Home / FIGURE

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:55 WIB

Profil Mojtaba Khamenei Pimpinan Tertinggi Iran Terbaru

Medialiterasi.id | Teheran – Mojtaba Khamenei adalah ulama dan tokoh politik Iran yang dikenal berpengaruh di balik layar kekuasaan Republik Islam Iran meskipun tidak pernah memegang jabatan pemerintah resmi. Ia lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, Iran, sebagai putra kedua dari Ali Khamenei, yang menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 hingga wafatnya pada awal 2026.

Mojtaba dibesarkan dalam lingkungan keluarga ulama yang sangat dekat dengan revolusi dan struktur kekuasaan Republik Islam. Sejak usia muda, ia menjalani pendidikan agama di seminari Qom, pusat studi utama ulama Syiah di Iran. Di Qom, ia belajar dan kemudian mengajar, meskipun tidak memiliki reputasi sebagai seorang ulama terkemuka secara akademik.

Baca Juga  Musisi Aceh Timur Maimunzir Rilis “Gas Beracun”, Suarakan Dampak Dugaan Polusi Industri ke Warga

Dalam beberapa dekade terakhir, Mojtaba dikenal memiliki jaringan kuat dengan korps keamanan dan militer ideologis Iran, khususnya Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan milisi Basij. Hubungan ini memberi dia peran strategis dalam struktur kekuasaan meskipun berada di luar lembaga formal pemerintahan. Ia sering digambarkan sebagai figur kunci yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan di Kantor Pemimpin Tertinggi.

Namanya mulai banyak disebut publik setelah sejumlah pemilihan presiden di Iran, terutama pada 2005 dan 2009, ketika berbagai pihak menuduhnya menggunakan jaringan kekuasaan untuk memengaruhi hasil politik. Tuduhan yang sama juga muncul di tengah protes besar pasca pemilu 2009, yang kemudian dikenal sebagai “Gerakan Hijau”

Baca Juga  Masuk Istana Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Klaim Sikap Tetap: Dari "Radical Break" ke "Enak di Dalam"?

Mojtaba sempat dikaitkan dengan kemungkinan menjadi penerus ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi, terutama karena pengaruhnya di kalangan konservatif dan hubungan eratnya dengan IRGC. Namun, peluang tersebut dinilai kontroversial karena sistem politik Iran tidak mendukung pewarisan kekuasaan turun-temurun dan karena gelar keagamaannya belum setara dengan yang biasanya dimiliki para pemimpin tertinggi Republik Islam.

Meski jarang tampil di ruang publik, Mojtaba tetap menjadi figur penting dalam perbincangan tentang struktur kekuasaan Iran dan masa depan politik negara tersebut baik di kalangan pengamat internasional maupun dalam diskursus domestik. (EQ)

Share :

Baca Juga

BERANDA

Viral Klarifikasi Panjang Cristiano Ronaldo Soal Drama di Timnas Portugal, Singgung Janji Pelatih dan Kepercayaan yang Rusak

FIGURE

Kisah Nek Tu: 18 Tahun di Hutan Peureulak, Dari Wakil Panglima GAM Hingga Wakil Ketua DPR Aceh

FIGURE

Alm Musliadi Bin Teungku Rusli, Sosok Pemuda Pembela HAM Aceh yang Diculik dan Dibunuh di Usia 25 Tahun

BERANDA

Masuk Istana Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Klaim Sikap Tetap: Dari “Radical Break” ke “Enak di Dalam”?

BERANDA

DPR Sahkan Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo

FIGURE

Salip Gautam Adani, Pendiri TikTok Zhang Yiming Jadi Orang Terkaya di Asia dengan Harta US$105 Miliar

FIGURE

Bupati Al-Farlaky Turun Langsung Perjuangkan Bantuan Korban Banjir, Kedekatannya dengan Warga Viral

ACEH

Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Raih Serambi Award 2026 Kategori Pemimpin Inovator Transformasi Fiskal