Home / BERITA

Rabu, 29 Mei 2024 - 08:01 WIB

MPAL dan Laskar Lampung Indonesia Kembali Geruduk Polda Lampung

MEDIALITERASI.ID | BANDAR LAMPUNG – Ketua MPAL dan Ketum Laskar Lampung Indonesia kembali mengumpulkan tokoh tokoh adad dan ormas di kediaman ketua MPAL Propinsi Lampung jalan Nusa Indah, Pahoman, Bandar Lampung. Selasa (28/05/2024)

Pemilihan monyet menjadi maskot pada pilkada balam beberapa waktu yang lalu menuai polemik dan kontrasepsi yang beragam dari tokoh adat masyarakat Lampung.

Ketua MPAL Lampung , sutan segala ratu Menyampaikan, dirinya merasa sedih dan prihatin ketika dibeberapa media, menyatakan KPU dan penyeimbang adat sudah mengadakan perdamaian, hal itu disampaikan sambil menunjukan peta Lampung sebelum adanya republik, dimana berbentuk karesidenan Bandar Lampung berpusat di teluk Betung, Lampung Tengah di kota metro dan Lampung Utara di Kotabumi.

Sutan Segala Ratu menyampaikan, dirinya juga akan menyampaikan polemik maskot pada Pilkada yang lalu ke Komisi lll DPR RI. Menurutnya pihaknya masih memiliki waktu untuk mengajukan pengajuan gugatan kepada KPU Bandar Lampung.

” Intinya permasalahan ini harus tuntas baik pembuktian ke dalam persidangan. Dalam prinsip adat, tidak ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan, baik secara adat maupun dengan aturan yang berlaku di Indonesia..” jelasnya

Baca Juga  Seorang Nelayan di Julok Ditemukan Meninggal Dunia di Laut

Sunan nero juga menyarankan agar tokoh adat melakukan pertemuan dengan KPU,

“Harus mengundang semua tokoh-tokoh adat Lampung se- Lampung dan sesuai adat Lampung perdamaian dengan memotong kerbau di patung gajah. Namun kenyataannya himbauan dari ketum LLI tidak dihiraukan oleh KPU. Mereka (KPU) dan beberapa yang mengaku mewakili tokoh adat melakukan perdamaian sendiri dan isinya pun kami tidak tau persis oleh sebab itu hari ini diundang semua untuk memusyawarahkan hal ini.

“KPU dan beberapa orang yang mengaku wakil warga adat mengadakan kesepakan perdamaian dengan memberikan keris untuk bentuk permohonan maafnya, yang mana sebelumnya sudah ada kesepakan memotong kerbau di patung gajah”, ungkapnya

Sedangkan ketua MPAL metro Andry Munawar
Sepakati dulu pelanggaran apa dulu yg dilakukan oleh KPU dan dengan beberapa barang bukti.
Ada dua jalur hukum yg dilakukan, peradilan adad dan peradilan hukum, karena peradilan adad sudah dihapus tapi dibeberapa kesaksian dan marga ada peradilan adad sendiri. Dalam laporan hukum ada bentuk pencemaran nama baik dan pelecehan di dalam adat seperti launching maskot monyet berpakaian adat, Kopiah mas, dan Selendang adat  Pakaian

Baca Juga  Lawan Argentina dan Wasit FIFA": Peringatan Lamine Yamal Jelang Final Piala Dunia 2026

Dari pubian diwakili oleh Edison pubian gelar Sultan nyukang penyeimbang, kita ingin liat itikad baik dari KPU untuk penyelesaian adad nya, sedangan permasalahan hukum pelecehan pakaian adad harus diselesaikan di APH, baik dari tingkat Polsek sampai ke Polda karna delik hukumnya jelas.

“Ketua KPU harus diganti apabila tidak bisa menyelesaikan secara adat, muari atau motong kerbau di sesat agung sebagai bentuk permohonan maafnya ketua KPU dengan seluruh tokoh-tokoh adat yang ada di Lampung ini,” tegasnya

Kuasa hukum Gunawan menilai maskot monyet di gunakan KPU melanggar norma-norma adat Lampung. Karateristik kita dianggap seperti monyet, pasal yang digunakan 151 ayat 1, Barangsiapa yg membuat maskot/simbol di media massa yang mengandung unsur kebencian, penghinaan dan memecahbelah. Sudah jelas ada pelanggaran”, tambahnya lagi. (**)

Share :

Baca Juga

BERANDA

BREAKING NEWS: Hunian Mewah di Lapas Cibinong Terbongkar, 5 Pejabat Dinonaktifkan

BERANDA

Persiraja Kalah Beruntun, Dekgam Copot Jaya Hartono dari Kursi Pelatih

ACEH

Pilunya Tgk. Muhammad Safrizal: Gubuknya Roboh Diterjang Banjir Bandang, Setahun Berlalu Belum Tersentuh Bantuan

ACEH

Kunjungan Haru Ketua Baitul Mal ke Gampong Bandrong, Rumah Ibu Aniati Akan Dibangun Tahun 2027

ACEH

Fakta Video Bantah Hoax! Bupati Aceh Timur Al-Farlaky Selalu Temui Pendemo, Video Call Saat di Luar Daerah

BERANDA

Salah Kaprah! Tidak Ada SEA Games 2026, Ini Bedanya SEA Games dan Asian Games

BERANDA

3 Drama Paling Dramatis di SEA Games 2025 Thailand: Dari Comeback Vietnam Hingga Tangis Voli Putra Indonesia

BERANDA

Membedah Kontroversi Sepang 2015: Pelajaran Fair Play dari Duel Rossi vs Marquez