MEDIALITERASI.ID | LISBON — Bintang Timnas Portugal Cristiano Ronaldo terancam sanksi larangan bermain hingga 6 bulan dari Federasi Sepakbola Portugal (FPF) buntut kepergiannya yang penuh amarah dari pemusatan latihan (TC) tim nasional.
Sanksi itu mengemuka setelah Ronaldo sendiri yang meminta agar dirinya dihukum dalam pernyataan permintaan maaf panjang yang dirilis pada Selasa, 7 Oktober 2026.
Krisis di tubuh Selecao das Quinas bermula saat pelatih Jorge Jesus meminta Ronaldo melakukan pemanasan pada laga pertama UEFA Nations League melawan Norwegia yang dimenangkan Portugal 4-2. Namun hingga peluit akhir, kapten berusia 40 tahun itu tak kunjung dimainkan.
Ronaldo menilai tindakan itu sebagai bentuk penghinaan dan pengingkaran janji. Kekecewaan itu memuncak dengan keputusannya meninggalkan TC Timnas Portugal sebelum agenda selesai.
Minta Dihukum Sendiri
Dalam pernyataan resminya, Ronaldo tidak mencari pembenaran. Ia justru mengambil alih tanggung jawab penuh.
“Saya juga berutang permintaan maaf kepada rekan-rekan setim nasional atas kepergian saya dari pemusatan latihan. Meskipun ada pelanggaran yang jelas terhadap kepercayaan pada kata-kata pelatih, dan sebagaimana dapat ditegaskan oleh mereka yang menyaksikan percakapan itu, saya seharusnya tidak melakukan hal tersebut,” tulis Ronaldo.
“Tanggung jawab berada di pundak saya seorang. Saya meminta maaf kepada rakyat Portugal sekali lagi, tetapi mengingkari janji kepadanya, bagi saya, memiliki dampak yang menentukan. Saya merasa keberadaan saya hanya akan merugikan tim, dan saya melakukan apa yang selalu saya katakan akan saya lakukan jika tidak lagi merasa berguna: saya mengepak barang-barang saya dan pergi.”
Yang mengejutkan, pemilik 234 caps dan 146 gol untuk Portugal itu secara terbuka meminta federasi menjatuhkan hukuman padanya.
“Konsekuensi dari tindakan ini harus dinilai dan saya harus dihukum oleh Federasi Sepakbola Portugal. Saya menyadari seharusnya tidak ada keadaan yang meringankan. Saya bukan sekadar pemain biasa; saya adalah kapten tim, dan ini merupakan keadaan yang memberatkan,” tegasnya.
“Setiap sikap harus memiliki konsekuensi. Terlepas dari kedudukan masing-masing, aturan berlaku untuk semua orang.”
Terancam Absen Lawan Denmark dan Wales
Mengutip surat kabar Inggris Mirror, regulasi FPF secara otomatis mengaktifkan hukuman larangan bermain sementara menunggu sidang komite disiplin untuk menentukan durasi final.
Durasi hukuman diperkirakan berkisar antara 1 hingga 6 bulan. Jika lebih dari satu bulan, Ronaldo dipastikan absen pada dua laga krusial UEFA Nations League bulan depan menghadapi Denmark dan Wales.
Jaringan ESPN memprediksi hukuman akan bersifat jangka pendek dengan mempertimbangkan permintaan maaf dan rekam jejak Ronaldo sebagai kapten. Namun komite disiplin tetap akan menilai semua aspek.
Sementara itu, pelatih Jorge Jesus menanggapi dingin drama tersebut.
“Saya sudah membaca pernyataan itu dan sekarang saya menjalankan pekerjaan saya seperti setiap hari. Saya pergi ke federasi untuk bekerja dan memikirkan tim,” ujar Jesus singkat.
Kasus ini menjadi ujian berat bagi Portugal yang tengah berjuang di UEFA Nations League, sekaligus ujian kedewasaan bagi sang megabintang di penghujung karier internasionalnya. (*)







