arahan dari aktor asing.

Sementara itu, Kantor Berita Fars melaporkan pemerintah mulai memulihkan layanan pesan singkat (SMS) secara nasional sebagai bagian dari pemulihan bertahap, setelah delapan hari gangguan internet hampir total.

Sumber : aljazeera

Share :

Baca Juga

Menko Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Pusat Edukasi dan Mitigasi Bencana-2

BERITA

Museum Tsunami Aceh Terima Kunjungan Edukasi Menko Kumham Impas Yusril Ihza Mahendra

ACEH

Groundbreaking GEUKOM Smart Greenhouse: Pembangunan Dimulai, Pertanian Modern Berbasis Gampong Mulai Dibangun

ACEH

Danrem 011/Lilawangsa: Insiden Penembakan di Tiro Pidie Masih Didalami, 1 Warga Tewas

ACEH

Satu Warga Tewas, 10 Luka-luka dalam Insiden Penembakan Saat Maulid di Tiro Pidie

BERITA

Viral Bentrok di Tiro Pidie Saat Maulid: Apa yang Terverifikasi, Apa yang Masih Rumor?

EDUKASI

Asah Kompetensi Jurnalistik, LPM Al-Kalam Hadirkan Jurnalis RRI dan Metro TV

HUKUM

Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Dugaan Penyadapan Dirinya

HUKUM

Penyadapan Ilegal Diduga Sasar Prabowo hingga Jurnalis, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka