Senin, 23 Juni 2025 Oleh: Syaira Sayyida (Tim Media Kahfis Aceh)
Aceh Singkil, 20 Juni 2025. Dalam rangka meningkatkan kapasitas guru, pegiat literasi dan masyarakat, dalam mendorong budaya literasi sejak dini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh Singkil gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang dilaksanakan di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil pada tanggal 18 hingga 19 Juni 2025.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah melibatkan masyarakat Aceh Singkil terhadap peningkatan mutu pendidikan dan literasi anak. Bimtek ini dirancang khusus untuk membekali para pendidik serta pegiat literasi dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menerapkan metode membaca nyaring (read aloud) secara efektif di lingkungan belajar anak. Metode ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan bahasa, imajinasi, serta minat baca anak secara signifikan.
Dwi Punnitasari M.Pd., Gr sebagai moderator Bimtek ini memimpin jalannya Bimtek dengan sangat lancar dan efektif.
Sedangkan narasumber utama Bimtek ini seorang trainer Membaca Nyaring yaitu Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc yang kerap disapa Bunda Dayah. Beliau selaku Pelatih Ahli Perpusnas sekaligus Pembina Sekolah Alan KAHFIS Aceh menyampaikan materi dengan sangat professional sehingga para peserta dapat menyerap materi dari teori hingga praktik langsung dengan semangat.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 guru di hari pertama dan 40 pegiat literasi dan masyarakat pada hari kedua. Peserta Bimtek diberikan materi teori dan teknik Membaca Nyaring yang tepat serta dampaknya pada anak.
Tak hanya teori, namun peserta diberi peluang praktik langsung dengan tujuan untuk mengetahui teknik vokal, intonasi, ekspresi wajah dan gesture tubuh.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Singkil, Ali Hasmi, SE, M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Harapannya para peserta dapat menyerap materi dengan baik, agak nantinya dapat dilakukan tindak lanjutnya di lembaga masing-masing. Hal baik ini nantinya akan meningkatnya literasi masyarakat Aceh Singkil. Dengan bekal literasi ini jangka panjangnya akan meningkat pula kemampuan berfikir kritis masyarakat dalam menyelesaikan berbagai kondisi masyarakat di Aceh Singkil.” ungkapnya.







