MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Rumah produksi Manara Films berencana menggelar pemutaran khusus atau nonton bareng (nobar) film Pasukan 1000 Janda di Provinsi Aceh. Rencana tersebut dilakukan agar masyarakat Aceh tetap dapat menyaksikan film tersebut meski daerah itu belum memiliki jaringan bioskop.
Sutradara sekaligus penulis film, Archie Hekagery, mengatakan pihaknya saat ini masih mematangkan persiapan bersama tim produksi. Menurutnya, pemutaran khusus di Aceh menjadi salah satu agenda yang tengah dipersiapkan.
“Iya, ada rencana untuk pemutaran di Aceh memang. Kita belum bisa spill, tapi sedang kita godok sama tim. Insyaallah akan ada pemutaran di Aceh supaya masyarakat Aceh bisa menonton,” ujar Archie Hekagery dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).
Produser film, Yuda Wirafianto, menambahkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah Aceh terkait rencana tersebut. Ia menyebut pemerintah daerah menyambut baik inisiatif penyelenggaraan pemutaran film di Aceh dan telah menyiapkan lokasi pelaksanaan.
“Untuk di Aceh kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat yang alhamdulillah juga sudah menyiapkan tempat. Nanti insyaallah segera kami umumkan. Jadi di Aceh insyaallah film ini juga akan diputar,” kata Yuda.
Pasukan 1000 Janda merupakan film aksi fantasi produksi Manara Films yang disutradarai Archie Hekagery. Film ini mengambil latar Selat Malaka pada tahun 1599 dan mengisahkan invasi armada Belanda yang dipimpin Cornelis ke wilayah Aceh.
Cerita berfokus pada perjuangan Pasukan Inong Balee, yakni kelompok perempuan yang kehilangan suami akibat perang dan kemudian berjuang di bawah kepemimpinan Laksamana Keumalahayati. Film ini disebut terinspirasi dari sosok pahlawan nasional Laksamana Keumalahayati beserta pasukan perempuan Kesultanan Aceh.
Film tersebut dibintangi Atiqah Hasiholan, Cut Mini, Emil Kusumo, Muzakki Ramdhan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang di bioskop mulai 12 November 2026. (*)







