MEDIALITERASI.ID | YOGYAKARTA – Video adu mulut antara Wakil Rektor Bidang SDM dan Hukum Universitas Negeri Yogyakarta, Siswanto, dengan sejumlah mahasiswa viral di media sosial. Pernyataan “Ini kotor, ini sampah!” yang terlontar saat pembentangan spanduk kritik Program Makan Bergizi Gratis memicu perdebatan soal batas kebebasan berekspresi di lingkungan kampus.
Peristiwa terjadi saat Aliansi Mahasiswa UNY berupaya membentangkan spanduk di area wisuda. Spanduk itu berisi penolakan terhadap rencana pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur MBG di lingkungan kampus.
Aksi Mahasiswa Dicegah Petugas Kampus: Mahasiswa menyebut aksi tersebut hanya dilakukan sesaat sebagai bentuk penyampaian aspirasi sebelum bergeser ke gerbang utama. Namun upaya itu dicegah oleh pihak keamanan dan rektorat.
Situasi kemudian memanas hingga terjadi saling dorong dan adu argumentasi antara mahasiswa dengan pejabat kampus.
Dalam rekaman video yang beredar luas, terdengar jelas ucapan Siswanto, “Ini kotor, ini sampah!”. Mahasiswa mengaku terkejut dan menilai ucapan tersebut tidak mencerminkan budaya dialog di ruang akademik.
Rektorat: Spontan dan Tanpa Izin: Pihak rektorat memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Menurut UNY, ucapan itu muncul secara spontan karena aksi dilakukan tanpa izin resmi.
Aksi juga dinilai mengganggu jalannya wisuda yang saat itu dihadiri para orang tua mahasiswa dan berpotensi menimbulkan ketertiban.
Rektorat juga menegaskan bahwa hingga saat ini UNY belum memiliki SPPG atau dapur MBG, sehingga menjadi salah satu alasan penolakan terhadap aksi pembentangan spanduk tersebut.
Memantik Diskusi Kampus: Insiden ini langsung menjadi bahan diskusi publik. Sorotan tertuju pada sejauh mana ruang kritik mahasiswa bisa disampaikan di kampus, terutama saat ada kegiatan resmi seperti wisuda.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari UNY maupun Aliansi Mahasiswa terkait langkah mediasi pascaviralnya video tersebut. (AYD)







