Home / OLAHRAGA

Sabtu, 2 Juli 2022 - 08:17 WIB

Lapangan Bola Kaki Kamput FC Sering Mati Suri

Kondisi Lapangan Kamput FC yang tergenang air (sebagian) yang tertangkap kamera. (Dok. Fajar)

ACEH UTARA – Pemuda Gampong Meunasah Kumbang kompak Gotong Royong lakukan penimbunan atau melakukan rehap lapangan bola kaki Kumbang Putra (Kamput) yang dinilai terlalu rendah dan sering digenangi air dari halaman warga di saat hujan.

Sehingga Permainan pun harus dihentikan untuk beberapa hari, menunggu lapangan kering kembali. Hal inilah yang sering membuat kegiatan olah raga di desa tersebut sering mengalami mati suri.

Kegiatan yang di motori oleh pemuda setempat itu, kini mengalami sedikit kendala lantaran dana dari desa dan swadaya para pemuda untuk pembelian tanah timbun habis terpakai.

Baca Juga  Syamsul Anwar dan Iwan Karo-Karo Jadi Pembawa Api Obor pada Pembukaan PON XXI di Deli Serdang

Hasanuddin selaku bendahara kepemudaan menuturkan, berdasarkan hasil rapat jum’at malam (24/06/2022) lapangan bola kaki di desa nya itu perlu di aktifkan kembali dan ditimbun lantaran kondisi yang sering digenangi air.

“Yang sudah ditimbun sejumlah 124 Dump Truck dan masih membutuhkan tambahan diperkirakan sebanyak 126 Dump Truck lagi”, papar Hasan.

Lapangan bola kaki yang dasarnya sawah itu seluas 3500 bujur sangkar persegi merupakan satu -satunya sarana olah raga yang tersedia untuk pemuda Gampong Setempat.

Muhammad selaku Geuchik Gampong, membenarkan adanya kegiatan kepemudaan di desa yang di pimpinya saat ini, bahkan dirinya sudah menganggarkan biaya untuk kepemudaan dan olah raga, Sabtu (02/07/2022)

Baca Juga  Ketua DPRK Kota Lhokseumawe Menggelar Liga Sentral Indonesia Regional Aceh

“Untuk saat ini dari mulai pembersihan, pembelian Jaring pagar, dan pengadaan tiang penahan jaring, serta Biaya beli tanah timbun diperkirakan sudah mencapai 17 juta lebih, untuk saat ini dana kepemudaan sudah habis terpakai”, papar Geuchik Kumbang.

Geuchik mengakui, keterbukaan para pemuda dalam penggunaan anggaran untuk pembelian tanah timbun untuk sarana olah raga, tepatnya lapangan bola kaki patut diberikan apresiasi walaupun lapangan tersebut belum bisa digunakan untuk saat ini, tutup Geuchik setempat

Reporter : Ek | Photo : Fajar | Editor : Endang

Share :

Baca Juga

ACEH

ABEH UBEE ABEH: Slogan Persiraja yang Harus Dibuktikan di Atas Lapangan, Bukan Sekadar Tulisan

MANACANEGARA

DRAMA MANDALIKA MEMANAS: Alex Rins Minta Maaf Usai Acungkan Jari Tengah ke Marshal, Kini Diteror Ancaman Pembunuhan

BERITA

Bikin Bangga! Veda Ega Pratama Finis ke-6 di Moto3 Mandalika, Buktikan Mental Baja di Tengah Tekanan

MANACANEGARA

Minta Dihukum Sendiri, Ronaldo Terancam Larangan Main 6 Bulan Usai Ngamuk di TC Portugal

BERANDA

Bangga! Veda Ega Pratama Siap Guncang Mandalika, Peluang Podium di Kandang Sendiri Terbuka Lebar

BERANDA

SEJARAH! Emil Audero Jadi Pahlawan, Indonesia Juara ASEAN Cup 2026 Usai Drama Adu Penalti Lawan Thailand

BERITA

Polda Metro Jaya Kerahkan 10.121 Personel, 67 Ribu Penonton Hadiri FIFA ASEAN Cup 2026

BERANDA

Junjung Sportivitas: Menghormati Perjuangan Malaysia 6-0 yang Harus Pulang Karena Selisih Gol