Home / BERANDA

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 09:25 WIB

Memilih Atau Dipilih

Maisarah, Merupakan Penulis Kreatif cerpenis dan Mahasiswa PBI FKIP Universitas Malikussaleh

Seorang gadis yang memiliki nama lengkap Rita Zahara biasa di panggil Rita, ia terlahir dari keluarga yang sederhana, Rita merasa hidupnya sudah sempurna, dengan keluarganya yang baik padanya dan Rita mempunyai beberapa sahabat yang peduli dan setia padanya, sekarang usia Rita beranjak lima belas tahun ia  tinggal di Cianjur, Jawa Barat. Selama sembilan tahun bersama orang tuanya.

Rita adalah gadis yang cantik dan ceria, ia berteman dengan tiga sahabatnya yang bernama, Ria,Liza,Icha. Mereka bersahabat selama tiga tahun. Perkenalan mereka dimulai sejak awal masuk di salah satu Sekolah SMP yang ada cianjur. Mereka selalu bersama-sama sampai sekarang, bahkan mereka satu kelas selama tiga tahun berada di sekolah SMP.

Setelah lulus disekolah SMP. Rita bersama sahabatnya itu sedang memikirkan sekolah mana yang ingin  mereka lanjutkan, mereka memilih salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Cianjur juga, saat mereka membahas tentang hal itu. Tiba-tiba mereka merasa aneh dengan salah satu sahabatnya yang bernama Ria, lalu mereka bertanya kepada Ria.

“Ria kamu kenapa?ada masalah apa? Ayok cerita sama kami,”  ujar mereka.

Kemudian Ria menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu,

“Maaf, sebenarnya kita tidak bisa bersama-sama lagi atau bahkan satu sekolah seperti dulu lagi,” ujar Ria.

Mendengar perkataan Ria tersebut. Kemudian tiga sahabatnya itu langsung panik mendengar perkataan dari Ria tadi, tak sempat mereka menanyakanya lagi, tak lama kemudian tiba lah Azan magrib yang dimana mereka harus pulang ke rumahnya masing-masing. kemudian sahabat Ria berkata.

“Ria, besok kita ke taman lagi ya, kami pulang dulu,” Ujar mereka.

“besok kita bahas lagi ya Ria,” Daaaaa.

Kemudian, terbisik dalam hati Ria “mereka berpikir ini semua bercanda, mereka ngak mungkin percaya kalo aku  harus pergi secara tiba-tiba dari mereka”.

“Heummm,yasudahlah,” ucap Ria.

Keesokan harinya Rita mengajak tiga sahabatnya itu ke taman yang ada didekat rumahnya, tapi yang datang cuman Icha dan Liza saja, kemudian Rita bertanya kepada icha, dan Liza, “eh kemana Ria kok ngak datang,” ucap Rita.

“Mungkin lagi dijalan mau kesini,” ucap Icha.

tapi pada saat itu mereka tetap menunggu Ria, mereka berfeeling baik terhadap Ria mungkin Ria telat datang atau mungkin ada kendala lain,

beberapa jam kemudian, Rita, Liza dan Icha, masih ditaman. sambil menunggu ria mereka bercerita,dan Mereke membeli makanan dan makan bersama-sama, selesai mereka makan bersama-sama. beberapa menit kemudian Rita merasa aneh kenapa Ria ngak datang juga, udah beberapa jam mereka menunggu ditaman itu, Rita coba kamu nelpon aja Ria dimana sebenarnya dia” ujar Icha.

drrttt… “maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, “Rita mencoba menelpon Ria beberapa kali. mendengar suara itu Rita langsung panik, ada apa sebenarnya dengan Ria, Rita mencoba menghubungi Ria beberapa kali, tapi tetap nomornya tidak Aktif.

Setelah itu Rita langsung kasih tau kepada Icha dan Liza. bahwa nomor telepon Ria tidak Aktif, kemudian Icha menceritakan kepada Liza dan Rita bahwa dirinya semalam chatting dengan Ria melalui WhatsApp tapi chatnya icha tidak di balas Ria. Mereka bertiga langsung berpikir, apakah Ria ingin memutuskan persahabatan dengan mereka. Setelah itu mereka langsung pulang ke rumahnya masing-masing,

“Yok pulang yok, nanti kita telepon Ria lagi,” ucap mereka.

Pada malam itu, malam yang dimana sorenya mereka telah bertemu ditaman tadi, tanpa Ria.Mereka mencoba menghubungi Ria kembali, tapi Ria tidak mau membalas chat mereka, padahal saat itu jelas-jelas WhatsApp Ria online. Icha dan Liza mencoba chat Ria digrup WhatsApp yang mana grup tersebut dibuat oleh mereka, grup persahabatan Mereka berempat.tetap saja Ria tidak Read chat dari mereka.mereke berfeeling bahwa Ria  sakit. Kalo memang iya Ria sakit, mereka bersepakat besok ingin menjenguk Ria.

***

Keesokan harinya dikota cianjur tersebut, hujan deras. sehingga mereka tidak bisa keluar rumah.sehingga mereka harus menunda untuk pergi ke rumah Ria. pas kebetulan saat itu lagi musim hujan.

Ria dirumahnya sambil menatapi kesedihannya, walaupun berat baginya untuk meninggalkan sahabatnya itu, tapi ia tidak tau mau berbuat apa, karna semua itu keinginan orang tuanya untuk pindah, Ria tidak ingin membuat ke tiga sahabatnya itu bersedih karena dirinya, Ria ingin meninggalkan mereka secara diam-diam. Tapi setelah Ria berpikir itu tidak mungkin. Ria berpikir kenapa ngak dia jujur saja pada mereka yang sebenarnya, Ria berpikir kalo dia jujur kepada mereka tentang hal itu, Ria ingkar terhadap mereka untuk selalu bersama-sama. Ria bingung dia harus memilih atau dipilih.

Memilih untuk tetap bersama mereka atau dipilih orang tua untuk pindah. orang tua Ria memanggil Ria. “Riaa,, masukkan semua  bajumu kedalam tas mu, 2 hari lagi kita berangkat,ujar orang tuanya Ria.

Ria berkata “ma, pa Ria ngak jadi ikut ya” Ria memohon kepada orang tuanya,namun orang tua Ria berkata “tidak bisa nak, emang kamu tinggal sama siapa disini,kamu ikut kami ya,udah kami pesan tiket,ngak boleh dibatal” ujar orang tua Ria.

Beberapa hari kemudian, Ria mencoba menghubungi sahabatnya itu setelah tiga hari mereka tidak menghubungi dirinya, Ria berpikir.”Apa semudah itu mereka melupakan diriku”.kemudian Ria langsung mencoba menghubungi mereka melalui grup WhatsApp mereka,Rita,Icha,dan Liza terkejut tiba-tiba Ria menelpon mereka, Ria mengajak mereka ke taman didekat rumah mereka  karena ada hal yang ingin diceritakan Ria. Setelah itu mereka bersiap-siap untuk pergi ke taman. setelah terkumpul semua disana, Ria langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Rita menanyakan kepada Ria. “kemana aja Ria akhir-akhir ini susah dihubungi” Ria menjawab.

“Aku sebenarnyaaa” ujar Ria. kemudian Icha dan Liza bertanya kepada Ria “sebenarnya Apa Ri, Ayok ngomong sama kami”

Mereka memaksa Ria untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Ria, mengapa ketika mereka membahas tentang hal itu, Ria hanya diam saja. kemudian Ria langsung menceritakan hal apa yang terjadi pada dirinya,

“Kedua orang tuaku mengajak aku pindah atau ikut bersama mereka ke luar kota. bahkan aku disekolahkan disana.” Ucap Ria. Mendengar perkataan Ria tadi tiga sahabatnya itu langsung panik. “Haaa Apa yang benar aja kamu Ri” ucap mereka.

“Iya bener ini semua keputusan orang tuaku. bukan aku, aku sebenarnya ngak mau juga pisah dari kalian,” ujar Ria. Kemudian Rita berkata,” memangnya apa alasan orang tua mu sehingga harus pindah kesana”.

“Ya karna peluang bisnis orang tuaku lebih besar disana, dia pindah kesana karena prospek kerjanya lebih bagus disana”  ujar Ria.

Kemudian, Ketiga sahabatnya tidak bisa menahan kesedihan mereka, karna harus kehilangan satu sahabat Mereke itu, “ngak papa ya, nanti kita bisa masih bertemu lagi kok, kita kan ngk selamanya berpisah, tenang aja nanti aku kesini lagi kok” Ucap Ria,, sambil berpelukan bersama-sama.

“Kalo memang itu masalahnya Ria, kenapa Ria ngak cerita ke kami dari kemaren, kenapa selalu menghindar dari kami” ucap Rita.

“Bukannya aku menghindar atau menjauhi kalian secara diam-diam, hanya saja aku tak berani bilang ke kalian tentang hal itu, kerja kita pernah berjanji untuk bersama-sama selamanya”.

“Yahh, berkurang donk sahabat kita satu lagi,heum apa boleh buat memang takdir kita seperti ini.” ucap Icha.

Kemudian Liza bertanya kepada Ria, “Kapan rencananya kamu berangkat Ri”

“Mungkin dua hari lagi, semua barang-barangku sudah ku packing. maaf ya,, kita tidak bisa satu sekolah lagi sekarang, Aku bingung harus tetap memilih bersama kalian atau bersama orang tuaku yang memaksa diriku tetap bersama mereka.” ujar Ria.

“Ngak papa Ria mungkin ini yang terbaik untuk dirimu, jalanin aja kita pasti bisa kok, jangan lupain kami ya “ujar mereka.

“Iya, tenang aja kok kita tetap bisa komunikasi bareng kok video call, teleponan bareng atau chattingan, atau kapan-kapan aku kesini lagi ya”.Ucap Ria, sambil tersenyum.

“Oke kami tunggu kedatangan mu kesini” ucap Icha,

“kami tak menyangka bahwa hari ini hari terakhir bertemu dengan Ria,” ucap mereka dengan wajah sedih.

Kemudian hari pun mulai sore, Ria berpamitan ingin pulang cepat dari taman itu, karena  orang tuanya menelpon Ria, ada kepentingan yang harus diurus sebelum berangkat, kemudian Ria berpamitan bersama mereka.” Rita, Icha,Liza. Ria Pulang dulu ya, jaga diri klean baik-baik ya, Daaaa, Assalamualaikum” ucap Ria sambil menahan kesedihannya.

“Iya jaga dirimu juga disana ya Ria, ingat kami selalu, jangan pernah melupakan kami, kami sayang Ria, Daaaa. waalaikumussalam”.ucap mereka dengan wajah sedih.

Mereka tak menyangka hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu dengan Ria,begitu singkat pertemuan mereka,Mereka berpikir ini adalah takdir mereka berpisah dengan salah satu sahabatnya itu. sekarang mereka tinggal bertiga, mereka berjanji agar salah satu diantara mereka jangan ada yang pergi lagi.

***

Dua hari kemudian, yang mana hari keberangkatan Ria bersama orang tuanya, ketiga sahabatnya itu datang menemui hari terakhir Ria dicianjur. Mereka datang kerumahnya Ria, pas saat itu Ria lagi packing barangnya yang dibawakan kesana. tiba-tiba datanglah tiga sahabat nya. “Tok..tok.. Assalamualaikum..” ucap mereka ke rumah Ria, mereka berpikir Ria sudah berangkat, “waalaikumussalam”,  sahut orang tua Ria.

Baca Juga  Heboh! Pria Bersenjata Laras Panjang Rampok Toko Emas di Jalan Merdeka Tapaktuan Pagi Hari

“Ada Ria buk?” Ujar mereka.

“Oh ada, masuk nak”.ucap mama nya Ria.

Saat itu, Ria bersama Keluarganya,lagi siap-siap sambil menunggu Taxi Online.untuk menuju ke bandara. Kemudian.

“kaleannnnnnnn…Rindu sama kalean “.ujar Ria sambil tersenyum.

“Kami pun Rindu sama Ria” ucap mereka.

“Btw kapan Ria berangkat”. Tanyak Rita kepada Ria yang lagi beres barangnya.

“Ni bentar lagi,sekitar satu jam lagi lah”, ujar Ria.

Kemudian, Ketiga sahabatnya itu memberikan sebuah bingkisan kepada Ria, sebuah kenangan untuknya dari mereka, agar Rai selalu memgingat mereka. dengan wajah senang Ria mengambilnya, dan mengucapkan terima kasih untuk mereka telah baik kepadanya selama ini.

Tak lama kemudian, Taxi pun datang berhenti didepan rumahnya, kemudian mereka bersiap-siap untuk berangkat. Kemudian, Ria bersama orang tuanya itu berpamitan dengan ketiga sahabatnya itu dan bersalaman dengan orang tuanya Ria. Setelah itu mereka berangkat dan meninggalkan sahabatnya itu

“hati-hatiii Riaa” See you at another time” ucap sahabatnya itu.

“Daaaa…semuanya”Ucap Ria bersama keluarganya itu.

Kemudian tinggallah mereka bertiga, Rita, Icha,dan Liza.

Beberapa hari kemudian Mereke berkumpul bareng disebuah taman yang dekat dengan rumahnya itu, kemudian mereka membahas kembali tentang sekolah mana uang ingin mereka lanjutkan, kemudian salah satu dari mereka yang bernama Rita berkata kepada sahabatnya “Icha Rita,” setelah Liza konfirmasi dengan orang tua Liza, orang tua Liza menyuruh Liza mondok disebuah pesantren  yang ada di kota Cianjur yang nama ponpes tersebut PESANTREN MIFTAHUL HUDA AL-MUSRI. Orang tuaku menyuruh diriku untuk melanjutkan pendidikan selanjuntya disitu, sekolah sambil mondok  disana.atau biasa disebut Boarding Scholl.

Mendengar perkataan Liza  seperti itu,Icha dan Rita panik, mengapa satu persatu berpisah tidak seperti janji mereka pada awalnya, kemudian Liza berkata kedua sahabatnya itu.

“guys kenapa kita ngak bareng-bareng aja sekolah disana, nanti kita bisa satu kamar bertiga, makan tidur bareng sekolah bareng”, ujar Liza kepada mereka dengan wajah santai. Kemudian Rita jawab “maaf, bukannya kami tidak mau kesana, Liza tau kan keadaan orang tua kami yang tidak memungkinkan, biaya awal masuk kesana mungkin butuh biaya yang banyak, sedangkan pendapatan parang tua kami ngk banyak”,

“Iya, apalagi orang tua ku yang lagi sakit-sakitan, tidak bisa berkerja keras lagi, ini aja balita hidup kami kadang-kadang dibiayai oleh saudara kami yang jauh yang baik disaat. Untuk bantu beli obat kadang-kadang” ujar Icha dengan wajah sedihnya.

Kemudian, mendengar perkataan dari Rita dan Icha, Liza sedih, liza merasa beruntung dengan dirinya yang memiliki keluarga yang punya penghasilan lebih.di satu sisi dia ingin sekolah disana apalagi dengan dukungan orang tuanya, di sisi lain dia tidak ingin pisah dengan sahabatnya yang sudah alam. Bersma mereka, sahabat yang susah dicari seperti mereka. apalagi ingkar dengan janji yang pernah mereka bilang selalu bersama. Mereka tidak menyangka jika suatu saat nanti mereka harus berpisah dan Tidak ada lagi kata persahabatan diantara mereka, mereka berpikir jika pergi satu persatu diantara mereka, pasti yang pergi itu akan menemukan yang baru.dan pasti melupakan yang lama.

Kemudian setelah itu, Rita dan Icha masih tak percaya dengan keputusan Liza yang tadi, bukankah dulu dia yang bilang apapun ceritanya, keadaanya mereka tetap bersatu.

Setelah itu dua hari kemudian hari yang mana hari pengambilan formulir di sekolah-sekolah, Rita mengajak Icha dan Liza untuk mengambil formulir masuk ke SMA yang ada di Cianjur yang lumayan dekat dengan rumah mereka. kemudian Rita menghubungi icha.

Drrtt…..”Hallo ca,ca yok kita ambil formulir bareng yok,”ujar Rita.

“Iya, boleh tapi sebentar lagi ya, Icha lagi belik obat buat ayahnya icha, karna mmaknya Icha lagi jualan keripik,” jawab Icha.

“Oh iya oke ca, semoga cepat sembuh ya,ayah ya icha.nanti Rita tunggu didepan ya,nanti icha kesini aja” ucap Rita.

“Iya ok ya, tunggu ya” jawab Icha.

Kemudian Rita menelpon Liza,

Drrtt……”maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi”

“Kemana Liza ini, kok nggak aktif nomornya” ucap Rita sambil menunggu Icha.

Rita mencoba menghubungi Liza kembai, setelah beberapa kali dihubungi nomornya Liza tetap tidak aktif,dan  WhatsApp nya Liza pun tidak online.Rita berpikir mungkin Liza ketiduran.

Beberapa menit kemudian, datanglah Icha menghampiri Rita yang menunggunya disitu,Icha bertanya kepada Rita, “kemana Liza Tania,biasanya dia on time selalu”, ucap Icha.

“Udah Rita hubungi beberapa kali, tau nomornya tidak aktif” ucap Rita.

“Haaa,,,nggak aktif, apa mungkin dia tidur ya?” bisa jadi juga sih.yok nyamperin dia kerumahnya yok ta,pastiin aja”.ucap Icha.

“Ayok” ucap Rita.

Setelah itu mereka langsung menuju kerumahnya Liza yang tak jauh lagi dari posisi mereka yang tadi, sesampainya di rumahnya Liza, nampaknya pintu rumahnya Liza tertutup rapat, yang biasanya sering terbuka, mereka mencoba untuk menghampiri rumahnya Liza lebih dekat.

“Tok.tok..tok.Assalamualaikum..lizaa” ujar mereka, Icha dan Rita.

Beberapa kali mereka mengetok pintu rumahnya Liza, nampaknya tidak ada orang. mereka bingung sebenarnya kemana Liza, biasanya kemana pun Liza pergi Liza kasih tau kepada mereka.

Tiba-tiba setelah beberapa menit kami menunggu didepan rumahnya Liza, datanglah seorang ibu-ibu, sepertinya tetangganya liza, untuk menghampiri kami yang sudah menunggu didepan rumahnya Liza dari tadi, kemudian ibuk itu berkata kepada kami, “dek, nunggu siapa?” Tanya ibu tu kepada mereka. kemudian mereka menjawab

“Nunggu Liza Bu ,,mohon maaf buk, lizanya ada nggak dirumahnya buk, kallo ibu tau” ucap mereka,

“Maaf dek, liizanya ngak ada dek, dia sudah pergi dari tadi”. Ujar ibu itu.

“Oh ya bu, kalo boleh kami tau kemana ya Bu, lizanya pergi” ucap Rita .

“Yang ibu tau lizanya pergi dari tadi pagi bersama orang tuanya ke ponpes MIFTAHUL HUDA AL-MUSRI  tadi mau ikut tes katany ,beberapa hari yang lalu,mereka sudah mengambil formulirnya, hari ini hari pengembalian formulir, sekalian sama ikut tesnya dek,, emangnya Adek nggak tau kawannya Liza kan,, nggak dikasih tau”  Ujar ibu itu (tetangganya liza)

“Oh nggak Liza kasih tau kami buk, kalo ia ke ponpesnya langsung, cuman kemaren yang Liza  bilang orang tuanya menyuruh Liza melanjutkan pendidikan selanjutnya Liza kesana,” ujar mereka.

“Oh ya udahlah nak ya, nunggu aja hubungi aja liza, inuk pamit dulu ya” ucap ibu itum

“Iya baik bu, terima kasih banyak ya bu, untung ada ibu tadi” ucap mereka.

“Iya sama-sama, ibu pergi dulu ya nak,” ucap ibuk

“Iya hati-hati buk” ucap Mereka.

Setelah itu mereka merasa kecewa dengan liza yang diam-diam tidak kasih tau mereka bahwa dia benar-benar mengikuti perkataan orang tuannya, ya bagi mereka nggak papa sih, asalkan jangan seperti ini tanpa kabar,

Icha chat Liza melalui WhatsApp nya,karena kecewanya dia kepadanya. “Eh Liza, kalo bosan bilang jangan menghilang” kata-kata icha ngechat Liza. Rita yang kecewa sekali dengan liza, Rita tidak mau menghubunginya lagi, karena sudah beberapa kali dihubungi nomornya tidak aktif dari tadi.

Beberapa menit kemudian, chat nya Icha dibalas Liza, dengan kata-kata “maaf,,maksudnya apa ya,,”

Seolah-olah Liza tidak merasa bersalah, setelah itu Liza menghubungi mereka melalui grup WhatsApp, tapi sayangnya whatshap nya mereka tidak online.

Liza mencoba menelpon Rita, tapi Rita Reject, dan Liza mencoba menelpon Icha, tapi nomor Icha sedang dalam panggilan lain. Liza sudah mengerti apa yang dimaksud mereka, dan Liza ingin minta maaf kepada mereka. tapi nomor mereka tidak bisa dihubungi.Liza merasa bersalah dengan mereka.

Detik-detik pengumuman hasil tes ujian masuk ponpes tersebut, ternyata Atas nama Liza Riani tersebut LULUS tahap tes, orang tuannya Liza merasa senang karena anak-anak itu lulus, sementara Liza yang kurang senang dengan kenyataan sekarang ini, karena harus meninggalkan sahabatnya dengan cara seperti itu, sementara orang tuanya yang memaksa dirinya untuk tetap kesana. Dia dilanda kebingungan bagaimana dengan keadaan seperti ini sekarang, dia merasa menyesal setidaknya dia kasih tau mereka terlebih dahulu, jangan dengan cara seperti ini, dan dia tidak menyangka bahwa dirinya lulus, karena banyak anak-anak disana mengharapkan lulus diponpes tersebut, tapi ada sebagian yang tidak lulus. Diposisi Liza yang sudah lulus tes tersebut, tidak mungkin baginya untuk mengundurkan, dia tau pasti orang tuanya kecewa dengannya, dia tidak ingin jadi anak durhaka kepada orang tuanya. Sesudah semuanya selesai, hanya tinggal menunggu jadwal masuknya saja, kapan.

Kemudian, Liza pulang kerumahnya dengan keluarganya, ditengah perjalanan Liza mencoba menghubungi mereka kembali tapi nomor mereka tidak aktif, dan Liza ngechat Icha ” Minta maaf, karna Liza nggak nengok hp tadi,hp Liza off tadi,” ujar  Liza

Baca Juga  Bunda PAUD Aceh Timur Wujudkan PAUD Bermutu

Tiba-tiba mereka membalas pesan dari Liza dengan kata “iya Liza kami ngerti kok” ujar icha

Disitu Liza merasa aneh, Pasti mereka tau dengan semua ini. Kemudian Liza menulis pesan di grup WhatsApp mereka “Rita Icha kalean dimana, ke taman yok ada yang mau aku omongin, pliss datang ya maafin aku ya” ucap Liza.

“Oke tunggu kami” membalas chat dari Liza.

Rita dan Icha dengan baik hatinya ingin mendengar penjelasan dari Liza, mereka pergi ketaman, tiba-tiba ditengah perjalanan mereka menuju ke taman, hp Icha bunyi ,orang menelponnya nomor yang tidak dikenal. Disitu Icha panik, awalnya Rita tidak mau mengangkatnya, Rita berkata “Angkat saja ca,siapa tau penting” ujar Rita.

Tapi Rita tetap saja tindak mengangkatnya dia mencurigai nomor masuk yang nggak jelas, karena keseringan seperti itu, tapi anehnya nomor yang tidak dikenal itu menghubungi Rita beberapa kali, disitu Rita merasa aneh kenapa sebenarnya, kalo memang iya nomor Asing pasti satu kali atau dua kali ini udah beberapa kali, dan Kemudian Icha mengangkat telpon dari nomor yang tidak dikenal itu.

“Hallo, apakah ini bener Icha anaknya buk Ririn.?” Ucap bapak tersebut

“Iya pak saya, ada apa ya pak” ujar Icha

” Maaf ibunya kecelakaan di jalan rajamandala sekarang sudah dibawa ke RS Bhayangkara Cianjur, datang saja secepatnya kesisni” ujar bapak tersebut

Kemudian setelah mendengar kabar dari bapak itu, Hp Icha langsung jatuh, panik dan syok berat,kemudian Rita sahabat yang berada didekatnya itu langsung merangkul icha, kemudian mereka bersama-sama  RS untuk menjenguk ibuk nya itu, Icha yang sedang nangis itu memikirkan kondisi ibunya saat itu,setelah itu tibalah Icha dan Rita RS itu, mereka langsung ke UGD yang mana tempat dirawat ibunya itu. Ibunya yang terbaring lemah disitu dengan kondisi yang tidak memungkinkan Icha tak sanggup melihatnya, Rita mencari tau kenapa bisa seperti ini, pas kebetulan bapak yang menelpon Icha tadi masih disitu, Rita mensnyakan kepada bapak itu,

“Pak, bagaimana kejadian sebenarnya terhadap ibu nya Icha pak” ujar Rita

” Bapak kurang tau juga dek, bapak bukan saksi mata juga dek, bapak sekedar di jalan tu, bapak tengok ada ibuk-ibuk disitu yang terbaring, tadi juga banyak orang -orang disitu, kata orang-orang disitu ngak ada yang tanggung jawab sepertinya kejadian tabrak lari, orang yang menabrak ibu tersebut lari begitu saja, seperti itu dek, pas kebetulan ada mobil bapak jadi anak menolongnya membawa kerumahnya sakit ini”. Ujar bapak yang menolong ibu Icha.

“Makasih banyak ya pak, untung saja ada bapak yang membawanya kesini” Ucap Rita

“Iya nak, sama-sama, sekarang bagaimana keadaan ibunya Icha” ucap bspsk tersebut.

“Sedang diperiksa pak, tapi ibunya Icha belum terlalu sadar” ucap Rita.

Tiba-tiba dokter yang memeriksa ibunya Icha tersebut keluar dari ruang UGD, mereka menunggu kabar dari dokter tersebut tentang bagaimana keadaan ibunya Icha.

“Mohon maaf ini keluarganya ibu Ririn” ucap dokter tersebut

“Iya dok, bagaimana keadaan ibu saya” ujar Icha

” Maaf sebelumnya, ibu Ririn mengalami kelupuhan, jadi Bu Riarin untuk beberapa waktu kedepan harus diwmrwat nginap dulu, saya permisi dulu” ucap dokter tersebut.

Mendengar perkataan dokter tersebut icha langsung panik dan terasa jiwanya hancur, sementara ayahnya yang berobat jalan, dan ditambah dengan ibunya dengan kondisi saat ini mengalami kelempuhan. Ditambah lagi dengan biaya hidup mereka yang kurang. Rita sahabatnya itu tak tega melihat Icha seperti itu, kmeudian ibu nya Icha dipindahkan ke ruang nginap, perawat disitu menyuruh mereka untuk mengurus keperluan dan suara administrasi di rumah skait itu

“Keluarganya ya, tolong urus administrasi dan keperluan lainnya” ucap perawat tersebut.

Untungnya saat itu bapak yang menolong ibunya Icha itu masih disitu, bapak itu bisa dikatakan bapak yang kaya dan baik, untuk sementara bapak itu membantu mengurus surat administrasi ibu nya Icha tersebut. Icha tak menyangka bahwa ada orang baik yang membantu ibu nya itu. Icha merasa beruntang Budi dengan bapak tersebut. Bapak tersebut tau bahwa kondisi Icha saat ini yang tak punya apa-apa.

“Sebentar ya dek, bapak mau urus surat-suratnya dulu” ucap bapak tersebut.

” Baik pak, pak sebelumnya terima kasih banyak ya pak, kami tak melupakan kanaikan bapak, jika kami punya uang nanti kami ganti ya pak, terima kasih banyak pak” ujar Icha

“Iya nggak papa nak, ini memang kewajiban kita sesama manusia saling membantu” ujar bapak tersebut.

Setelah itu, ibunya Icha dengan kondisi yang tidak terlalu sadar, dan jiwa  Icha yang merasa terpukul oleh keadaan,yang ada disisinya saat itu sahabatnya itu Rita. Kemudian Liza menelpon mereka, tapi tidak ada yang mengangkat nelpon dari Liza, Liza mencurigai ada apa dengan mereka,

“tadi suruh nunggu di taman. tapi dari tadi nggak datang juga mereka.kemana mereka, apa mereka ngeprank aku” Ujar Liza.

Drrt…. Tiba-tiba, Rita menghubungi liza yang mungkin menunggu mereka di taman itu,

“Hallo Liza, maaf kami tidak bisa kesitu, Icha mengalami musibah, ibu nya Icha mengalami kecelakaan dan sekarang di rawat Di RS Bhayangkara, maaf kami tidak sempat menghubungi liza tadi” ujar Rita menelpon Liza

Mendengar perkataan Rita tadi, Liza kaget mendengar nya,

“Oh iya, Innalilahi, nggak papa, Liza kesana ya” ucap Liza

Kemudian Liza menuju ke RS tersebut, dan menjumpai mereka, Liza melihat icha Dnegan kesedihan yang sangat mendalam. kemudian Liza meminta maaf kepada mereka atas perbuatannya. Dengan keadaan seperti itu, mereka tidak ingin membahas lebih lagi tentang hal itu,

“Liza, Rita, Maaf ya Icha tidak bisa masuk sekolah tahun ini, Icha mausk sekolah tahun depan saja,dikarenakan kondisi Icha sekarang tidak memungkinkan”.

Mendengar perkataan itu dari Icha mereka merasa bersalah dengan keadaan. Terutama Liza, Liza meminta maaf kepadanya. Rita berkata. “Icha jangan kamu mengambil keputusan seperti itu, kita cari akan keluar sama-sama kami selalu ada untuk Icha”.

“Jangan, ini keputusan Icha yang terbaik, tenang saja nanti kita pasti akan bersama-sama kok” ujar Icha sambil tersenyum.

Mereka tidak bisa berkata apa-apa dengan kondisi seperti itu, mungkin ini adalah mereka. terpisah oleh keadaan. Sedetik Berlalu Adalah Masa Lalu.

Dan pada akhirnya Rita memilih sekolah SMaa yang ada di Cianjur,dan dengan Liza dipilih oleh orang tuanya untuk tetap tinggal di ponpes, apalagi sudah lulus tes. Dan Dnegan icha, dengan kondisinya yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan sekolah tahun ini, dia harus merawat orang tuanya.dan dengan Ria yang sekarang memilih tinggal diluar kita bersama orang tuanya itu.

Setiap orang berbeda nasib dan takdirnya, walaupun mereka berjanji untuk selalu bersama-sama,

***

Beberapa hari kemudian, hari yang mana hari pertama masuk sekolah, Rita yang memilih mausk sekolah SMA yang ada di Cianjur, Pada hari Senin Rita memulai aktivitas yang baru,sesudah libur panjang, Rita masuk kelas MIPA, bagi Rita beradaptasi dengan lingkungan sekolah memang mungkin tak terlalu butuh proses yang lama, apalagi Rita seorang anak yang Ramah, dan baik. Tetapi bagi Rita untuk memulai suatu yang baru itu butuh proses yang lama. Saat itu banyak anak-anak yang ingin kenalan sama Rita, ada dua tiga orang anak, dua cewek dan yang satu cowok. Dimna mereka ingin kenal lebih dengan Rita. Rita yang sifatnya pendiam itu susah itu di ajak ngomong. Sepertinya mereka baik, Rita trauma dengan sahabat yang pernah ninggalin dia.

Keesokan harinya, Rita disapa oleh anak-anak yang kemaren dia ajak ngomong dengannya, kemudian Rita bertanya kepada mereka “Siapa nama panggilan klean” sambil tersenyum

“Nama saya Raihan anjani, biasa dipanggil Raihan, saya anak MIPA 2″ ujar Raihan yang ingin berteman lebih dengan Rita,

” Nama saya Putri Andini, bias dipanggil putri, kita kan satu kelas” ujar putri sambil senyum.

“Nama saya Zainal fuzi, biasa dipanggil zaii, saya anak MIPA 2″ ujar Zai anak cowok itu.

” Nama saya saya Rita Zahara, Biasa dipanggil Rita, anak MIPA 1, sekelas sama Putri” ujar Rita.

Rita bingung untuk memulai sebuah persahabatan yang baru. Dengan mereka yang baru kenal. Tapi Rita Nyakin mereka baik, Rita bingung apa harus memilih mereka untuk jadi sahabat Rita atau dipilih mereka untuk dijadikan Rita sebagai sahabatnya, Rita bingung apalagi disitu ada zaii dia cowok. Berteman dengan cowok memang asik, tapi terlalu asik tidak bagus. Rita pernah dengar yang namanya pertemanan dengan cowok lama-lama lama pasti menimbulkan perasaan lebih. Bukan hanya sebatas teman lagi. Tapi yasudahlah, apapun yang terjadi kedepannya itu takdir nantinya..

Bersambung….

Reporter : JA | Photo : Kartun | Editor : Juni Ahyar

Share :

Baca Juga

ACEH

Rp435,32 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatera Cair, Aceh Utara Dapat Rp328 Miliar: Benarkah Sampai ke Warga?

ACEH

LITERASI BENCANA: Hampir Setahun Berlalu, 222 Ribu Jiwa di Aceh Timur Masih Menanti Jadup dan Isi Hunian di Tahap 10

BERANDA

Data Terbaru BPBD: Kerusakan Gempa Bogor M 4,1 Melonjak dari 17 Jadi 253 Rumah

BERANDA

Bukan Didepak, Ini Alasan Nama Veda Ega Pratama Hilang di Daftar Sementara Moto3 2027

BERANDA

Mendagri Berhentikan Bupati Gowa Sitti Husniah, Darmawangsyah Muin Ditunjuk Sebagai Plt Bupati

ACEH

RSUD Zubir Mahmud Pastikan Belum Ada Pasien Sesak Napas Akibat Kabut Asap di Aceh Timur

ACEH

Perayaan Maulid di Gampong Sagoe Muara Tiga Ricuh, Bendera Aceh Diturunkan Aparat di Area Masjid

ACEH

Waspada! Langit Idi Rayeuk Mulai Berkabut, Asap Tebal dari Palembang dan Jambi Sampai ke Aceh Timur