MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pengangkatannya sebagai Kapolri telah mendapat persetujuan DPR RI setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. Persetujuan tersebut kemudian disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI pada hari yang sama.
Pelantikan Suyudi menjadi bagian dari perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo. Selain Kapolri, sejumlah menteri, wakil menteri, dan pejabat lembaga negara turut dilantik untuk mengisi sejumlah posisi strategis pemerintahan.
Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sebelum memimpin BNN, ia menjabat sebagai Kapolda Banten pada 2024–2025. Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri, termasuk Wakapolda Metro Jaya.
Dalam reshuffle tersebut, Presiden Prabowo juga melantik Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno. Sementara itu, Muhammad Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian.
Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia sekaligus tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pembentukan nomenklatur baru tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026.
Mantan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo juga mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Posisi Kepala Badan Reforma Agraria Nasional dipercayakan kepada Dedi Prasetyo.
Dengan pelantikan tersebut, sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan dan kepolisian mengalami perubahan sebagai bagian dari penataan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029. (HR)







