Home / BERITA

Sabtu, 9 November 2024 - 10:11 WIB

Peneliti ADRC asal Jepang Sambangi Museum Tsunami Aceh

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH – Setelah mengisi seminar internasional kebijakan lingkungan dan pengurangan risiko bencana di Jepang dan Indonesia di Kantor Bappeda Aceh, pemateri sekaligus peneliti yang berasal dari Pusat Pengurangan Risiko Bencana Asia – Asian Disaster Reduction Center (ADRC) Jepang Dr Mifune Yasumichi dan Dr Gerry Potutan sambangi Museum Tsunami Aceh, Rabu, 6 November 2024.

Kedatangan kedua peneliti tersebut dalam rangka bertukar informasi dan data yang terkait dengan pengurangan resiko bencana baik di Jepang maupun di Indonesia khususnya provinsi Aceh.

Mereka berdua disambut langsung oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra AZ beserta jajarannya di ruang rapat setempat.

Syahputra memaparkan bahwa museum ini dibangun oleh Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh dengan dana multidonor dibawah pengelolaan Kementerian ESDM melalui Badan Geologi dan beralih menjadi aset pemerintah Aceh pada tahun 2019 dibawah pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Baca Juga  Libur Lebaran Idu Adha 1444 H, Pengunjung Museum Tsunami Membludak

“Sejak 2019 semua aset secara resmi menjadi aset daerah dan kita terus berupaya untuk menjaga dan merawat aset tersebut dengan sebaik-baiknya,” paparnya.

Pihak museum, lanjut Syahputra, beberapa tahun ini juga melakukan kajian dengan harapan ada penyintas yang dengan sukarela menyerahkan benda-benda peninggalan tsunami silam yang disimpan serta dikelola oleh museum tsunami.

“Namun, sebagian penyintas atau pengunjung enggan menyerahkan benda peninggalan tsunami dengan alasan benda tersebut benda yang sangat berharga bagi mereka”, katanya.

Baca Juga  Libur Ikut SKB, Museum Tsunami Aceh Kembali Layani Pengunjung 1 Juli 2023

Dengan keterbatasan koleksi pihak museum mencoba menyampaikan pengetahuan kebencanaan kepada pengunjung secara digital, baik secara audio visual maupun animasi.

Gerry Potutan dari ADRC, menyampaikan bahwa museum Kobe nama resminya tidak ada nama museumnya namun sebuah institusi untuk pendidikan kebencanaan dan pengurangan resiko bencana.

“Museum Kobe memiliki banyak sekali kekayaan koleksi serta metode-metode untuk menyampaikan pendidikan kebencanaan, efek khusus serta beberapa eksperimen yang menarik pengunjung dengan beberapa teknologi terbaru,” ujar Gerry.

Museum Kobe, sambungnya, selalu dikunjungi oleh pelajar maupun pengunjung asing dari berbagai negara dengan beragam tujuan.

“Semoga kita bisa terus berbagi informasi terkait dengan pendidikan kebencanaan dan pengurangan resiko bencana,” harapnya.[af]

Share :

Baca Juga

ACEH

Demo Rusuh di Kantor PT Bumi Aceh Timur, Massa Tahan Manajer dan Desak Pembebasan Hasanudin

ACEH

Pasca Banjir Bandang-Longsor, Warga Aceh Desak Pemerintah Segera Realisasikan Dana Pemulihan 2026

ACEH

Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir

ACEH

Wabup Aceh Timur Lepas Kontingen Jambore Nasional XII ke Jakarta.

BERITA

Diduga Modus “Ghibah Akar Rumput”, Anggaran Keterbukaan Informasi Publik Disorot

BERANDA

995 Pucuk Senjata Api, Narkoba, dan CD Porno Ditemukan di Ruang Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel

ACEH

BUNDA GURU PGRI ACEH TIMUR SALURKAN BANTUAN UNTUK 309 GURU KORBAN BANJIR DI 3 KECAMATAN

ACEH

Delapan Santri Misbahul Ulum Ikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Cibubur