Home / BERITA / EDUKASI

Senin, 5 Mei 2025 - 14:58 WIB

Disdik Aceh Imbau Orang Tua Dampingi Aktivitas Siswa di Malam Hari

MEDIALITERASI.ID | LHOKSEUMAWE — Dalam rangka meningkatkan kompetensi akademik, vokasi, serta pembentukan karakter siswa, Dinas Pendidikan Aceh mengeluarkan Surat Edaran Nomor 400.3.8/5936 Tahun 2025 tentang Pengendalian Aktivitas Murid di Malam Hari. Surat edaran ini ditujukan khususnya untuk jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus.

Kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Aceh terhadap maraknya kenakalan remaja yang terjadi pada malam hari, sekaligus sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Menanggapi hal ini, Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd., seorang akademisi sekaligus pemerhati pendidikan dari Universitas Malikussaleh menyampaikan bahwa imbauan ini seharusnya tidak hanya ditujukan kepada orang tua atau wali siswa saja, melainkan juga kepada masyarakat luas.

“Banyak siswa yang berkumpul di warung kopi atau café pada malam hari bukan untuk belajar, tetapi untuk bermain game, bahkan terindikasi bermain judi online. Ini sudah menjadi kebiasaan yang dibiarkan tanpa kontrol sosial dari masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Baca Juga  Direktur Forbina Desak Pemerintah Aceh Akomodir Visi-Misi Mualem–Dek Fad Dalam RPJMA

Menurutnya, pengelola café, warkop, serta aparat seperti Satpol PP dan pihak kepolisian perlu dilibatkan untuk menertibkan aktivitas malam siswa yang tidak bermanfaat.

“Sangat sedikit siswa yang memanfaatkan akses internet di café untuk belajar. Kebanyakan justru menghabiskan waktu untuk hiburan, tanpa ada pengawasan,” tambahnya.

Juni juga mengingatkan tentang pentingnya peran masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda. Ia menyoroti lunturnya kontrol sosial di lingkungan sekitar.

“Dulu, jika ada anak tidak mengaji atau bolos sekolah, tetangga akan menegur. Kini, hal itu sudah jarang terjadi. Semua menjadi serba individual,” katanya.

Baca Juga  Pengurus APTIKNAS di Rangkaian Grand Launching PIDI 4.0 Dikukuhkan

Ia mengkhawatirkan munculnya apa yang disebut sebagai “Generasi Strawberry” — generasi yang kreatif dan penuh ide, namun rapuh saat menghadapi tekanan. “Mereka tampak indah di luar, tapi mudah hancur di dalam,” ujar Juni.

Di akhir pernyataannya, ia berharap generasi muda Aceh ke depan mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, beretika, dan siap bersaing secara global.

“Masyarakat Aceh harus siap menjawab tantangan abad ke-21, yakni bagaimana mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan moral,” tutupnya. [JA]

Share :

Baca Juga

BERANDA

SIU! Saya Kembali!” Ronaldo Hattrick Rekor, Bawa Portugal Pesta 5-0 di Piala Dunia 2026

ACEH

16 Penggalang Aceh Timur Tuntas Digembleng, Siap Ukir Prestasi di Jambore Nasional 2026

BERANDA

Kejagung Tolak Status JC Sony Sonjaya, Dinyatakan Pelaku Utama Korupsi Program MBG

ACEH

Cek Mad Tunggu Jamaah Haji Julok Sampai Tengah Malam, Selawat dan Doa Sambut Tamu Allah

ACEH

Ny Lismawani, Istri Bupati Al-Farlaky Raih Gelar Doktor

BERANDA

PMI (Pekerja Migran Indonesia) Asal Aceh Tamiang Tewas Dibunuh di Malaysia, Bayi Berumur Hari Ikut Jadi Korban

BERANDA

Cinta Ibu Lintas Batas: Vozinha & Sang Bunda Rayakan Sejarah Cape Verde di Piala Dunia 2026

BERITA

Polda Jambi Sediakan 1.000 Lowongan Kerja Melalui Bhayangkara Presisi Job Fair 2026