MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH —Manajemen Persiraja Banda Aceh resmi menunjuk Muhammad Ridwan sebagai pelatih kepala baru untuk mengarungi kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Manajer Persiraja Banda Aceh, Ridha Mafdhul alias Gidong.
“Iya benar, kami telah mengumumkan pelatih baru Persiraja yakni Muhammad Ridwan,” kata Gidong saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).
Gidong berharap kehadiran mantan winger Timnas Indonesia itu mampu mendongkrak performa Laskar Rencong yang tengah terpuruk di awal musim.
“Semoga nanti bisa membawa Persiraja menuju ke lebih baik,” lanjutnya.
Penunjukan Muhammad Ridwan dilakukan setelah manajemen mengambil langkah tegas dengan memberhentikan seluruh jajaran tim kepelatihan sebelumnya. Keputusan itu diambil buntut dari tiga kekalahan beruntun yang diderita Persiraja di awal musim.
Jajaran pelatih yang diberhentikan meliputi pelatih kepala Jaya Hartono, serta Muhammad Yasir, Faisal Munanda, Wahyu Aw, dan Ferry Ferdinand.
Keputusan pemecatan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, melalui unggahan Instagram Story pada Sabtu (26/9/2026) malam.
“Ka kupecat mandum pelatih (sudah aku pecat semua pelatih),” tulis Dek Gam melalui akun @nazaruddin_dekgam.
Dengan penunjukan ini, kursi pelatih kepala Persiraja yang sempat kosong selama dua hari kini resmi terisi.
Profil Singkat Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan bukan nama baru di sepak bola nasional. Pria kelahiran Semarang, 8 Juli 1980 ini merupakan mantan andalan Timnas Indonesia di era 2000-an.
Saat masih aktif bermain, ia dikenal sebagai gelandang dan winger kanan yang lincah dengan karier panjang bersama PSIS Semarang, Sriwijaya FC, Persib Bandung, dan Pelita Jaya.
Setelah pensiun, pemilik Lisensi A AFC ini melanjutkan karier sebagai pelatih. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Akademi PSIS Semarang, asisten pelatih hingga pelatih caretaker di Liga 1, dan terakhir sebagai pelatih kepala Garudayaksa FC.
Tugas berat kini menanti Muhammad Ridwan untuk mengembalikan Persiraja ke jalur persaingan papan atas Pegadaian Championship.(*)







