Home / EDUKASI

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:06 WIB

Misi ‘UIA Seumeugleh’, Mahasiswa Hadir Pulihkan Senyum Warga Terdampak Longsor

MEDIALITERASI.ID | BIREUEN Universitas Islam Aceh (UIA) kembali menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak selayaknya menjadi “menara gading” yang terputus dari realitas sosial.

Melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM), sebanyak 160 mahasiswa UIA diterjunkan langsung ke tengah masyarakat dalam program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) bertajuk “UIA Seumeugleh”.

Program ini bukan sekadar tugas akhir semester, melainkan bentuk nyata dari implementasi experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman) di wilayah terdampak bencana.

Ketua LPM UIA Dr (c) Malik Adharsyah Lc MA saat melepas secara resmi para mahasiswa menyebutkan, dalam perspektif pendidikan, program yang berlangsung hingga 5 April 2026 ini dirancang sebagai ruang praktikum lintas disiplin ilmu guna memulihkan dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh.

“Para mahasiswa didistribusikan ke empat wilayah strategis, seperti ke Kecamatan Simpang Mamplam, Peusangan, Jangka, dan Aceh Utara,” sebut Malik di pelataran Masjid An Nabawy Kampus Paya Lipah, Kamis, 5 Februari 2026.

Baca Juga  Emsen 6 Fest Jadi Ajang Silaturahmi dan Pengembangan Bakat Siswa di Aceh Utara

Pemilihan lokasi ini, tambah Malik berfungsi sebagai “pusat studi lapangan” di mana mahasiswa ditantang untuk menerapkan solusi akademik terhadap masalah nyata. Ia menekankan bahwa esensi pendidikan tinggi dalam KPM kali ini adalah pemulihan lingkungan dan penguatan literasi mitigasi bencana.

“Pemilihan tema ‘UIA Seumeugleh’ adalah manifestasi dari komitmen akademik kami. Mahasiswa tidak hanya belajar membersihkan lingkungan, tetapi juga melakukan pendampingan psikososial dan bantuan administrasi desa. Ini adalah ujian kompetensi sesungguhnya di luar ruang kelas,” ungkap Malik didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr Dhiauddin MPd.

Dari sisi pedagogi, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat terdampak bertujuan untuk mengasah empati sekaligus kemampuan pemecahan masalah (problem solving).

Baca Juga  Gus Imin Isi Kuliah Edukasi Politik di Kampus IAI Almuslim Aceh

Dhiauddin menyoroti bahwa pengabdian ini merupakan bagian integral dari Tridharma Perguruan Tinggi yang menyentuh aspek kemanusiaan secara langsung.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi bertindak sebagai fasilitator perubahan yang mampu mempercepat normalisasi kehidupan sosial dan ekonomi warga.

“Dengan memberikan pendampingan literasi mitigasi, UIA tengah membangun kurikulum pengabdian yang berkelanjutan, membekali masyarakat dengan pengetahuan agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa depan,” sebut Dhiauddin.

Melalui program “UIA Seumeugleh” yang dihadirkan tahun ini, membuktikan bahwa keberhasilan sebuah institusi pendidikan diukur dari sejauh mana ilmu pengetahuan yang diajarkan mampu menjadi solusi konkret bagi persoalan umat dan kemaslahatan publik.[af]

Share :

Baca Juga

BERANDA

Makan Ini! Payudara Lebih Sehat & Terlindungi

ACEH

Bupati Al- Farlaky Pimpin Rapat Monev  Manajemen RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak

ACEH

BPMP Aceh dan Disdikbud Aceh Timur Gelar Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran PAUD dan SD

EDUKASI

Membangun Sekolah Tanpa Kekerasan, Sukma Bangsa Ajak Guru Menjadi Agen Perdamaian

EDUKASI

Perkuat Internasionalisasi, UIA Sepakati MoU Multipihak di Bandung

ACEH

Antar Langsung ke Dayah, Ketua PKK Aceh Timur Pastikan Korban Kekerasan Dapat Perlindungan Penuh

ACEH

76 Santri Wustha dan Ulya SPM YPI Darussa’adah Idi Cut Diwisuda, Bupati Alfarlaky Minta Alumni Jaga Almamater

BERITA

42 Tim dari Berbagai Kampus Bersaing, Hanya 10 Lolos ke Final Lomba Esai Nasional FKIP Unimal