Home / BERITA / HUKUM

Senin, 13 Oktober 2025 - 13:53 WIB

Warga Sergai Minta Kapolda Sumut Tangkap Preman Pelaku Pengeroyokan Pendeta

MEDIALITERASI.ID | SERGEI – Warga Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan untuk menangkap seluruh pelaku pengeroyokan terhadap Pendeta Padriadi (Andy) yang diduga dipimpin oleh Marnakok Sitanggang alias Nakko. Hingga kini, para pelaku yang disebut anak buah Nakko masih berkeliaran dan kerap mengganggu warga di Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.

“Preman-preman itu selalu mengganggu kami mencari makan. Mereka sudah tidak takut lagi dengan polisi,” ujar seorang warga Desa Sei Nagalawan, Senin (13/10/2025).

Warga yang telah lama bermukim di desa tersebut mengaku resah karena anak buah Nakko Sitanggang sering membawa senjata tajam dan melakukan intimidasi. Mereka juga dinilai telah mengabaikan ketertiban dan keamanan masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Sergai.

“Kami sudah melapor ke Kapolres Sergai, tapi para pelaku belum juga ditangkap. Kami minta Pak Kapolda dan Kapolres segera bertindak. Warga sudah sangat takut,” tambah warga lainnya.

Baca Juga  Gubernur Aceh Letakkan Batu Pertama Masjid Baitul Taqwa, Janji Sumbangan Rp 2 Miliar di 2026

Selain melakukan penganiayaan, para pelaku disebut kerap mendatangi rumah korban untuk memaksa perdamaian. Masyarakat menilai lambannya penangkapan pelaku lain memunculkan dugaan bahwa penegakan hukum berjalan tidak maksimal.

“Kami khawatir ada upaya meringankan hukuman Nakko Sitanggang karena pelaku lain belum ditangkap. Padahal, saksi-saksi dan bukti sudah jelas,” kata seorang tokoh masyarakat.

Warga juga menyinggung keterlibatan salah satu anak buah Nakko, yakni Rony Purba, yang disebut kerap menjadi koordinator aksi kekerasan dan pengerusakan. Ia bahkan diduga menggunakan anjing herder untuk menakuti korban dalam aksi pengeroyokan. Dari aksi itu, warga menyebut sedikitnya terdapat sepuluh kelewang yang digunakan para pelaku.

“Kami berharap Kapolda Sumut segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan terhadap Pendeta Padriadi dan rekan-rekannya,” ujar warga.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai, H. Hasful Huznain, S.H., juga menyampaikan keprihatinannya atas maraknya tindakan premanisme di wilayah tersebut. Ia mendukung langkah Polres Sergai yang telah menangkap Nakko Sitanggang, namun meminta agar kasusnya dituntaskan hingga ke akar-akarnya.

Baca Juga  GAMPONG SARAH TEUBEE PILIH GEUCHIK PERIODE 2025-2031

“Kami mendukung penuh upaya Kapolres Sergai yang telah menangkap Nakko Sitanggang. Tapi kami juga berharap anak buahnya segera ditangkap. Jangan sampai peredaran narkoba dan tindakan kriminal dibiarkan terus terjadi di Sergai,” tegasnya.

Sebelumnya, Polres Sergai telah menangkap residivis narkoba Nakko Sitanggang dan menyita satu pucuk senjata api jenis Makarov buatan Rusia kaliber 32, lima butir peluru tajam, serta 9,5 butir pil ekstasi berwarna merah muda. Meski demikian, beberapa anak buah Nakko masih bebas dan diduga kembali beraktivitas di sejumlah lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Serdang Bedagai belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penangkapan pelaku lainnya. (Tim RZ)

Share :

Baca Juga

BUDAYA

Viral! Atraksi Sembur Api Iringi Lagu Aceh Kuthiding di Johor Malaysia, Penonton Karnival Jom Heboh 1 November 2026 Histeris

INTERNASIONAL

Terseret Duel Veda Ega vs Hakim Danish, Alvaro Carpe Gagal Kejar Quiles di Sepang

HUKUM

Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tak Sah, Penggugat Desak Prabowo Usulkan 2 Nama Calon Wapres ke MPR

HUKUM

Kronologi Penggerebekan Ma’had Hamalatul Qur’an Sukoharjo, Santriwati Dibawa Dini Hari – Polisi: Pengembangan Kasus Pembakaran Warung

INTERNASIONAL

Veda Ega Pratama Kibarkan Merah Putih di Sepang, Start P8 Finish P2 Podium Terbaik Sepanjang Karir

EKONOMI & BISNIS

Pelindo Lhokseumawe Sosialisasikan Penyesuaian Tarif Layanan Kepelabuhanan 15 Persen

EDUKASI

BAZISMU Misbahul Ulum Salurkan Santunan Perdana bagi Santri Yatim Piatu

NASIONAL

CDA Soroti Penggambaran Sejarah Film Malahayati, Sutradara Tegaskan Karya Fiksi Sejarah