Home / OPINI

Senin, 29 September 2025 - 15:40 WIB

Kebijakan Arogan Bobby Nasution: Diskriminasi Plat BL Memantik Luka Lama Aceh–Sumut

Oleh: Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Pasee Aceh

OPINI – Kebijakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang membatasi operasional truk berplat BL (Aceh) di wilayah Sumut adalah langkah keliru dan penuh arogansi. Kebijakan ini tidak hanya diskriminatif, tetapi juga berpotensi menimbulkan gesekan horizontal yang merusak keharmonisan sosial antara masyarakat Aceh dan Sumut.

Sejarah mencatat, praktik diskriminasi berbasis plat kendaraan pernah terjadi di Aceh pada masa lalu. Saat itu, kendaraan berplat BK (Sumut) sering dirazia di sejumlah kampus di Aceh. Namun, Aceh memilih menghapus praktik tidak sehat tersebut demi menjaga hubungan antardaerah. Ironisnya, kebijakan diskriminatif justru dihidupkan kembali di Sumut dengan dalih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Bek lah atra awai nyan dipeulaku lom di Aceh enteuk” (Jangan sampai hal-hal yang pernah terjadi di masa lalu kembali diperlakukan di Aceh pada masa sekarang), tegas Munawir Sadli, Koordinator Luar Daerah FKM Pasee Aceh.

Baca Juga  TPP PNS Aceh Dipangkas 16,87 Persen, Pemprov Fokus Pemulihan Pascabencana

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan razia terhadap truk berplat BL di kawasan Panjur Batu, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (28/9/2025). Aksi ini jelas menunjukkan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat, dan hanya menampilkan wajah arogan pemerintah daerah.

Padahal, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan secara tegas menekankan asas keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antarwilayah (Pasal 5 ayat 3). Lalu lintas seharusnya menjadi sarana untuk mendukung potensi ekonomi nasional, bukan alat diskriminasi daerah.

Lebih ironis lagi, Bobby Nasution sebelumnya pernah mengingatkan agar “plat BK tidak anti BL dan sebaliknya.” Namun, ucapannya kini terbantahkan oleh kebijakan yang justru memperkuat sekat antardaerah dan berpotensi menghidupkan kembali trauma lama, termasuk konflik sosial yang pernah mengusik hubungan Aceh–Sumut.

Atas kebijakan diskriminatif ini, kami menyatakan:

1. Menolak dengan tegas pembatasan operasional truk berplat BL di Sumut.

Baca Juga  Presiden Perlu Juga Menyerap Pendapat dan Saran Lebih Banyak Dari Elemen Masyarakat Lainnya

2. Mendesak Gubernur Sumut segera mencabut kebijakan tersebut karena tidak memiliki dasar hukum.

3. Meminta Bobby Nasution memberikan klarifikasi resmi dan terbuka kepada publik.

4. Mengajak Pemerintah Pusat serta aparat penegak hukum turun tangan agar kebijakan daerah tidak bertentangan dengan undang-undang maupun semangat persatuan NKRI.

Kebijakan diskriminatif ini bukan hanya melukai Aceh, tetapi juga merusak sendi kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika dibiarkan, ia berpotensi melahirkan keresahan sosial, diskriminasi ekonomi, bahkan segregasi antardaerah.

FKM Pasee Aceh menegaskan komitmennya untuk mengawal isu ini hingga ke tingkat nasional. Kami siap membangun solidaritas dengan elemen mahasiswa lintas provinsi dan mengonsolidasikan aksi bersama jika kebijakan ini tidak segera dicabut.

Kami mengingatkan Gubernur Sumut: jangan bermain dengan sentimen antardaerah. Indonesia dibangun di atas semangat persatuan. Kebijakan yang diskriminatif hanya akan melukai rakyat, merusak integrasi, dan mengoyak kepercayaan antarwilayah.

Senin, 29 September 2025

Share :

Baca Juga

OPINI

Opini Guru Besar USK: Bendera Bintang Bulan Aceh dan Ujian Kepastian Hukum Negara

OPINI

Waktu Akan Membuktikan: Penjilat Pergi Saat Kepentingan Habis, yang Tulus Tetap Setia

OPINI

Kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam Spektrum dan Lanskap Polri Bersama Masyarakat dan Bhayangkara Negara

EDUKASI

Dari Penilaian ke Asesmen, dari Hukuman ke Disiplin Positif: Menguji Wajah Baru Pendidikan Indonesia

HUKUM

Ketika Klien Bertanya: Memahami Hak dan Peran Advokat dalam Perkara Hukum

OPINI

Untuk Para Pakar Yang Dianggap Goblok, Jangan Pernah Kapok

OPINI

ANALISIS: Dua Gerbang Energi Dunia Terkunci, Indonesia Waspada Krisis Logistik Global

ACEH

Maulid Nabi di Pulo Gajah Mate Meriah dengan Zikir dan Rapai, Tgk. Asnawi Ajak Generasi Muda Teladani Rasulullah SAW