MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Suharto, S.H., M.H., resmi menjabat Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (25/8/2025).
Dalam sumpahnya, Suharto berjanji akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945, menaati seluruh peraturan perundang-undangan, serta berbakti kepada nusa dan bangsa.
Prosesi pelantikan diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara dan dihadiri Ketua MA, para menteri Kabinet Merah Putih, para duta besar, serta tamu undangan lainnya. Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik sejumlah pejabat negara lain, termasuk Kepala Badan Industri Mineral, Kepala dan Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Kepala BNN, Kepala BNPT, dan beberapa Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI.
Sebelum pelantikan, Mahkamah Agung menggelar Sidang Paripurna Khusus Pemilihan Wakil Ketua MA Bidang Yudisial pada Kamis (10/7) di Ruang Kusumah Atmadja, MA. Sidang dipimpin langsung Ketua MA Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., dan diikuti 39 dari 41 Hakim Agung yang memiliki hak suara.
Dua calon maju dalam pemilihan tersebut, yakni Suharto, S.H., M.Hum. dan Prof. Dr. Surya Jaya, S.H., M.Hum. Hasil pemungutan suara menunjukkan Suharto unggul dengan 25 suara, sedangkan Surya Jaya meraih 8 suara, dan terdapat 6 suara tidak sah.
Pemilihan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan setelah Prof. Dr. Sunarto dilantik sebagai Ketua MA pada 22 Oktober 2024. Dengan hasil tersebut, Suharto ditetapkan sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial periode 2025–2030.
Dalam sambutannya usai pemilihan, Suharto menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para Hakim Agung. Ia berkomitmen mendukung Ketua MA dalam mewujudkan peradilan yang agung, independen, dan berintegritas.
Sosok yang dikenal sebagai “perpustakaan berjalan” ini diharapkan mampu memperkuat kualitas dan independensi lembaga peradilan Indonesia di masa mendatang. (H. Ranto)







