Home / ACEH / BERITA / HUKUM

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Peringatan Maulid di Aceh Memanas: Aparat Minta Bendera Bintang Bulan Diturunkan

MEDIALITERASI.ID | BANDA ACEH — Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh dikabarkan diwarnai ketegangan setelah aparat TNI meminta panitia untuk menurunkan bendera Bintang Bulan yang terpasang di lokasi kegiatan.

Peristiwa tersebut beredar di media sosial dan menjadi perbincangan publik, khususnya di Aceh.

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden itu terjadi saat acara Maulid sedang berlangsung. Sejumlah aparat TNI yang hadir di lokasi disebut meminta agar bendera Bintang Bulan yang berkibar di sekitar panggung atau area acara diturunkan. Permintaan tersebut kemudian memicu reaksi dari warga dan panitia yang ada di lokasi, hingga suasana sempat menegang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang detail dari pihak TNI, panitia pelaksana Maulid, maupun pemerintah setempat mengenai kronologi lengkap, lokasi pasti kejadian, dan waktu peristiwa. Video dan narasi yang beredar pun masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Baca Juga  DPRA Meminta BPH Migas Tambah Kuota Biosolar Menjelang Lebaran

Aturan Soal Bendera Bintang Bulan di Aceh

Untuk diketahui, keberadaan Bendera Bintang Bulan di Aceh memiliki landasan hukum khusus. Bendera tersebut diatur sebagai Bendera Aceh berdasarkan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, yang merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan MoU Helsinki 2005.

Namun, dalam implementasinya, penggunaan bendera tersebut diatur secara ketat dan tidak boleh disamakan dengan Bendera Merah Putih sebagai bendera nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri sebelumnya memberikan catatan terkait kesesuaian Qanun tersebut dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Dalam berbagai kegiatan resmi di Aceh, aparat keamanan kerap melakukan penertiban terkait pemasangan atribut dan bendera untuk menjaga ketertiban serta mencegah kesalahpahaman di masyarakat.

Menunggu Klarifikasi Resmi

Pihak Kodam Iskandar Muda maupun Korem setempat diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa ini agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat. Hal yang sama juga diharapkan dari panitia Maulid dan pemerintah gampong/kecamatan tempat kejadian.

Baca Juga  Musisi Aceh Timur Maimunzir Rilis “Gas Beracun”, Suarakan Dampak Dugaan Polusi Industri ke Warga

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sendiri merupakan tradisi yang sangat dihormati di Aceh dan rutin digelar di berbagai daerah sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah.

Aparat keamanan dan masyarakat diharapkan dapat mengedepankan dialog yang humanis dan persuasif, sehingga kegiatan keagamaan tetap berlangsung khidmat, aman, dan kondusif.

http://Medialiterasi.id masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi dan akan memperbarui informasi ini begitu keterangan resmi diperoleh. (*)

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan informasi awal yang beredar di media sosial dengan tagar #aceh #tni. Kami masih melakukan upaya verifikasi dan membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi semua pihak terkait sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Share :

Baca Juga

BERITA

Bikin Bangga! Veda Ega Pratama Finis ke-6 di Moto3 Mandalika, Buktikan Mental Baja di Tengah Tekanan

ACEH

Kapasitas Gedung Terlampaui, Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi Diserbu Jamaah

ACEH

Penuh Haru! H. Maop Gelar Maulid Nabi 1448 H dan Santuni 40 Anak Yatim di Kantor DPW PA Aceh Timur
Galeri Investasi UIA Raih GI BEI Award 2026 Kategori Edukasi dan Pemerataan Informasi

ACEH

Perkuat Literasi Pasar Modal, GI UIA Raih Penghargaan Bergengsi BEI 2026

BERITA

Aceh dan Sumut Masuk Level Siaga Hujan Sangat Lebat, BMKG: Waspada Banjir Bandang dan Longsor 10-12 Oktober

ACEH

Krueng Geukueh Disiapkan Jadi Gerbang Laut Aceh–Malaysia, Rute Penang Dimatangkan

ACEH

Pemerintah Aceh Jamu Ulama dari 21 Negara, Perkuat Peran Aceh sebagai Serambi Mekkah

ACEH

Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II Resmi Dibuka di Aceh, Perkuat Persatuan Umat