Home / BUDAYA / EDUKASI / SASTRA

Rabu, 17 September 2025 - 20:46 WIB

Hikayat Malem Diwa: Warisan Cinta dan Keberanian dari Tanah Rencong

Foto dan Cerpen Karya Juni Ahyar

Malam itu, di sebuah meunasah tua di pinggiran Aceh Utara, anak-anak kecil berkerumun. Lampu minyak bergoyang perlahan diterpa angin. Seorang lelaki tua, berwajah teduh dan bersorban putih, duduk di tengah lingkaran. Suaranya berat tapi hangat, seperti ombak yang datang silih berganti.

“Cucuku sekalian, malam ini kita akan mendengar kisah Hikayat Malem Diwa,” ucapnya. Anak-anak saling berpandangan, sebagian tersenyum penuh penasaran.

Lelaki tua itu membuka kitab lusuh yang sudah menguning. Lalu ia mulai melantunkan syair-syair indah dalam bahasa Aceh. Kata-katanya mengalir, menyulam kisah seorang pemuda gagah bernama Malem Diwa seorang yang tidak hanya teguh memegang pedang, tetapi juga teguh menjaga hati.

Dalam hikayat itu, Malem Diwa digambarkan sebagai pemuda perkasa yang jatuh cinta pada seorang gadis jelita dari kampung seberang. Namun cintanya tidak berjalan mulus. Ia harus berhadapan dengan rintangan besar: para bangsawan yang merasa lebih berhak, bahkan ancaman dari penguasa yang tamak.

Baca Juga  Rektor Lantik 14 Pejabat Baru di Lingkungan IAIN Lhokseumawe

“Cinta bukan hanya soal memiliki, tapi soal keberanian menjaga martabat,” bisik lelaki tua itu sambil memejamkan mata, seakan ikut hanyut ke dalam kisah.

Malem Diwa tidak mundur. Dengan keberanian yang dibalut kesetiaan, ia berjuang mempertahankan cintanya. Ia tahu risikonya: bisa kehilangan nyawa, bisa dicap pembangkang. Tapi bagi Malem Diwa, membela kebenaran lebih mulia daripada hidup dalam kepalsuan.

Di balik kisah cinta itu, tersimpan semangat kepahlawanan. Malem Diwa bukan hanya pejuang asmara, ia juga simbol keberanian orang Aceh yang rela berkorban demi harga diri dan keadilan.

Anak-anak di meunasah itu terdiam. Beberapa matanya berbinar. Mereka seperti bisa melihat Malem Diwa berdiri tegak di tengah gelap malam, dengan pedang di tangan kanan dan cinta di tangan kiri.

“Cucuku,” suara lelaki tua itu kembali lembut, “kisah ini bukan sekadar dongeng. Ini pesan dari nenek moyang kita. Malem Diwa mengajarkan bahwa cinta sejati adalah keberanian, dan keberanian sejati adalah kesetiaan.”

Baca Juga  Sinergi IAIN Langsa-Kemenag Aceh Timur, Dorong SDM Madrasah Lanjut Pascasarjana

Seorang anak lelaki mengangkat tangan, polos bertanya, “Tgk, apakah Malem Diwa benar-benar ada?”

Lelaki tua itu tersenyum. “Ia ada dalam hati kita. Malem Diwa adalah wajah dari orang Aceh yang berani, yang setia, yang tidak pernah tunduk pada ketidakadilan. Selama kita menjunjung nilai itu, Malem Diwa akan hidup bersama kita.”

Malam semakin larut. Angin membawa aroma laut, dan suara jangkrik bersahut-sahutan. Anak-anak pulang dengan pikiran penuh imajinasi. Di dada mereka, Malem Diwa berdiri sebagai pahlawan yang bukan hanya bagian dari hikayat, tetapi juga bagian dari diri mereka.

Dan di meunasah yang sederhana itu, api kecil budaya kembali menyala. Api yang menyambung kisah lama dengan harapan baru. Api yang mengingatkan kita semua: Hikayat Malem Diwa bukan hanya cerita masa lalu, melainkan warisan cinta dan keberanian dari Tanah Rencong yang harus terus dijaga, agar tak padam ditelan zaman.

Share :

Baca Juga

ACEH

Al Farlaky Lantik Sejumlah Kepsek dan Kepala Puskesmas, Tekankan Amanah Pelayanan Publik

ACEH

Dandim, Bupati, Kapolres Aceh Timur dan PT Medco Berlaga Bareng di Lapangan Mini Soccer

ACEH

“Penajoh Keuneubah Indatu” Ramaikan Idi, TP PKK Aceh Timur Ajak Gen Z Cintai Jajanan Tradisional

ACEH

Pisah Sambut Dandim 0104/Aceh Timur, Bupati Al-Farlaky Apresiasi Sinergi dan Sambut Pejabat Baru dengan Tradisi Peusijuek

ACEH

Bupati Al-Farlaky Tegaskan Tak Anti Kritik, Asalkan Konstruktif dan Beri Solusi

BERITA

Integrasikan AI dan OBE, Dosen MPI UIA Bireuen Raih Predikat ‘Most Inspiring Lecturer’

BERITA

Dosen FKIP Unimal Raih Gelar Doktor di Malaysia, Teliti Masa Depan Bahasa Aceh di Tengah Masyarakat Multietnik

ACEH

Peringati Hari Anak 2026, Pemkab Aceh Timur Soroti Pentingnya Ketahanan Mental Anak