Informasi Kami

Alamat : Jln. Line Pipa, Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh

We Are Available 24/ 7. Call Now.

Medialiterasi.id | SUMENEP, — petani di kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengeluhkan kelangkaan pupuk selama tiga pekan terakhir, Terhitung sejak tahun 2023. Bahkan, sejumlah petani mengeluhkan kualitas tanaman mereka yang menurun imbas kelangkaan pupuk tersebut.

“Sejak tiga minggu terakhir ini mau nyari (membeli) pupuk susah, kita petani terpaksa meminta (pupuk) ke teman yang masih menyimpan stok lama meskipun sedikit,” kata salahsatu petani asal Legung timur Kecamatan Batang-batang kepada media ini, Selasa (16/1/2024).

Ia menduga, kelangkaan pupuk di wilayahnya ada kongkalikong kios dan Kapoktan yang mencoba bermain dengan cara menjual pupuk Subsidi guna meraup keuntungan yang lebih besar.

Masak, petani sudah masuk ke kelompok dan terdaftar di RDKK tidak menerima pupuk mas.

Sekarang sengsara Pupuk mas di kios, entah Dijual kemana ya?. Biasanya pupuk itu dikeluarkan sebelum hujan, cair dan cair tapi ketika musim kemarau langka begini. “Ungkapnya.

Padahal, saat ini petani yang ada di kecamatan Batang-batang seringkali mengalami kelangkaan pupuk, namun masih ada oknum yang dengan tega menjual pupuk bersubisidi ke Luar wilayah setempat.

“saya sangat menyayangkan, petani kita sering sekali mengalami kelangkaan pupuk. Pupuk sering langka, kok malah jual,” Jelasnya.

Ia menilai, dengan adanya dugaan kasus tersebut, seolah menjawab persoalan yang kerap dipertanyakan oleh masyarakat, tentang alasan mengapa ketersediaan pupuk bersubsidi tidak dapat memenuhi kebutuhan petani setempat.

Menurutnya, hal itu sangat merugikan para petani di Kabupaten Sumenep, yang telah membanting tulang untuk bekerja di sawah, demi menghasilkan komoditi-komoditi pertanian yang berkualitas.

“Ini seolah menjawab kenapa terjadi kelangkaan pupuk, jelas sangat merugikan petani kita. Sudah banting tulang, malah dihadapkan dengan masalah seperti ini,” lanjutnya.

Dirinya juga mendesak, agar aparat penegak hukum dapat memberikan tindakan tegas bagi para pelaku, serta tidak membiarkan kasus penyimpangan tersebut berlarut-larut, dengan mempertimbangkan nasib para petani Sumenep.

“Tolong segera ditindak tegas, diusut siapa pelakunya dan jangan dibiarkan berlarut-larut. Sekali lagi, kasihan petani kita,” tandasnya.

Sementara itu, Pewarta berupaya untuk konfirmasi ke kios setempat namun tidak punya akses hingga berita ini dinaikkan. (*)


editor

Medialiterasi.id Portal Media Informasi, Edukasi dan Peradaban Dunia. Melihat Fakta dengan Cara Berbeda Aktual dan Terdepan dalam Menyajikan Beragam Peristiwa di Seluruh Pelosok Nusantara.