Informasi Kami

Alamat : Jln. Line Pipa, Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh

We Are Available 24/ 7. Call Now.
Photo Bersama Mahasiswa PMM dengan Tokoh Majelis Adat Aceh (MAA) dan Penggiat Seumapa Lhokseumawe pada Minggu (20/11/2022)

LHOKSEUMAWE – Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 (PMM-2) Modul Nusantara melakukan kegiatan Inspirasi yaitu Seumapa Aceh berpantun sambutan Dara Baro/Linto Baro bersama tokoh Majelis Adat Aceh (MAA), Lhokseumawe pada Minggu (20/11/2022). Kegiatan tersebut dihadiri dosen Modul Nusantara PMM-2 Kelompok 4 “Beumeuhase”, Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd. dan Mentor/LO Rizky Amanda.

Dosen Modul Juni Ahyar mengatakan Seumapa yang artinya “menyapa” kegiatan inspirasi ini dilakukan di kantor Migas Center dengan menghadirkan tokoh Majelis Adat Aceh yaitu Razali Hamid dan Daud Basyah yang merupakan penggiat seumapa senior Aceh, setelah kedua ahli seumapa menunjukkan kebolehannya didepan mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Modul Nusantara kemudian Mahasiswa mengajukan pertanyaan terkait dengan budaya dan adat Aceh, setelah itu mahasiswa MN dilatih seumapa dengan cara memperagakan sepasang penganting dari kalagan mahasiswa MN itu sendiri lalu kawannya mempraktikkan seumapa yang merupakan seni masyarakat Aceh turun temurun dan sekarang sudah mulai langka disebabkan  hiruk pikuknya budaya luar masuk ke Aceh yang tidak sesuai dengan adat dan budaya dikalangan masyarakat Aceh yang sedang giat-giatnya melaksanakan Syariat Islam ini.

Dengan memperkenalkan seumapa kepada mahasiswa MN ini sama dengan mensosialisasikan seni budaya masyarakat Aceh kepada mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas yang ada di pulau Jawa, sehingga produk adat dan budaya masa lalu ini tidak terusir dari negerinya sendiri seiring dengan kemajuan zaman yang serba modern.

Adat ‘Seumapa’ kerab digunakan pada acara hantaran linto (pengantin baru pria) atau dara baro (pengantin baru wanita). Adat tersebut sangat penting untuk dilestarikan mengingat generasi muda sekarang sudah jauh dari adat dan syariat dengan maksud untuk melestarikan kembali adat istiadat di Aceh. Kata Razali Hamid

‘Seumapa” begitu indah, indahnya seni Tutur yang menyuguhkan nilai adat Aceh di samping pesan moral yang terkandung didalamnya dengan berseni Tutur (balas pantun) berupa nilai edukasi dan nasehat-nasehat yang indah untuk kedua mempelai.

Indahnya ‘Seumapa” juga, karena dalam kegiatan adat ini, membutuhkan kreativitas berbahasa dalam sapa menyapa serta membutuhkan daya nalar dan kreativitas tinggi, disini dituntut bahasa yang cepat dan kreatif, karena setiap daerah tentu punya kekhasan masing-masing dan bahasa seumapa juga harus disesuaikan dengan tempat dan kondisi suatu daerah di Aceh.

Reporter : JA | Photo : Ist | Editor : Juni Ahyar


editor

Portal Media Informasi, Edukasi dan Peradaban Dunia