MEDIALITERASI.ID | IDI RAYEUK – Yayasan Gimbal Alas asal Malang, Jawa Timur, membangun 20 unit sarana filter air bersih dan fasilitas sanitasi di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir hidrometeorologi akhir November 2025. Program kemanusiaan ini difokuskan di daerah-daerah pelosok yang mengalami kerusakan parah dan keterbatasan akses air layak konsumsi.
Koordinator Posko Gimbal Alas, Bang Awai, mengatakan tim relawan tiba di Aceh pada awal Desember 2025 setelah memperoleh informasi mengenai dampak banjir bandang yang meluas di sejumlah kabupaten.
“Meski daerah kami di Jawa Timur juga baru mengalami banjir, kami tetap berangkat ke Aceh demi misi kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Bang Awai, didampingi relawan Nanang Gendo, saat ditemui di Dusun Blang Gadeng, Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (31/12/2025).
Dusun Blang Gadeng merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah, dengan ketinggian banjir mencapai sekitar tiga meter pada akhir November lalu.
Bang Awai menjelaskan, dalam masa tanggap darurat yang berlangsung sejak 6 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026, Gimbal Alas menargetkan pembangunan 20 unit sarana filter air bersih dan MCK. Dari jumlah tersebut, 10 unit dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang dan 10 unit lainnya di wilayah pedalaman Aceh Timur.
“Kami membagi tim untuk bekerja secara paralel di Aceh Tamiang dan Aceh Timur agar target dapat tercapai tepat waktu,” katanya.
Seluruh pembiayaan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi tersebut, lanjut Bang Awai, ditanggung oleh Yayasan Gimbal Alas melalui donasi masyarakat Jawa Timur. Yayasan ini melibatkan berbagai elemen, di antaranya Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dari sejumlah perguruan tinggi, musisi, serta komunitas sosial lainnya.
“Semua elemen bergerak bersama menggalang donasi untuk meringankan beban masyarakat Aceh yang terdampak banjir,” ujarnya.
Selain membangun filter air yang ditempatkan di fasilitas umum seperti masjid agar dapat dimanfaatkan secara luas, Gimbal Alas juga menyerahkan bantuan satu unit mesin genset kepada masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Awai juga menyampaikan kekecewaannya terkait kontainer bantuan donasi masyarakat Jawa Timur yang sempat tertahan di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Namun, bantuan tersebut kini telah dilepas dan tiba di Posko Gimbal Alas di IAIN Cot Kala, Langsa.
Sementara itu, Kepala Dusun Blang Gadeng, Sulaiman, mengapresiasi bantuan yang diberikan relawan Gimbal Alas kepada warganya.
“Bantuan filter air layak konsumsi dan sanitasi ini sangat kami butuhkan, terutama setelah banjir. Terima kasih kepada tim Gimbal Alas. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ini,” ujar Sulaiman. (EQ)







