Informasi Kami

Alamat : Jln. Line Pipa, Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh

We Are Available 24/ 7. Call Now.

SAMALANGA – Balai berkonstruksi kayu yang sering dimanfaatkan untuk tempat salat di tanah wakaf Muhammadiyah Samalanga, di Gampong Sangso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen diduga  dibakar oleh orang tidak dikenal pada Selasa subuh (30/05/2023).

Sumber api yang melalap bangunan tersebut, belum dapat dipastikan. Namun, kuat dugaan bangunan itu sengaja dibakar oleh pihak tertentu.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Samalanga, Ustaz M. Yahya Arsyad yang dihubungi wartawan melalui telepon selularnya, Selasa siang ,belum terhubung.

Salah satu warga yang tidak ingin disebut namanya itu, mengaku ikut memadamkan kobaran api sedang melalap balai yang selama ini sering dimanfaatkan untuk tempat salat warga Muhammadiyah di Samalanga.

“Saat itu, kami sedang menuju Meunasah Sangso untuk salat subuh berjamaah. Saya melihat kobaran api di tanah wakaf milik Muhammadiyah yang tidak jauh dengan rumah saya. Kemudian kami empat orang langsung ke lokasi untuk memadamkan api,” ujarnya.

Selaku saksi yang berada di lokasi, warga Gampong Sangso tersebut menyebutkan, hanya bagian lantai dan beberapa bagian lainnya yang terbakar. Dirinya juga tidak mengetahui persis sumber apinya, namun dirinya menduga balai itu dibakar oleh OTK.

Menyikapi kejadian ini, Kapolres Bireuen, AKBP Mike Hardy Wirapraja yang ditemui wartawan di lobi Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Selasa siang, membenarkan kejadian tersebut.

“Betul. Tadi sudah saya kirim anggota ke lokasi untuk mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Kapolres.

Menyangkut penyebab terbakarnya bangunan tersebut, Kapolres mengaku, belum dapat memastikannya.

“Penyebabnya sedang kita selidiki. Kalau nanti ditemukan ada unsur kesengajaan (dibakar) akan kita proses,” tegas Mike Hardy Wirapraja.

Sebelumnya sejumlah kejadian yang pernah terjadi di lokasi tersebut seperti pembakaran tiang masjid, menghambat jalur masuk dengan meletakkan batu besar di jalan, dan kasus terakhir perusakan plang nama PCM Samalanga juga sudah dilaporkan ke Polres Bireun meski sampai saat ini belum ditetapkan tersangka pelakunya.

“Masih diproses. Kecuali kasus pembakaran tiang masjid, karena terkendala saksi,” pungkas Kapolres. [Kontributor : Muadi Buloh]


editor

Medialiterasi.id Portal Media Informasi, Edukasi dan Peradaban Dunia. Melihat Fakta dengan Cara Berbeda Aktual dan Terdepan dalam Menyajikan Beragam Peristiwa di Seluruh Pelosok Nusantara.