OPINI : SANTRI AGENT OF CHANGE
Oleh : Abd Ghaffar
Syubbannul yaum rijalul ghad, sebuah maqolah yang berarti ‘Pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan’.
Dari kalimat tersebut menunjukkan bahwa yang memimpin bangsa di masa mendatang adalah pemuda saat ini. Pemuda saat ini bukan hanya mahasiswa, ada para santri yang juga bisa disebut pemuda.
Santri ada di dalamnya dan hakikatnya mereka siap untuk melakukan perubahan menuju kebaikan.
Dewasa ini banyak pondok pesantren yang mengajarkan tentang tekhnologi kepada santri-santrinya. Selain teknologi, bahasa asing juga menjadi bahasa keseharian bagi santri di pondok modern. Bahkan mahasiswa bisa “kalah” berbahasa asing dengan santri.
Hal ini juga terjadi di pondok pesantren salaf, yaitu pesantren yang masih kental dengan tradisi pesantren cara “kuno”, baik literasi maupun sistem pengajarannya.
Pesantren salaf mengajarkan para santrinya kitab kuning. Kitab kuning inilah yang menjelaskan banyak hal, termasuk di antaranya ilmu politik, ekonomi dan keluarga.
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang santri yang mampu melakukan perubahan di Indonesia.
Banyak perubahan yang terjadi di Indonesia ketika masa kepemimpinannya. Tak hanya Gus Dur, ada juga KH Ma’ruf Amin, yang kini Wakil Presiden RI dan tokoh-tokoh lain yang notabene dari pesantren.
Ini bukti bahwa santri juga mampu disebut agen perubahan layaknya mahasiswa. Karenanya elok sepertinya jika saat ini kita sudah menyiapkan diri sebagai agen perubahan.
Memperdalam ilmu adalah sebuah keniscayaan. Sehingga terwujudnya baldatun thoyyibatun bukan sekadar mimpi. Semoga.
Penulis: Mahasiswa semester VII Progam Studi Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep-Madura







