Home / BERITA / OLAHRAGA

Kamis, 16 April 2026 - 07:52 WIB

Imigrasi Luncurkan Sport Visa, Permudah Akses Atlet Internasional ke Indonesia

Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi, Hendarsam Marantoko

MEDIALITERASI.ID | JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menghadirkan layanan Sport Visa sebagai upaya mendukung perkembangan ekosistem olahraga nasional sekaligus mempermudah akses bagi atlet internasional ke Indonesia.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan kebijakan ini merupakan bagian dari peran Imigrasi sebagai fasilitator pertumbuhan sektor potensial, termasuk olahraga.

“Dukungan ini merupakan bagian dari peran Imigrasi sebagai fasilitator pertumbuhan sektor potensial, termasuk olahraga,” ujar Hendarsam dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Untuk mendukung layanan tersebut, Ditjen Imigrasi membentuk tim khusus yang terdiri atas perwakilan lintas direktorat teknis, baik dari sektor layanan maupun pengawasan. Tim ini bertugas memastikan proses administrasi bagi atlet asing berjalan lancar tanpa mengabaikan fungsi pengawasan.

“Tim khusus terdiri atas perwakilan lintas direktorat teknis. Meskipun tujuannya untuk memudahkan, fungsi pengawasan tetap berjalan,” tegasnya.

Baca Juga  Pengacara Aceh Laporkan 3 Akun Medsos ke Polda atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Sport Visa merupakan jenis visa kunjungan yang diperuntukkan bagi atlet (indeks C8A) serta ofisial atau pendamping (indeks C8B) yang mengikuti kegiatan olahraga nonkomersial atas undangan resmi pemerintah atau organisasi keolahragaan internasional. Selain itu, tersedia pula visa multiple entry dengan indeks D8 bagi pemohon yang membutuhkan fleksibilitas lebih.

Proses pengajuan visa dilakukan secara daring melalui laman resmi evisa.imigrasi.go.id dengan melampirkan dokumen seperti paspor, foto terbaru, surat undangan, surat jaminan, serta rekening koran.

Imigrasi mencatat adanya peningkatan penggunaan Sport Visa. Sepanjang 2025, sebanyak 6.388 visa olahraga telah diterbitkan. Sementara pada periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, jumlahnya mencapai 866 visa.

Selain kemudahan administrasi, Imigrasi juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti jalur khusus (fast track), konter pemeriksaan dokumen di bandara, serta penggunaan autogate guna mempercepat proses kedatangan dan keberangkatan atlet.

Baca Juga  Siap Antisipasi saat Kritis, 18 Poktan di Guluk-guluk Rintis Penyediaan Benih

Imigrasi juga memberikan fleksibilitas melalui penerbitan visa secara kolektif serta percepatan proses sesuai kebutuhan penyelenggara kegiatan olahraga.

Hendarsam menegaskan, kebijakan ini akan terus diperkuat seiring meningkatnya peran Indonesia sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional.

“Ekosistem olahraga yang berkembang akan membawa citra positif Indonesia ke dunia,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, Imigrasi telah memfasilitasi berbagai agenda olahraga internasional sejak 2023 hingga 2026, antara lain Formula E Jakarta, MotoGP Mandalika, Piala Dunia U-17, FIFA Series Indonesia, serta ajang Olimpiade dan Paralimpiade.

“Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang adaptif tanpa mengabaikan pengawasan demi memperkuat industri olahraga nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ajang internasional,” pungkasnya. (EQ)

Share :

Baca Juga

MANACANEGARA

DRAMA MANDALIKA MEMANAS: Alex Rins Minta Maaf Usai Acungkan Jari Tengah ke Marshal, Kini Diteror Ancaman Pembunuhan

ACEH

Peringatan Maulid di Aceh Memanas: Aparat Minta Bendera Bintang Bulan Diturunkan

BERITA

Bikin Bangga! Veda Ega Pratama Finis ke-6 di Moto3 Mandalika, Buktikan Mental Baja di Tengah Tekanan

ACEH

Kapasitas Gedung Terlampaui, Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Diserbu Jamaah

ACEH

Penuh Haru! H. Maop Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Santuni 40 Anak Yatim di Kantor DPW PA Aceh Timur

BERITA

Aceh dan Sumut Masuk Level Siaga Hujan Sangat Lebat, BMKG: Waspada Banjir Bandang dan Longsor 10-12 Oktober

ACEH

Krueng Geukueh Disiapkan Jadi Gerbang Laut Aceh–Malaysia, Rute Penang Dimatangkan

ACEH

Pemerintah Aceh Jamu Ulama dari 21 Negara, Perkuat Peran Aceh sebagai Serambi Mekkah