MEDIALITERASI.ID | MANDALIKA — Drama di luar lintasan mewarnai gelaran MotoGP Indonesia 2026. Pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, mengungkapkan dirinya menerima ancaman pembunuhan dan kekerasan melalui media sosial, buntut dari insiden adu argumen dengan marshal di Sirkuit Mandalika.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat, saat sesi latihan bebas MotoGP Indonesia 2026. Rins yang baru saja mengalami kecelakaan, terlibat perselisihan dengan sejumlah marshal lintasan. Momen ketika pembalap asal Spanyol itu tertangkap kamera mengacungkan jari tengah kepada marshal pun viral di media sosial.
Melalui pernyataan resminya, Rins mengakui bahwa tindakannya keliru dan tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pembalap profesional.
Menurut Rins, kejadian itu bermula dari kesalahpahaman saat dirinya berusaha kembali ke paddock setelah terjatuh.
“Situasinya penuh tekanan dan saya bereaksi dengan cara yang seharusnya tidak saya lakukan,” tulis Rins dalam klarifikasinya, dikutip dari CrashNet.
Pembalap bernomor 42 itu juga menyampaikan permintaan maaf terbuka, terutama kepada para penggemar muda yang menyaksikan kejadian tersebut secara langsung maupun melalui siaran.
“Saya sangat menghormati para marshal dan pekerjaan yang mereka lakukan,” tegas Rins.
Namun, Rins menyayangkan reaksi berlebihan dari sebagian oknum warganet yang justru melampaui batas kritik wajar.
“Saya memahami mengapa orang-orang marah atas reaksi saya, tetapi ancaman dan pelecehan tidak seharusnya bisa diterima,” ujarnya.
Rins mengungkapkan, dirinya menerima ratusan pesan bernada kebencian, termasuk ancaman serius terhadap keselamatan dirinya.
“Saya juga menerima pesan-pesan sangat serius, termasuk ancaman kematian dan kekerasan,” ungkapnya.
Kasus yang menimpa Rins kembali menyoroti persoalan toxic fanbase dan perundungan digital di dunia motorsport. Sebelumnya, beberapa pembalap seperti Fabio Quartararo, Pecco Bagnaia, hingga Marc Marquez juga pernah menjadi target serangan warganet usai terlibat insiden di lintasan.
Hingga laporan CrashNet diterbitkan, pihak MotoGP, FIM, dan Dorna Sports belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait ancaman yang diterima Alex Rins maupun terkait evaluasi insiden dengan marshal di Mandalika.
MotoGP Indonesia 2026 sendiri menjadi salah satu seri paling menyita perhatian, dengan antusiasme publik yang sangat tinggi di Pertamina Mandalika International Circuit. (*)
Sumber: CrashNet
Editor: Ayahdidien







