![]()
Oleh :
Dr. Drs. T.M. Jamil TA, M.Si
Pengamat Sosial, USK, Banda Aceh
BEBERAPA WAKTU YANG LALU – Di Sebuah Tempat Pengajian dan Malam itu Saya Sebagai Pemateri atau Pemberi Tausiyah. Lalu, tiba-tiba Ada seorang teman atau adik yang ikut pengajian bertanya dan berkata kepada saya – bahwa, semua ibadah sudah dilakukan, shalat fardhu sudah dilaksanakan tepat waktu, puasa senin – kamis lancar, shalat Dhuha rutin, shadaqah ada, shalat tahajud sampai menangis sepanjang malam, tapi kenapa belum juga datang jodoh saya, Kanda TM?. Lanjutnya lagi, Bahkan, saya sangat sering disakiti dan dikhianati oleh laki-laki yang sangat aku cintai? Apa yang harus saya lakukan Kanda?.
Masya Allah — Diam dan Sambil berpikir, saya berusaha mencoba-coba untuk mengingat-ngingat lagi hadist Nabi Muhammad SAW yang dulu pernah saya pelajari ketika saya sekolah di Madrasah Tsanawiyah, lalu saya mencoba untuk membahasnya dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh siapapun, termasuk bagi pembaca media ini yang mulia. Berikut ini jawaban saya kepada sahabat atau adinda yang bertanya pada saat itu. Mudah-mudahan berkah dan bermanfaat bagi kita semua. Aamin, Ya Rabbal Alamin.
Adik-adikku semua, bila dirimu sudah merasa banyak ibadah itu dikerjakan, juga amalan baik sudah ditunaikan, namun ada satu hal yang seringkali kita menganggapnya hal yang sepele, akan tetapi itu justru adalah “kunci utama” dari setiap apapun permohonan kita kepada Allah Swt, termasuk masalah jodoh. Yaitu do’a dan restu dari seorang Ibu, orang yang paling dekat dengan kita dan sangat menyayanginya. Nah, Pertanyaannya, Sudahkah kita menghormati dan memohon maaf pada ibu kita selama ini? Mungkin ada dosa yang tanpa disadari pernah kita lakukan, sementara hati ibu tersakiti sangat dalam. Jika ini pernah terjadi, dapat dipastikan bahwa itulah yang menghambat hadirnya jodoh terbaik bagimu…
Ingat dan ketahuilah, jodoh itu, ada dalam do’a dan tetesan airmata ibumu yang sangat mencintaimu. Jangan pernah engkau sakiti hatinya. Jika hatinya pernah terluka dan tersakiti karena sikap, perilaku dan kata-kata yang kita ucapkan, apalagi beliau sampai menangis terisak-isak dan meneteskan air mata, maka Allah swt tak akan pernah meridhai cita-cita dan harapan kita sebelum kita memohon maaf kepadanya. Na’uzubillahi Min Zhalik. Begitulah peringatan Rasululullah SAW kepada kita.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Tidaklah termasuk berbakti kepada orang tua, orang yang membelalakkan matanya karena marah dan melukai hatinya” (HR. Thabrani). Memandang ibu dengan mata membelalakkan dan marah, Rasulullah Muhammad SAW menyebutnya sebagai sikap durhaka kepada ibu yang telah melahirkan dan mendidik kita. Astargfirullahal ‘Adhiem. Marilah Kita Renungkan … Pernahkan Engkau menyakiti dan membuat ibumu bersedih atau menangis karena sikap, bahasa dan tindakanmu?
Adik-adikku, Pandanglah ibu dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut, terlebih lagi bila beliau sudah tua, hatinya menjadi sangat peka dan sensitif, sangat mudah sedih dan menangis, ada baiknya bila kita menyakiti hati beliau, segera dan lekaslah meminta ma’af dengan tulus. Karena maafnya ibu akan memudahkan do’a-do’a kita di ijabahkan oleh Allah Swt, termasuk Allah swt membuka hijab jodoh bagimu segera. Insya Allah.
Adik-adikku, bila ingin Allah SWT memudahkan dan menyegerakan jodohmu, maka berhati-hatilah bila bertutur kata dengan ibu karena ridha Allah Swt begitu mudah terwujud dari panjatan do’a seorang ibu yang memohon kepada Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim agar menyegerakan jodoh atau cita-cita untuk anak-anaknya.
Bila dirimu ingin disegerakan jodoh, maka segeralah memohon maaf kepada Ibu dan Mintalah kepada ibumu untuk mendo’akan agar dirimu segera mendapatkan jodoh yang diridhai oleh Allah Yang Maha Kuasa. Yakinlah, do’a ibu tanpa hijab ketika beliau berdialog dengan Allah Swt. Subhanallah, Wa Bihamdihi Subhanallahal ‘Adhiem.
Jasa ibu ketika mengandung, melahirkan dan menyusukan kita, tidak mungkin dapat kita balas walau dengan apa jua-pun. Abdullah bin Umar, seorang sahabat Rasulullah SAW melihat seorang lelaki menggendong ibunya sepanjang bertawaf di Ka’bah dan juga untuk membawanya ke mana-mana saja.
Lelaki itu bertanya : “Wahai Abdullah, dengan perbuatanku ini adakah aku telah membalas jasa ibuku? ”Jawab Abdullah bin Umar: “Belum. Sedikit pun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua-dua orang tuamu.”(Hadist : Riwayat al-Bukhari).
Mungkin selama ini, bisa jadi ada luka hati ibumu yang membekas, belum terma’afkan sakit hatinya kepadamu. Bila sudah meminta maaf, mintalah do’a restu pada ibu agar berkenan berdo’a memohon kepada Allah SWT untuk menyegerakan jodohmu, untuk mewujudkan impian-impian-mu menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah dalam Ridha-Nya. Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin. Semoga Tulisan Ini Menjadi Renungan dan Bermanfaat Bagi Insan Yang Berhati Mulia !!!
Banda Aceh, 30 Maret 2023







