Home / BERANDA

Senin, 12 Agustus 2024 - 16:29 WIB

“Cakra Donya” Teror Alam Semesta

Ilustrasi Armada Kapal Perang Kesultanan Aceh “Cakra Donya”

MEDIALITERASI.ID | SEJARAH – Pada Abad ke-16 Hinga ke-17, Kesultanan Aceh Darussalam merupakan salah satu kekuatan maritim terkuat di Asia Tenggara. Dimana pada waktu itu Kesultanan Aceh Sultan Iskandar Muda mampu membangun kapal – kapal besar dan membentuk armada laut yang kuat dan mampu menandingi armada laut saat itu.

Nama armada perang laut Aceh itupun disebut dengan beragam sebutan diantaranya kapal Cakra Donya, Kapal Mahkota Alam Kesultanan Aceh, bahkan disebut juga dengan nama Espando Del Munto oleh penulis sejarawan Spanyol Manuel Faria Y Sausa pada tahun (1590-1649) yang dituliskan dalam bukunya “Asia Portuguesa”, dimana kala itu setiap kali melihat kapal ini para prajurit angkatan laut Portugis berteriak “Espato Del Mundo”.

Baca Juga  Tole-Apong 1, Nektu-Amat Leumbeng 2, Alfarlaki-T Zainal 3, Firman Dandy-Abaty 4 Hasil Undi Nomor Urut Pilkada Aceh Timur i

Espanyol Del Mundo itu sendiri berasal dari bahasa Portugis dimana sebutan tersebut dialamatkan kepada kapal perang Kesultanan Aceh yang diberi nama “Cakra Donya” atau di Melayukan dengan sebutan “Teror Alam Semesta”.

Manuel Faria Y Sausa pun ikut memaparkan kehebatan kapal perang Kesultanan Aceh ini, menurutnya kapal perang Aceh ini memiliki panjang hingga 200 depa (100 meter), memiliki tiga tiang kapal dan dilengkapi dengan 100 meriam yang berada di sisi kiri dan kanan kapal. Dalam tulisannya Faria Y Sousa juga mengaku terkesan dan menggambarkan keheranannya terhadap ketangguhan kapal perang Cakra Donya.

Baca Juga  To Keep Makeup Looking Fresh Take A Powder

“Tidak sia -sia kapal tersebut diberi nama ‘Teror Dunia’. Betapa hebatnya, betapa kuatnya, betapa indahnya, betapa kaya nya. Meski mata kami lelah karena sering terkejut melihat hal -hal indah, kami semua terkejut terbelalak saat melihat ini (kapal Cakra Donya -Pen)”.

Kapal Cakra Donya itu sendiri mampu menampung 800 orang dan dilengkapi dengan persenjataan meriam dengan berbagai ukuran dengan perkiraan memiliki berat mecapai puluhan ton.

Lebih lanjut Faria D Sausa juga melihat meriam besar yang terbuat dari tembaga dengan perkiraan harga 7000 dukat (mata uang logam emas atau perak. Pen)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Jalur Padang-Solok Lumpuh Total Diterjang Galodo, 32 Warga Mengungsi

BERANDA

PNS di OKI Tewas Ditusuk Istri di Depan Masjid At-Taqwa, Dipicu Persoalan Biaya Berobat Anak

BERANDA

Kontroversi Tikungan 4 Moto3 Austria: Veda Pratama Kena Double Long Lap Usai Senggolan dengan Munoz

BERANDA

Anggaran Rp2,32 Triliun untuk 2.298 Sekolah di Aceh, TTI Temukan 7 Red Flag Revitalisasi

BERANDA

OTT Revitalisasi Sekolah di Palembang, 2 Oknum PPPK Jadi Tersangka, 21 Kepsek Diperiksa Polda Sumsel

BERANDA

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp106 Miliar OTT ATR/BPN ke Muktamar NU ke-35, Nama Nusron Wahid Terseret

BERANDA

OTT Kasus HGB Summarecon Bogor, KPK Tahan Ketua DPP Golkar Fahd Arafiq hingga Bos Summarecon Agung

ACEH

Lobi Bupati Al- Farlaky, Pembudidaya Tambak Terima Benur Udang Vaname Dari KKP