Home / OPINI

Rabu, 22 Maret 2023 - 03:57 WIB

HARGAILAH ORANG LAIN, MESKI PANDANGAN HIDUP KITA BERBEDA

Oleh :
Dr. Drs. T.M. Jamil TA, M.Si
Pengamat Sosial, USK, Banda Aceh

Pembaca yang Dicintai Allah Swt. Izinkanlah saya untuk menuliskan kembali Kisah Ketika saya menjadi “penceramah” dan ini sebuah moment penting yang pernah terjadi dalam perjalanan karir akademik saya beberapa tahun yang lalu. Saya berharap kisah ini dapat memberikan iktibar, pelajaran dan manfaat bagi insan yang berhati mulia. In Sya Allah.

PERISTIWA INI terjadi pada saat dan waktu yang relatif sudah sangat lama. Tapi, bagi saya pribadi, realitas dan kisah itu masih perlu untuk diungkapkan lagi dalam rangka menyambut Ramadhan tahun ini agar kita bisa menghargai kehidupan dan kisah “masa lalu” kita masing-masing. Seberapa hebat-pun kita saat ini, mungkin di masa lalu kita bukan siapa-siapa. Kita bisa seperti hari ini karena jasa dari orang lain di masa lalu. Kita mengakui atau tidak, itulah fakta sejarah yang tak pernah bisa menipu setiap insan yang memiliki hati yang bersih dan mulia dalam penilaian Allah Azza Wajalla. Masya Allah …

Saya sendiri agak lupa persisnya, tapi kira-kira itu terjadi pada pertengahan tahun 1989, saat saya bertugas dan ditugaskan di Kecamatan Simpang Kiri, Subulussalam Kabupaten Aceh Selatan waktu itu (Sekarang sudah Menjadi Kota Subulussalam) atas Kepercayaan Mahaguru saya, Bapak Prof. Dr. Bahrein T. Sugihen, MA (Coordinator Team Leader Social Economic pada saat itu) dan Saya ditunjuk sebagai Staf Ahli Credit Spesialist dalam Proyect Technical Support Team (TST), yang merupakan proyek kerjasama Antara Universitas Syiah Kuala, Kanwil Transmigrasi Aceh dan Negara Donor (USA-Perancis), kegiatan itu berlangsung di Kantor Transito Subulussalam (Dahulu Kota ini Masih Kabupaten Aceh Selatan).

Sebuah proyek untuk memberdayakan warga Transmigrasi khususnya, dan warga masyarakat sekitar pada umumnya. Tugas kami dan saya pribadi dalam proyek tersebut adalah mendidik dan membimbing masyarakat agar mampu mandiri dengan usaha bertani. Kegiatan tani yang kami pilih adalah menanam kelapa sawit. Alhamdulillah, hati kami bahagia karena program itu masyarakat Subulussalam saat itu, mungkin juga saat ini telah bisa hidup dengan lebih baik atas izin Allah Swt.

Baca Juga  APBD Disandera : Dari Uang Rakyat ke Panggung Hedonisme Pejabat

Lalu, dicelah-celah kesibukan pokok kami juga bergaul dan membina hubungan baik dengan warga masyarakat lainnya, termasuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial. Nah, secara kebetulan Waktu itu saya diberikan waktu hanya sekitar 7 menit untuk dapat mengisi acara dan menyampaikan Ceramah Buka Puasa Bersama pada kegiatan “BUBER” yang diadakan oleh Project TST dengan mengundang sejumlah wartawan, karyawan, staf, dan tokoh-tokoh masyarakat dan warga masyarakat setempat.

Selesai saya menyampaikan ceramah singkat, Secara tiba-tiba, Advissor Project, Mr. Dennis, Laki-laki tampan Blesteran Inggeris dan Malaysia, datang menyalami saya dan mengatakan, “Pak TM, terus terang saya suka dengan materi yang bapak sampaikan hari ini walaupun saya beda agama dan keyakinan dengan bapak”. (Untuk diketahui saja bahwa Mr Dennis, Beragama Kristen-Katolik). Lalu atas ucapan Mr. Dennis itu, saya hanya mengucapkan terima kasih Pak Dennis, atas atensinya semoga Tuhan memberkatimu … (Sehabis Acara, Sayapun menghadiahkan sebuah Al Quran – terjemahan kepada Mr. Dennis untuk Oleh-oleh dibawa pulang ke Inggeris).

Bagi saya Fenomena ini dapat dipahami bahwa ketika kita mampu dan mau menghargai seseorang, meskipun hanya dalam waktu sesaat dan pandangan hidup kita berbeda. Insya Allah, kitapun pantas dihargai dan dihormatinya atas izin Allah…

Waktu itu memang dalam ceramah saya selama 7 menit yang sangat pendek itu, saya menyampaikan : “Hadirin sekalian siapapun kita, dan apapun agama kita maka kebutuhan utama dan kebutuhan dasar kita sebagai manusia adalah sama.” Kebutuhan utama kita sebagai manusia setidak tidaknya ada 3 hal yang perlu kita penuhi. Pertama : Kita semua butuh mengenal dan mengetahui siapa Tuhan atau Allah yang telah menciptakan kita semua dan kehidupan di alam semesta ini seluruhnya. Kita meyakini Dia pasti Maha Sempurna sifat-sifat-Nya. Pasti Dia adalah Dzat Yang Maha Sempurna. Kedua : Kita butuh mengetahui bagaimana cara mendekatkan diri kepada-Nya, memohon dan meminta kepada-Nya, berdo’a dan beribadah kepada-Nya. Dan Ketiga : Kita selalu membutuhkan petunjuk-Nya agar kita bisa mengatur kehidupan yang kita jalani ini dengan sebaik baiknya.

Baca Juga  Muhammadiyah Hindari Fitnah Tambang

JUJUR saja, Saya pribadi merasa materi itu biasa-biasa saja, tetapi mungkin karena ketiga hal yang saya sebutkan dalam ceramah itu dirasa oleh siapapun yang mendengar dan hadir pada acara buka puasa tersebut, adalah sesuatu yang benar-benar mereka yakini sebagai kebutuhan dasar mereka walaupun mereka berbeda agama dengan saya, maka salah satu di antara yang datang kemudian memberikan apresiasi tulus seperti yang telah saya sebutkan di atas itu. Informasi terakhir saya terima tahun 2002, bahwa Mr. Dennis telah mengucapkan Dua kalimah Syahadat dan Memeluk Agama Islam. Alhamdulillah, semoga beliau tetap istiqamah dalam imannya. Aamiin.

Sahabatku, Yang Mulia dan Disayang Allah. Oleh karena itu, saya selalu merasa percaya diri menyampaikan untuk pesan-pesan fundamental kehidupan yang ada dalam kitab suci-Nya Al-Qur’an, asal kita bisa memilih cara menyampaikan dan berbahasa yang BENAR, BIJAKSANA, dan TETAP MENGHARGAI MEREKA, serta dengan pembawaan diri yang penuh PERCAYA DIRI, TULUS, dan SANTUN. Insya Allah, Berkah. Semoga Tulisan ini bermanfaat. Amin3x, Ya Rabbal Aalamin.

Banda Aceh, 22 Maret 2023

Share :

Baca Juga

HUKUM

Ketika Klien Bertanya: Memahami Hak dan Peran Advokat dalam Perkara Hukum

OPINI

Untuk Para Pakar Yang Dianggap Goblok, Jangan Pernah Kapok

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

ACEH

Maulid Nabi di Pulo Gajah Mate Meriah dengan Zikir dan Rapai, Tgk. Asnawi Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah SAW

OPINI

Pergantian Menkeu Tanpa Penjelasan

OPINI

Mengembalikan Kedigdayaan Samudera Pasai Melalui Pengembangan Ekonomi Maritim 

EDUKASI

Jangan Langsung Mengajar: Mengapa Lima Menit Pertama Menentukan Semangat Belajar Siswa

ACEH

Wacana Provinsi Samudera Pase Menguat, Warga Utara-Timur Aceh Dorong Pemerataan Pembangunan