Home / BERITA

Sabtu, 28 Februari 2026 - 22:01 WIB

Seskab Bantah MBG Pangkas Anggaran Pendidikan, Tegaskan Program Justru Bertambah

Medialiterasi.id | Jakarta – Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, membantah narasi yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi anggaran pendidikan, menyebabkan sekolah terbengkalai, serta mengabaikan kesejahteraan guru. Ia menegaskan, anggaran pendidikan tahun 2026 telah disepakati bersama pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR, termasuk rincian peruntukannya.

Menurut Teddy, seluruh program pendidikan strategis pada periode sebelumnya tetap berjalan tanpa ada yang dihentikan. Bahkan, sejumlah program disebut mengalami penguatan dan penambahan cakupan.

Ia menjelaskan, program bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) tetap dilanjutkan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, akses pendidikan juga diperluas melalui program Sekolah Rakyat yang menyasar anak putus sekolah. Program tersebut dilengkapi fasilitas tempat tinggal, pendidikan formal, makan bergizi, serta jaminan kesehatan. Hingga tahun lalu, jumlah peserta didik dalam program itu mencapai sekitar 20 ribu siswa di 166 sekolah, dengan target penambahan 100 sekolah pada tahun ini.

Baca Juga  Infinity 2026 Resmi Dibuka, HIMTI Unimal Gelar Kompetisi Nasional dan Expo UMKM

Di bidang infrastruktur, pemerintah pusat tetap melakukan intervensi meski pengelolaan sekolah menjadi kewenangan pemerintah daerah. Pada 2025, pemerintah merealisasikan renovasi sekitar 16 ribu sekolah dengan anggaran sekitar Rp17 triliun. Selain itu, percepatan digitalisasi pembelajaran dilakukan melalui distribusi 280 ribu unit televisi digital ke berbagai sekolah dan akan terus ditingkatkan.

Terkait kesejahteraan tenaga pendidik, Teddy menyampaikan bahwa meskipun gaji tenaga honorer merupakan kewenangan pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap memberikan dukungan dalam bentuk insentif. Setelah dua dekade, yakni periode 2005–2025, insentif tersebut meningkat menjadi Rp400 ribu. Tunjangan guru non-ASN juga naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta pada 2025. Mekanisme penyaluran pun diperbaiki, dari sebelumnya setiap tiga bulan melalui pemerintah daerah menjadi langsung setiap bulan kepada guru penerima.

Baca Juga  Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Sekolah Berpeluang Kelola Langsung Program Makan Bergizi Gratis

“Tidak ada pengurangan program maupun anggaran pendidikan. Justru yang terjadi adalah penambahan serta penguatan program agar lebih fokus dan tepat sasaran bagi siswa, guru, dan sekolah,” tegas Teddy.

Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta terkait pelaksanaan program MBG dan kebijakan anggaran pendidikan nasional. (EQ)

Share :

Baca Juga

ACEH

RSUD Zubir Mahmud Pastikan Belum Ada Pasien Sesak Napas Akibat Kabut Asap di Aceh Timur

BERITA

Mukhlis Puna Bekali 27 Santri Misbahul Ulum dengan Keterampilan Jurnalistik

ACEH

Perayaan Maulid di Gampong Sagoe Muara Tiga Ricuh, Bendera Aceh Diturunkan Aparat di Area Masjid

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur

ACEH

Banjir Luas Landa 9 Kecamatan di Aceh Tamiang, Tanggul Jebol dan Ribuan Warga Mengungsi

BERANDA

BNPB Update Bencana: Banjir-Longsor Landa Gayo Lues & Aceh Tenggara, Karhutla 63 Hektare di Merauke, Padang Masih Terendam

ACEH

Baitul Mal Aceh Timur Siap Rehabilitasi Rumah dan Beri Modal Usaha untuk Mukhlis di Nurussalam

ACEH

Operasional Pasar Malam di Idi Rayeuk Aceh Timur Dipertanyakan Legalitasnya