Penulis : TM. Jamil
Associate Professor
Sekolah Pascasarjana USK, Banda Aceh
Yang Mulia dan Tercinta, Kekasihku …
Mohon Maaf Dan Izinkan Aku, Karena Aku Akan Pulang …
Sudah Di Hari Ke-29 Aku Bertamu di Rumahmu Yang Megah, Namun Seringkali Aku Ditinggal Sendirian…
Walau Sering Dikatakan Aku Tamu atau Kekasihmu Yang Istimewa, Namun Perlakuan-Mu padaku, Tak Luar Biasa.
Cinta dan Oleh-Oleh dari-ku Nyaris Tak Pernah Engkau Sentuh … Aku Tak Pernah Engkau Cium dan Peluk Dengan Kasih sayang dan Cinta…
Al qur’an Hanya Dibaca Sekilas, Dan Bahkan Kalah Dengan Update Status Smartphone di Layah Handphone-mu Dan Tontonan Lain Yang Lebih Engkau Utamakan
Shalat Tak Lebih Khusyu’, Masih Juga Kalah Bersaing Dengan Ingatanmu Akan Lebaran.
Tak Banyak Engkau Minta Ampunan, Karena Sibuk Menumpuk Harta Demi THR Dan Belanjaan Baju Barumu.
Malam Dan Siang-Mu Tak Banyak Dipakai Untuk Berbuat Kebaikan, Kalah Dengan Bisnis Yang Sedang Panen Saat Ramadhan.
Tak Pula Banyak Engkau Bersedekah, Karena Khawatir Tak Cukup Buat Mudik Dan Liburan Bersama Keluargamu
Saudaraku, Aku Seperti Tamu Yang Tak Diharapkan Kehadirannya. Hingga, Sepertinya Tak Kan Menyesal jika Kau Kutinggal-Kan.
Padahal Aku Datang Dengan Kemuliaan, Seharusnya Tak Pulang Dengan Kesia-siaan, Sebelum Kita Merasakan Nikmatnya Sebuah Cinta.
Percayalah, Aku Pulang Belum Tentu Akan Kembali Datang …
Sehingga Seharusnya Engkau Menyesal Telah Menelantarkan ku selama ini.
Namun, Aku Ingin Ingatkan Bahwa : Masih Ada “Satu” Hari Kita Bersama Untuk Menikmati Indahnya Cinta dalam Kehangatan dan Kemesraan …
Semoga Engkau Sadar Sebelum Aku Benar-Benar Pulang…
“Karena Tidak Ada Jaminan Umur-mu Akan Bertemu Lagi Denganku Tahun Depan”. Aku Selalu Berdoa dan Berharap Kepada Allah Swt agar Umur Kita Dipanjangkan dan Diberkati dan Insya Allah, Kita Dapat Bertemu lagi di Waktu-Waktu Yang Lain. Aamiin Yaa Rabbal Alamin.
Wassalam Dari Kekasihmu Tercinta dan Aku Sangat Menyayangimu,
(Ramadhan 1446-H)







