MEDIALITERASI.ID | LIBON — Sebuah pernyataan panjang yang mengatasnamakan megabintang Cristiano Ronaldo terkait polemik di tubuh Timnas Portugal viral di media sosial, Kamis (09/10/2026). Pernyataan tersebut mengklaim sebagai klarifikasi langsung dari Ronaldo soal masalah internal bersama pelatih baru Timnas Portugal pasca Piala Dunia 2026.
Pernyataan itu pertama kali dibagikan oleh akun bernama Derek Katey Caesar dan langsung menyebar luas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari akun media sosial pribadi Cristiano Ronaldo maupun Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) terkait keaslian pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan yang beredar itu, sosok yang mengatasnamakan Ronaldo mengaku sudah menyiapkan surat perpisahan untuk rakyat Portugal usai Piala Dunia 2026. Namun, ia menyebut Presiden Federasi Portugal memintanya untuk tetap bertahan di tim nasional.
“Seperti yang sudah saya janjikan, saya akan menjelaskan semuanya secara langsung dan apa adanya. Setelah Piala Dunia 2026, saya sebenarnya sudah menulis surat untuk rakyat Portugal,” tulis pernyataan tersebut.
Ia kemudian membeberkan kronologi pertemuannya dengan pelatih baru di Cidade do Futebol. Dalam pertemuan itu, pelatih disebut telah menyusun rencana khusus untuknya, termasuk hanya akan memainkan Ronaldo di pertandingan pertama dan terakhir demi menjaga kondisi fisik.
Polemik disebut memanas saat tur tandang ke Norwegia dan Denmark. Ronaldo mengaku menolak usulan untuk tidak ikut dalam laga tandang tersebut karena merasa sebagai kapten, ia harus tetap bersama tim meski tidak bermain.
“Saya adalah kapten Portugal. Hanya karena saya tidak bermain di pertandingan tandang, bukan berarti saya harus meninggalkan tim,” demikian kutipan dalam pernyataan viral itu.
Puncaknya terjadi saat laga di Norwegia. Ronaldo mengaku diminta pelatih untuk siap bermain selama 30 menit, namun hingga pertandingan usai ia tidak kunjung dimainkan setelah melakukan pemanasan panjang di pinggir lapangan.
“Semua orang tahu apa yang terjadi setelah itu. Saya melakukan pemanasan setelah babak pertama. Saya menunggu… menunggu… tapi saya tidak pernah dimainkan. Pelatih mengingkari perkataannya kepada saya,” tulisnya.
Dalam pernyataan itu, Ronaldo juga disebut meminta maaf kepada suporter Portugal karena tidak menyapa fans usai laga tersebut dan memilih meninggalkan pemusatan latihan (TC) karena merasa kepercayaan kepada pelatih telah rusak.
Ia bahkan menyebut sempat ada kesepakatan dengan pelatih agar sang pelatih meluruskan kronologi sebenarnya di depan media, termasuk mengakui bahwa rencana rotasi pemain adalah keputusan pelatih sendiri, bukan permintaan Ronaldo, serta mengakui kesalahan karena menyuruh Ronaldo pemanasan tanpa dimainkan.
“Ketika kepercayaan sudah hilang, semuanya berubah. Saya merasa keberadaan saya justru bisa merugikan tim,” bunyi pernyataan tersebut.
Di akhir pernyataan, sosok yang mengatasnamakan Ronaldo menegaskan masih ingin bermain untuk Portugal selama kondisi fisiknya masih memungkinkan, serta siap menerima konsekuensi atau hukuman atas keputusannya meninggalkan TC.
“Selama kondisi fisik saya masih bagus, saya masih bermain untuk klub, masih mencetak gol, dan setelah menjalani hukuman apa pun yang diberikan, saya akan tetap siap bermain untuk Portugal,” tutupnya. (*)
Catatan Redaksi: Hingga kini, pernyataan panjang tersebut belum terverifikasi kebenarannya melalui kanal resmi Cristiano Ronaldo di Instagram @cristiano, maupun laman resmi Federasi Sepak Bola Portugal. Pembaca diimbau untuk menunggu konfirmasi resmi dari pihak terkait. MEDIALITERASI.ID akan terus memperbarui informasi jika ada pernyataan resmi dari Ronaldo atau FPF.
Sumber: Media Sosial (Akun Derek Katey Caesar) – Belum terverifikasi resmi.







