Informasi Kami

Alamat : Jln. Line Pipa, Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh

We Are Available 24/ 7. Call Now.

Oleh :

T.M. Jamil
Associate Profesor
Akademisi dan Pengamat Politik, USK, Banda Aceh.

SERATUS ENAM BELAS TAHUN YANG LALU – Tepatnya, tanggal 20 Mei 1908 – digalang kekuatan oleh para pemuda di wilayah Indonesia ini untuk menyatukan suatu Tekad “Bangkit Dari Keadaan Sebagai Bangsa Terjajah”. Rentetan perjuangan yang disertai dengan gelimpangan pengorbanan yang tidak terhitung berujung pada tercapainya satu tujuan, yaitu “MERDEKA”. 17 Agustus 1945 akhirnya kita sampai pada satu tujuan tersebut bahwa bangsa Indonesia sudah tidak lagi terjajah. Kita telah menjadi bangsa yang MERDEKA. Ya Kita telah Merdeka dari Penjajah. Akankah Perjuangan kita Selesai?. Marilah Sejenak Kita Untuk Merenung!

Kita sudah bangkit, infrastruktur sudah lengkap, sekolah sudah tersebar sampai ke pelosok pedesaan, masyarakat sudah menikmati listrik, telepon, internet serta segudang kemajuan yang lainnya. Kita terus membangun sejak Orde Lama, Orde Baru, Reformasi hingga kini. Terhadap kemajuan Pembangunan Fisik, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Pemerataan (kecuali kawasan tertentu terutama di Timur Indonesia) sangat diakui bahwa Indonesia yang sejak 17 Agustus 1945 telah merdeka kini menjadi Negara Berkembang yang sangat diperhitungkan oleh bangsa lain. Kita sangat pantas untuk berbangga. Tapi, MASIH TERSISA sebuah pertanyaan bodoh – Bagaimana Pula Dengan Moral Masyarakat Bangsa Ini, Baik Rakyat Biasa Maupun Yang Jadi Pejabat?

BARANGKALI – INILAH YANG MENJADI BAHAN RENUNGAN KITA DALAM MEMPERINGATI HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN INI :

PERTAMA, Masyarakat di negeri ini masih banyak yang sangat miskin dari sisi ekonomi bahkan lebih celaka lagi banyak di antara mereka yang memiliki mental yang sangat memprihatinkan yaitu selalu mengharapkan bantuan padahal memiliki potensi untuk bangkit dari kemiskinannya. Ini terbukti dari berbagai program yang digulirkan berujung pada kegagalan karena bantuan yang diberikan selalu dimusnahkan ketika sudah diterima bukan digulirkan.

KEDUA, Pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi seluruh masyarakat tidak diimbangi dengan sistem penyelenggaraan yang memadai sehingga menghasilkan proses dan hasil pendidikan di sekolah yang bersifat formalitas, sekolah dimaknai sebagai bagian yang harus dilewati pada usia tertentu selama waktu tertentu dan harus selesai dengan “mengantongi” ijazah dengan tanpa mempertimbangkan apa yang terbaik harus didapat dari proses pendidikan di sekolah. Kondisi ini melahirkan generasi yang “penuh dengan tanda tanya” yang apabila dibandingkan dengan bangsa lain, rata-rata kualitas lulusan SMA di negeri ini kalah dengan lulusan dari negara maju. Ini memang sangat parah, meskipun memang tidak semuanya.

KETIGA, Masyarakat secara umum masih banyak yang tidak memiliki budaya “do the best”, kompetitif, prosedural dan disiplin terhadap tata etika dan aturan formal kehidupan bernegara di negeri ini sehingga banyak melahirkan budaya kolusi serta kongkalingkong dengan pejabat.

KEEMPAT, Banyak para pejabat yang memiliki kewenangan banyak yang menyalah- gunakannya, tidak menganggap bahwa jabatan dan kewenangannya sebagai amanat dan memaknai bahwa dirinya adalah pelayan bagi masyarakat. Penyalahgunaan wewenang yang melahirkan Kolusi, Korupsi, Nepotisme menghiasi keseharian negeri ini.

Karena Itu dan Hari Ini, 20 Mei 2024 Adalah Hari Kebangkitan Nasional – Akankah Hanya Sekedar Dijadikan Seremonial Belaka Hanya Sekedar Apresiasi Terhadap Jasa Para Pahlawan Pada Waktu Itu? Ataukah Akan Dimaknai Bahwa Hari Ini Dan Selanjutnya Negeri Ini Harus BANGKIT Untuk Memperbaiki : Pertama. Moral dan akhlak masyarakat serta pejabat. Kedua, Tatanan kehidupan perekonomian dan sosial masyarakat. Ketiga, Sistem pemerintahan yang bersih dan amanah. Keempat, Sistem pendidikan yang akan melahirkan generasi cerdas dan bermoral, dan Kelima, Keterpurukan bangsa ini menjadi Bangsa yang Maju dan diperhitungkan?

Mari Kita Merenung Untuk dapat menjawab berbagai pertanyaan dan permasalahan bangsa dengan kejujuran hati kita masing-masing“, Insya Bermanfaat.

Banda Aceh, 20 Mei 2024


editor

Medialiterasi.id Portal Media Informasi, Edukasi dan Peradaban Dunia. Melihat Fakta dengan Cara Berbeda Aktual dan Terdepan dalam Menyajikan Beragam Peristiwa di Seluruh Pelosok Nusantara.