Home / EDUKASI

Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:29 WIB

Gen Z Mulai Meninggalkan Penggunaan Bahasa Aceh

Photo: Juni Ahyar Akademisi, Praktisi, Pakar Bahasa, dan Peneliti Pendidikan

LHOKSEUMAWE – Akademisi, Praktisi, Pakar Bahasa, dan Peneliti Pendidikan Juni Ahyar mengatakan bahwa sekarang ini banyak generasi muda Aceh sudah merasa malu dan enggan berkomunikasi menggunakan bahasa Aceh sebagai identitasnya hal ini berdasarkan laporan long form sensus penduduk 2020, penggunaan bahasa daerah Aceh berkurang di kalangan post gen Z yang lahir 2013 ke atas dibandingkan generasi pre boomer (sebelum 1945). “Penggunaan bahasa daerah Aceh oleh post gen Z (2-9 tahun) sebesar 64,36 persen, angka ini jauh berkurang dibandingkan generasi pre boomer (di atas 75 tahun) yang jumlahnya mencapai 89,93 persen,”.

Juni yang sedang meneliti mengenai Bahasa Aceh di Aceh Utara mengatakan, penggunaan bahasa Aceh secara berangsur-angsur menurun pada generasi selanjutnya, misalnya pre boomer (mulai usia 77 tahun) sebesar 89,93 persen, lalu pada baby boomer (58-76 tahun) sebesar 85,72.

Kata Juni, angkanya terus menurun pada generasi gen X (42-57 tahun) sebesar 82,27 persen, millenial (26-41 tahun) 79,76, gen Z (10-25 tahun) sebesar 74,77 persen, dan generasi paling muda post gen Z (2-9 tahun) jumlahnya turun lagi menjadi 64,36 persen, “Penggunaan bahasa daerah Aceh baik di keluarga maupun, tetangga atau kerabat menunjukkan persentase yang semakin menurun, ini akan terus terjadi apabila tidak diantisipasi dengan pembelajaran bahasa Aceh kepada generasi muda Aceh,” ujar Juni.

Baca Juga  Hari Pendidikan Nasional 2026: Ketika Pendidikan Mengejar Simbol, Bukan Substansi

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Wilayah I Provinsi Aceh Essi Hermaliza, mengatakan bahwa degradasi penggunaan bahasa daerah tidak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga hampir terjadi di seluruh dunia.

“Menurut data UNESCO saja, 50 persen dari 6.000 bahasa di dunia terancam punah, 527 atau 17,6 persen dari bahasa yang dimaksud ada di Asia Tenggara,” katanya.

Sedangkan di Indonesia, lanjut dia, berdasarkan hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) atau sekarang yang sudah berganti nama Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) terdapat 169 dari 746 bahasa daerah yang ada di Indonesia terancam punah. Dengan jumlah penutur kurang dari 500 orang.

Selain itu, kata Essi, ancaman kepunahan juga terjadi pada bahasa Aceh karena kebiasaan baru masyarakat yang memperkenalkan Bahasa Indonesia sejak lahir sebagai bahasa ibu atau mother tongue.

Baca Juga  Bupati Al- Farlaky Buka Pelatihan Pupuk Organik 

“Ini kajian mahasiswa pascasarjana perguruan tinggi di Aceh tahun 2019 menunjukkan degradasi penggunaan bahasa daerah yang signifikan,” ujarnya.

Menurutnya, terkait persoalan itu perlu ditanamkan kembali rasa bangga menggunakan bahasa lokal melalui serangkaian langkah inovatif. Bila perlu, adanya sebuah aturan penggunaan bahasa daerah oleh Pemerintah Aceh.

“Diinternalisasikan lagi agar benar-benar menyentuh ke generasi muda yang pengaruh budaya asing lebih tinggi lagi dibanding generasi lebih tua,” katanya.

Essi menambahkan, pihaknya juga telah mengusulkan bahasa daerah di provinsi Aceh ini menjadi sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia untuk melindungi, mengembangkan dan dimanfaatkan sebagai objek pemajuan kebudayaan.

Juni Berharap kelak akan ada langkah nyata dari pemimpin Aceh untuk pelestariannya (bahasa daerah),” dan muatan lokal belajar Bahasa Aceh lebih ditingkatkan lagi untuk menghindari dari kepunahan Bahasa daerah (Aceh) demikian.

Reporter : JA | Photo : Ist Editor : Juni Ahyar

Share :

Baca Juga

EDUKASI

Dari Penilaian ke Asesmen, dari Hukuman ke Disiplin Positif: Menguji Wajah Baru Pendidikan Indonesia

EDUKASI

Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Ekonomi Syariah FEBI UIA Kantongi Akreditasi Unggul

BERANDA

Salah Kaprah! Tidak Ada SEA Games 2026, Ini Bedanya SEA Games dan Asian Games

EDUKASI

Luka Hati Tak Kunjung Sembuh? Ini 5 Cara Sehat Bangkit dan Pulih Secara Perlahan

EDUKASI

Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Digitalisasi, Dosen UIA Menyapa Desa Wisata Sade

BERITA

Presiden Prabowo Hadiri 100 Tahun Gontor, Tekankan Pendidikan, Kemandirian Pangan, dan Kedaulatan Maritim

BERITA

IKA UIN Sultanah Nahrasiyah Periode 2026–2030 Bentuk Jaringan Alumni hingga Luar Negeri

ACEH

Sambangi Museum Tsunami Aceh, Wamenpar Ni Luh Puspa Puji Storytelling Edukator