Home / ACEH / BERANDA / BERITA / EDUKASI / SOSIAL

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:48 WIB

Perjuangan Pembaca Kompas Wujud: SDN Teumpeun Aceh Timur Dibangun Ulang Pasca Banjir 2025

MEDIALITERASI.ID | ACEH TIMUR – Ratusan rupiah dari pembaca Harian Kompas di seluruh Indonesia akhirnya jadi tembok dan atap baru SDN Teumpeun. Rabu 24/6/2026, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky bersama Ketua TP-PKK Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky meletakkan batu pertama. Donasi pembaca Kompas yang dikelola Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas jadi tulang punggung pembangunan.

Sekolah ini hancur dihantam banjir besar Aceh Timur 2025. Kini target rampung awal Desember 2026. SDN Teumpeun dipilih jadi proyek pertama Dana Kemanusiaan Kompas untuk tiga provinsi terdampak di Sumatera.

Dari koran ke fondasi sekolah

Adi Prinantyo mewakili Dana Kemanusiaan Kompas menjelaskan dana pembangunan bukan dari perusahaan semata. “Ini murni donasi pembaca Harian Kompas. Setiap pembaca yang menyisihkan uangnya lewat kupon, transfer, atau kotak donasi, terkumpul jadi proyek ini,” katanya.

Aceh jadi lokasi pertama yang menerima bantuan. Setelah Teumpeun, giliran Tapanuli Tengah, Sumut dan Kabupaten Agam, Sumbar. Satu program lagi disiapkan di Pidie Jaya.

Bagi Kompas, Aceh bukan wilayah baru. Sejak pra-tsunami 2004 hingga pascatsunami, pembaca Kompas konsisten menyalurkan donasi kemanusiaan. Kali ini fokusnya pendidikan anak SD karena dianggap fondasi masa depan.

“Kami memprioritaskan pendidikan dan kesehatan anak usia SD. Sekolah baik, bersih, fasilitas layak, itu harapan pembaca Kompas agar anak Aceh Timur dapat ruang belajar lebih layak untuk meraih masa depan,” ujar Adi.

Baca Juga  Eks Kombatan GAM dan Ratusan Perempuan Peureulak Dukung Pasangan SAH

Adi juga mengapresiasi Pemkab Aceh Timur dan pembaca Kompas yang mempercayakan donasi melalui yayasan.

Bupati: Donasi pembaca investasi SDM

Bupati Al-Farlaky menyampaikan terima kasih kepada manajemen Harian Kompas dan para pembaca.

“Atas nama Pemkab dan seluruh masyarakat, kami ucapkan terima kasih kepada manajemen Harian Kompas dan para pembaca Kompas yang telah mendonasikan dana kemanusiaannya untuk Aceh Timur,” kata Al-Farlaky.

Pemilihan SDN Teumpeun lewat survei akses dan distribusi material bersama Kompas, konsultan, dan dinas. Sekolah akan dibangun total, plus rumah guru agar tenaga pengajar betah.

Ia meminta keuchik dan warga jaga proyek ini. “Tidak boleh ada yang menghambat. Ini hasil perjuangan pembaca Kompas untuk anak-anak kita. Jika perlu lahan, mari bantu bersama,” tegasnya.

Al-Farlaky berharap sekolah baru ini jadi investasi jangka panjang SDM Aceh Timur. “Kita ingin menghadirkan sekolah yang nyaman, aman, dan berkualitas. Generasi dari sekolah baik akan jadi modal utama Aceh lebih maju,” pungkasnya.

Hadir Forkopimda, guru, tokoh masyarakat, dan warga Peureulak Barat yang menyaksikan hasil perjuangan donasi pembaca Kompas jadi nyata.

Jejak Donasi Pembaca Kompas di Aceh

1. Sejak Tsunami 2004

Donasi pembaca Harian Kompas ke Aceh dimulai pasca tsunami 26 Desember 2004. Lewat Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, pembaca menyalurkan bantuan darurat: makanan, tenda, air bersih, obat-obatan. Dana terkumpul dari kupon donasi di koran dan transfer pembaca seluruh Indonesia.

2. Fokus Pendidikan & Kesehatan Anak 

Baca Juga  Polsek Patumbak Amankan 'AS' Pelaku Pencurian Sepeda Motor Sadis

Setelah fase darurat, pembaca Kompas konsisten memilih pendidikan dan kesehatan anak SD sebagai prioritas. Sejumlah sekolah darurat dan ruang baca dibangun di pesisir Aceh. Pos kesehatan anak juga didirikan di beberapa titik pengungsian.

3. Pasca Banjir 2025

Banjir besar 2025 melanda Aceh, Sumut, Sumbar. Pembaca Kompas kembali berdonasi lewat Dana Kemanusiaan Kompas. SDN Teumpeun jadi proyek pertama. Dana pembaca dipakai bangun ulang sekolah lengkap dengan rumah guru. Target rampung Desember 2026.

4. Jangkauan Lebih Luas 

Setelah Aceh, donasi pembaca Kompas lanjut ke Tapanuli Tengah, Sumut dan Kabupaten Agam, Sumbar. Satu program lagi disiapkan di Pidie Jaya. Polanya sama: pembaca donasi, Kompas kelola, pemerintah daerah dan warga kawal pembangunan.

5. Makna di Balik Donasi 

Bagi warga Aceh Timur, donasi pembaca Kompas bukan sekadar semen dan bata. Itu bentuk solidaritas pembaca yang mungkin tak pernah ke Aceh, tapi peduli lewat koran yang mereka baca setiap pagi. Dari meja baca jadi ruang kelas. Dari donasi jadi masa depan anak Aceh. (AYD)

Share :

Baca Juga

ACEH

Guru Besar USK: Jabatan Publik Bukan Harta Warisan, Jangan Hanya Bagi Jabatan Sementara Rakyat Melarat

HUKUM

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB Melebar, KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif

ACEH

Rp435,32 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatera Cair, Aceh Utara Dapat Rp328 Miliar: Benarkah Sampai ke Warga?
Wisuda 227 Lulusan, UIA Berikan Apresiasi Prodi Unggul Hadiah Umrah

BERITA

Penguatan Mutu Menuju 2030, UIA Gelar Wisuda Angkatan XXXVIII di Kampus Paya Lipah

ACEH

LITERASI BENCANA: Hampir Setahun Berlalu, 222 Ribu Jiwa di Aceh Timur Masih Menanti Jadup dan Isi Hunian di Tahap 10

ACEH

ABEH UBEE ABEH: Slogan Persiraja yang Harus Dibuktikan di Atas Lapangan, Bukan Sekadar Tulisan

BUDAYA

Kritik Budaya Literasi Semu, Teuku Muhammad Jamil Ajak Ubah Kebiasaan Berbagi Tautan Jadi Berbagi Pemahaman

BERITA

DPN Indonesia dan Pagar Nusa Siapkan 2.000 Beasiswa PKPA bagi Kader Sarjana Hukum