Informasi Kami

Alamat : Jln. Line Pipa, Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh

We Are Available 24/ 7. Call Now.
Photo Mahasiswa PMM-2 MN Kelompok 4 Beumeuhase Sedang Mencicipi Masakan Peunajoh Aceh di Samudera Pase pada Sabtu (26/11/2022)

ACEH UTARA – Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM-2) Modul Nusantara melakukan kegiatan Kebinekaan Hari Kuliner: “Peunajoh Aceh di Samudera Pasai Melakukan lomba memasak makanan khas Aceh, pada Sabtu (26/11/2022). Kegiatan tersebut dihadiri dosen Modul Nusantara PMM-2 Kelompok 4 “Beumeuhase”, Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd. dan Mentor/LO Rizky Amanda.

Juni Ahyar mengatakan mahasiswa secara berkelompok memasak makanan khas Aceh yang berbeda sesuai pembagian yang ditetapkan dosen. Seperti Kuah Pliek U, kari kambing, ungkot keumamah, kuah masam keuueng, bubur kanji rumba, sie reuboh, dendeng Aceh, selain membagi dua kelompok mahasiswa MN untuk lomba memasak, untuk keompok 1 memasak kari kambing dan kelompok 2 memasak kuah pliek U selain lomba memasak makanan khas Aceh mahasiswa PMM-2 Modul Nusantara kelompok 4 Beumeuhase juga diperkenalkan makanan khas Aceh lainnya seperti:

1.      Mie Aceh Salah satu ikon makanan khas Aceh yang paling tersohor adalah Mie Aceh. Disajikan dalam dua varian, yaitu digoreng dan juga menggunakan kuah, kuliner tradisional Aceh ini dilengkapi dengan berbagai pilihan topping mulai dari Kepiting, Daging sapi, dan seafood.

2.      Martabak Aceh Makanan asal Aceh yang populer selanjutnya adalah Martabak Aceh. Berbahan dasar roti cane sebagai kulitnya, membuat martabak ini berbeda dengan martabak pada umumnya. Dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas, kuliner khas Aceh ini bisa menjadi camilan tepat untuk menemanimu menyeruput kopi.

  1. Meuseukat Makanan tradisional khas Aceh selanjutnya ini akan mengingatkanmu dengan dodol karena bentuk dan teksturnya yang serupa. Terbuat dari tepung dan buah nanas, Meseukat kini termasuk kuliner tradisional Aceh yang cukup sulit ditemukan.
  2. Kue Adee Kue tradisional Khas Aceh yang hanya bisa ditemui di Aceh, khususnya Kabupaten Pidie Jaya ini merupakan kue bertekstur lembut dan legit dengan cita rasa manis. Selain nikmat menjadi teman minup kopi dan teh di sore hari, makanan tradisional Aceh ini juga bisa jadi alternatif oleh-oleh asal Aceh untuk dikasih kepada orang terdekat atau kerabat,
  3. Kue Timphan Varian kue tradisional khas Aceh selanjutnya adalah Timphan. Timphan yang memiliki tekstur kenyal dan diolah dengan cara dibungkus daun pisang muda ini meruapakan kuliner khas Aceh yang hanya ditemukan pada saat lebaran Idul Fitri ataupun Idul Adha, lho.
  4. Lepat Terbuat dari tepung ketan dengan isian dengan gula merah dan dibungkus daun pisang dan taburan kelapa parut oseng pada bagian tengahnya, Lepat adalah makanan khas Aceh yang sering ditemukan pada saat perayaan-perayaan masyarakat Gayo. Cita rasa unik dari kuliner tradisional Aceh ini tentu wajib kamu cicipi saat berkesempatan ke Aceh.
  5. Jadah Lemang Kuliner berbahan dasar beras ketan dan santan kelapa ini merupakan makanan khas Aceh singkil. Memiliki rasa gurih, Jadah Lemang yang dimasak menggunakan bambu ini sangat cocok dipadukan dengan lauk seperti rendang dan juga termasuk kuliner yang kerap disajikan saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.
  6. Kembang Loyang Kembang Loyang adalah kuliner khas asal Aceh Tamiang yang juga sering meramaikan berbagai perayaan dan hajatan masyarakat Aceh. Memiliki bentuk yang sangat khas, makanan khas Aceh berbahan dasar tepung ini memiliki rasa manis dan renyah yang membuatmu tak bisa berhenti menikmatinya.
  7. Bonromrom Dikenal juga dengan nama Kue Boh Duek Beudeh, Bohromrom merupakan salah satu kue tradisional Khas Aceh yang terbuat dari tepung ketan yang dibaluri kelapa parut. Sekilas, kue khas Aceh ini terlihat seperti Klepon, selain rasa dan penyajian yang mirip, yang membedakan kedua kuliner khas nusantara ini adalah warna Bonromrom yang tak sehijau dan sedikit kecokelatan.
  8. Kue Bhoi Hadir dengan beragam bentuk-bentuk yang menarik, Kue Bhoi adalah Makanan khas Aceh besar yang populer. Selain kerap jadi pilihan buah tangan, kue khas Aceh ini juga kerap menjadi bingkisan seserahan dalam upacara penikahan masyarakat Aceh.
  9. Meuseukat Makanan tradisional khas Aceh selanjutnya ini akan mengingatkanmu dengan dodol karena bentuk dan teksturnya yang serupa. Terbuat dari tepung dan buah nanas, Meseukat kini termasuk kuliner tradisional Aceh yang cukup sulit ditemukan.
  10. Pacri Nanas Makanan khas Aceh berbahan Nanas lainnya adalah Pacri Nanas. Dengan bumbu seperti merica, kayu manis, kapulaga, bunga lawang, cengkeh, cabai merah, dan juga bawang, Masakan khas Aceh ini tak hanya memiliki tampilan yang menarik namun juga cita rasa yang sangat unik untuk dicicipi.
  11. Kue Keukarah Dengan bentuk yang unik dan tekstur yang renyah, makanan khas Aceh satu ini cocok untuk menjadi makanan ringan pendamping segelas kopi hangat di sore hari. Kuliner khas Aceh ini juga cocok sebagai pilihan buah tangan asal Aceh untuk keluarga dan kerabat.
  12. Pisang Sale Pisang sale adalah makanan ringan khas masyarakat Aceh yang telah ada sejak zaman dahulu. Memiliki warna kecoklatan, Pisang Sale dibuat dari pisang yang dibaluri dengan gula tebu dan diasapkan. Cita rasa manis dari kuliner tradisional Aceh ini membuatnya banyak digemari.
  13. Kue bangkit khas Aceh Kue Bangkit adalah oleh-oleh kuliner khas Aceh. Disebut ‘bangkit’ karena saat matang, kue ini akan mengembang dua kali lipat dari adonan semula.Ketika dimakan, kue bangkit nan manis akan langsung lumer di mulut. Sensasi tersebutlah yang buat kue bangkit digandrungi banyak orang. Sekarang, kue bangkit ini juga ada matanya warna merah ditengah-tengah kue, sehingga terlihat menarik.

Makanan khas Aceh yang terakhir diperkenalkan oleh Juni Ahyar sebagai dosen modul adalah kue Bue grieng Aceh adalah merupakan salah satu pulau paling ujung Indonesia, disana terdapat banyak kuliner daerah yang kadang tidak kita jumpai di daerah lain walau terkadang masih senegara. Salah satunya adalah Bue Grieng.

Bue gring adalah kue yang terbuat dari nasi yang dijemur hingga kering kemudian digoreng dan dicampur dengan gula karamel lalu dimasukkan ke dalam cetakan dalam bentuk yang di sukai, ada yang petak, bulat dan berbagai bentuk lainnya. Rasa kue ini sangat enak, manis dan renyah.

Pembuatan kue ini sangat sederhana. Biasa di desa kami kue ini tidak harus membuat planing untuk membuatnya. Nasi sisa yang tidak habis kami makan tidak kami buang, kami jemur dan kami jadikan kue itu. Dinamakan bu gring karena memiliki makna yaitu, “Bu=nasi, Grieng=kering” dalam bahasa daerah Aceh.

Mahasiswa PMM-2 MN kelompok 4 Beumeuhase terlihat sangat antusias dan ceria setelah mencicipi makanan khas peunajoh Aceh, dan hasil lomba masakannya yaitu kari kambing dan kuah pliek u.

Reporter : JA | Photo : Ist | Editor : Juni Ahyar


editor

Medialiterasi.id Portal Media Informasi, Edukasi dan Peradaban Dunia. Melihat Fakta dengan Cara Berbeda Aktual dan Terdepan dalam Menyajikan Beragam Peristiwa di Seluruh Pelosok Nusantara.