Informasi Kami

Alamat : Jln. Line Pipa, Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh

We Are Available 24/ 7. Call Now.

SUMATRA UTARA –  Penemu Biofar SS Herbal  Muhammad Ja’far Hasibuan memiliki segudang prestasi, kembali mendapatkan bantuan alat penelitian dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pasalnya pria Sumatra Utara ini merupakan penemu obat-obatan herbal bahkan menjadi juara 1 di ajang Sanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) di China.

Ja’far Hasibuan juga mendapat simpati dari petinggi-petinggi negeri, seperti Presiden RI Joko Widodo yang menyambanginya beberapa waktu lalu di Medan Sumatera Utara, dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Muhammad Ja’far mengaku, dirinya sudah 4 kali mendapatkan alat penelitian dari Kapolri, bahkan kali ini dirinya mendapatkan bahan uji dan peralatan yang diberikan oleh Listyo Sigit Prabowo pada pukul 17.00 WIB di Medan Sumatera Utara, Kamis (22/09/2022)

“Adapun bantuan yang diberikan ayah (panggilan akrab Ja’far kepada Kapolri), merupakan bahan racikan herbal untuk mengobati penyakit Kulit bagian luar dan dalam bagi manusia dan hewan. Lebih dari sepuluh jenis bahan lokal tradisional asli dari Pelosok Negeri Indonesia ,” sebut ilmuwan yang sering mengadakan pengobatan gratis tersebut.

“Selain bahan, biaya penelitian ini dikirim lewat transfer oleh ayah angkat Kapolri, dan dibelanjakan langsung, bahan herbal ini nantinya untuk dibagi-bagikan secara gratis setelah diuji coba dengan alat penelitian yang dikirim pada 17 Agustus 2022 lalu, paling lama hasilnya akan selesai pada 2 minggu ke depan atau paling cepat seminggu ke depan karena yang mengerjakan saya sendiri jadi butuh proses yang bersih alami dan extra hati hati,” sambungnya.

Ia pun berencana membagikan obatan herbal kepada warga yang berada di sekitar klinik berlokasi di Jalan Seksama Ujung, Nomor 86, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan di Toko Obat Herbal Alisha Zhafra Medina Hasibuan dan Klinik Biofar SS dan di kirim ke masyarakat terpencil ke pelosok negri bagi masyarakat yang membutuhkannya.

“Rencana herbalnya mau dibagi-bagikan di depan Klinik Kita dan masyarakat siapapun yang butuh herbal, baik sakit luar maupun dalam, baik untuk manusia maupun hewan,” ungkapnya.

Ja’far Hasibuan juga mengucapkan terimakasih atas kebaikan perhatian dan dukungan Kapolri terhadap penelitiannya.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Kapolri yang begitu peduli dan sangat baik kepada saya agar saya dapat terus mengembangkan potensi saya sebagai ilmuwan kesehatan berkelas dunia yang hasilnya nanti akan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Ja’far Hasibuan tidak terlahir dari keluarga yang sederhana, namun berkat bantuan Kapolri Listyo Sigit Prabowo hidupnyapun berubah.

“Pak Kapolri Pahlawan Penyelamat bagi kehidupan saya kalau tidak ada pertolongan Allah SWT, lewat perantara bapak Kapolri mungkin saya sudah tinggal di bawah jembatan, kelaparan”, ucap Ja’far

Sekelumit kisah kehidupan Ja’far pun menjadi sosok inspiratif dikarenakan sejak sekolah dasar dirinya mengaku sudah mandiri, mencari sendiri biayai sekolahnya dan hidupnya sudah terbiasa makan sekali dalam dua hari, bahkan terkadang memperbanyak minum untuk bertahan hidup.

Lebih lanjut Ja’far menceritakan pengalaman kehidupan nya yang pahit bahkan dirinya mengaku hampir meninggal karena kelaparan.

“Tak lupa sewaktu kuliah sambil jualan roti naik sepeda di tabrak orang mabuk hancur berkeping keping dagangannya dan di curi bahkan sempat tidur di emperan toko untuk jualan roti semasa kuliah,  tidak pernah tidur senang, terkadang tidur di dalam kelas di karenakan untuk mencari biaya hidup dan kuliah”, ungkap ilmuwan sambil meneteskan air mata.

Namun, siapa sangka Ja’far mengawali semua dari nol. Ia merupakan anak yang hidup di pelosok desa di Sumatera Utara bersama 10 saudaranya, dan sebagai tulang punggung keluarganya. Atas kondisi itulah, ia berjuang dan bersaing di belahan dunia dari sejak sekolah dasar mandiri dan membiayai sekolahnya hingga jadi ilmuwan di akui dunia international.

Bahkan, usai berhasil diakui sebagai seorang ilmuwan penemu Biofar SS, cobaan pun datang menghampiri Ja’far. Ia pernah menjadi korban sadis sindikat maling.

Tak hanya itu, Ja’far pun mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan menuju Jakarta untuk bertemu dengan Kapolri memenuhi undangan Bapak Kapolri.

“Rencana mau diundang Pak Kapolri dalam waktu dekat ini, mudah-mudahan dapat bertemu secara langsung dan berterima kasih atas kebaikan beliau,” pungkasnya.

Ja’far pun berniat sebagai penerus tokoh nasional, BJ Habibie, yang telah berjasa dalam keilmuannya dibidang pesawat.

Bahkan ia sudah di undang Dr.Ing. H. Ilham Akbar Habibie, Dipl.Ing., M.B.A. adalah pakar penerbangan adalah anak pertama dari pasangan Hasri Ainun Habibie dan B. J. Habibie, Presiden Indonesia periode 1998–1999. Ilham habibie sangat berbangga atas prestasi nya yang telah di sumbangkan kepada negara ini.

“Kalau Pak BJ Habibie dalam bidang pesawat, saya ingin menjadi penerusnya sebagai ilmuwan dalam bidang kesehatan, dan momentum 17 Agustus tahun ini menambah semangat saya menjadi penerus beliau. Ini semua juga tidak terlepas dari dukungan Pak Kapolri selaku anak angkatnya, Pak Presiden, dan semua yang mendukung saya,” tandasnya.

Pers Rilis | Photo : Ist | Editor : Endang


editor

Portal Media Informasi, Edukasi dan Peradaban Dunia