Informasi Kami

Alamat : Jln. Line Pipa, Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh

We Are Available 24/ 7. Call Now.

INDONESIA – Anies Baswedan dikabarkan akan menjadi salah satu kandidat bakal calon yang akan bertarung pada pemilihan Presiden periode 2024 – 2029 mendatang. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Arus Survey Indonesia pada tanggal  2 Sampai dengan 10 Juli tahun 2021 lalu dengan melibatkan 130 pakar dengan menilai 9 aspek indikator.

  1. visi & intelektualitas
  2. track record/rekam jejak
  3. karakter & integritas
  4. skill komunikasi
  5. kemampuan mengambil keputusan tepat
  6. skill mengelola birokrasi
  7. skill mengelola krisis
  8. kemampuan memenuhi janji
  9. kemampuan kerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

Gubernur aktif Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekarang, dilahirkan di Kuningan, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 7 Mei 1969 silam ini memiliki nama lengkap Anies Rasyid Baswedan mendapatkan nilai teratas rata – rata.

Anies Baswedan merupakan anak pertama dan memiliki saudara yang bernama Abdillah Rasyid Baswedan dan Ridwan Rasyid Baswedan. Anies Baswedan dan kedua saudaranya juga terlahir dari pasangan Drs. Rasyid Baswedan, S.U. dan Prof. Dr. Aliyah Rasyid, M.Pd.

Terlahir di keluarga Akademisi, sang Ayah yang berpropesi sebagai Dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Islam Indonesia. Sedangkan sang Ibu juga sebagai pendidik yang merupakan Guru besar dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Negeri Yogyakarta.

Anies Baswedan merupakan cucu dari Abdurrachman Baswedan (AR Baswedan) yang merupakan salah seorang pejuang pergerakan nasional dan pernah menjabat Menteri Penerangan pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Semenjak masa kecil, Anies sudah akrab dengan dunia organisasi dan kepemimpinan. Pada usia 12 tahun, bahkan sudah membentuk kelompok anak – anak muda antara umur 7 hingga 15 tahun di kampungnya yang dinamakan “Kelabang” (Klub Anak Berkembang), kelompok ini sering mengadakan berbagai kegiatan olah raga dan kesenian.

Di usia 5 tahun Anies mulai mengenyam pendidikan formal di Taman Kanak – Kanal (TK) Masjid Syuhada di Kota Baru, Yogyakarta. Menjelang usia 6 tahun kemudian melanjutkan Sekolah Dasar (SD) Labiratori Yogyakarta, kemudian menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Yogyakarta, dan kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Yogyakarta.

Selain pernah menjadi ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) se- Indonesia ketika dirinya mengikuti pelatihan kepemimpinan di Jakarta pada semptember 1985 silam. Anies juga pernah menjadi ketua dari 300 delegasi SMA se-Indonesia, meskipun saat itu dirinya bari siswa kelas 1 SMA. Pendidikan SMA yang ditempuh pun menghabiskan waktu 4 tahun (1985 – 1989) lantaran dirinya terpilih sebagai peserta dalam program AFS merupakan program pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh Bina Antarbudya, selama 1 tahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat selama 1 tahun (1987 – 1988).

Setelah menamatkan SMA, Anies melanjutkan jenjang pendidikan di Universitas Gajah Mada (UGM) pada tahun 1989 – 1995. Selain aktif di Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI) dirinya juga menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa bahkan ia juga mendapatkan beasiswa Japan Airlines Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas bidang Asia Studies di Universitas Sophia di Tokyo, Jepang.

Tidak sampai disitu, setelah mengakiri kuliah di UGM tahun 1995, bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi di UGM. Disaat itu juga Anies mendapatkan beasiswa Fulbright untuk pendidikan Master Bidang International Security and Economic Policy di Universitas Maryland, College Park dan dianugerahi William P. Cole lll Fellow di Maryland School of Public Policy, ICF Scholarship dan ASEAN Student Award.

Di tahun 2005, Anies menjadi peserta Gerald Maryanov Fellow di Departemen Ilmu Politik di Universitas Northern Illinois sehingga dapat menyelesaikan disertasinya tentang “Otonomi Daerah dan Pola Demokrasi di Indonesia”.

Ketika berada di Amerika Serikat, Anies aktif di dunia akademik dengan menulis sejumlah artikel dan menjadi pembicara dalam berbagai konferensi. Ia banyak menulis artikel mengenai desentralisasi, demokrasi, dan politik Islam di Indonesia.

Salah satu Artikel jurnalnya yang berjudul “Political Islam: Present and Future Trajectory” dimuat di Asian Survey, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Universitas California.

Begitu juga dengan artikel yang diberi judul Indonesian Politics in 2007: The Presidency, Local Elections and The Future of Democracy diterbitkan oleh BIES, Australian National University.

Sekembali ke Indonesia, Anies bekerja sebagai National Advisor bidang desentralisasi dan otonomi daerah di Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan, Jakarta (2006-2007). Selain itu pernah juga menjadi peneliti utama di Lembaga Survei Indonesia (2005-2007).

Dalam perjalanan kehidupan Anis, dirinya juga pernah menjadi Rektor Universitas Paramadina yang dilantik
Pada 15 Mei 2007. Anies menjadi rektor menggantikan posisi yang dulu ditempati oleh cendekiawan dan intelektual Muslim, Nurcholish Madjid. Saat itu Anies baru berusia 38 tahun dan menjadi rektor termuda di Indonesia.

Bahkan menurut majalah Foreign Policy memasukan Anies dalam daftar 100 Intelektual Publik Dunia. Pada 2008, Ia merintis Program Beasiswa di Universitas Paramadina bernama Paramadina Fellowship.

Anies Baswedan merupakan sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk pada daftar majalah Foreign Policy yang rilis pada April 2008.

Nama Anies juga berada pada jajaran nama-nama tokoh dunia antara lain tokoh perdamaian Noam Chomsky. Para penerima penghargaan Nobel, seperti Shirin Ebadi, Al Gore, Muhammad Yunus, dan Amartya Sen, serta Vaclav Havel.

Sementara, World Economic Forum, berpusat di Davos, memilih Anies sebagai salah satu Young Global Leaders (Februari 2009). Majalah bulanan Foresight berbahasa Jepang itu menilai bahwa Anies adalah tokoh yang merupakan salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang.

Melirik Pada Pemilu 2009 yang lalu, Anies menjadi moderator dalam acara debat calon presiden 2009. Pada akhir 2009, Anies dipilih oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi anggota Tim-8. Dimana tim tersebut menangani kasus sangkaan pidana terhadap pimpinan KPK yaitu Bibit dan Chandra. Anies, yang bukan berlatar belakang hukum, dipilih menjadi Juru Bicara Tim-8.

Kemudian, pada April 2010, Anies Baswedan terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang versi majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April (2010).

Dalam edisi khusus yang berjudul “20 Orang 20 Tahun”, Majalah Foresight menampilkan 20 tokoh yang diperkirakan skan menjadi perhatian dunia. Mereka akan berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Dalam biografi Anies Baswedan, Namanya disematkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National CongressIndia Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House of Representative AS, Paul Ryan.

Penyampaiannya yang sistematis, tenang dan obyektif dianggap turut membantu menjernihkan suasana dalam suhu politik yang agak memanas pada masa itu.

Anies adalah seorang muslim moderat yang sampai saat ini tetap konsisten pada pendiriannya untuk tidak memihak pada kekuatan (politik) tertentu.

Memasuki tahun 2013, Anie Baswedan resmi terjun ke dunia politik setelah lama bergelut di dunia pendidikan dan sosial. Ia kemudian menjadi peserta konvensi capres dari partai demokrat.

Namun tahun 2014, Anies kemudian resmi bergabung dalam tim pemenangan Capres Jokowi – Jusuf Kalla dimana posisinya ketika itu sebagai Juru Bicara dari pasangan Capres dan Cawapres Jokowi -JK.

Menteri Pendidikan Republik Indonesia
Kemudian setelah Jokowi – Jusuf Kalla ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia tahun 2014, Jokowi kemudian menunjuk Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketika memimpin kementrian pendidikan, Anies Baswedan kemudian merombak organisasi di lingkup kementrian pendidikan seperti Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dipisahkan. Dan digabung dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Selain itu ia juga melakukan Pembenahan pada seleksi terbuka kemendikbud kemudian melakukan distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP). Membuat program sekolah aman serta mengimbau para orang tua mengantar anaknya sekolah pada tahun ajaran baru.

Anies juga menerapkan kurikulum pendidikan terbaru serta menyebarkan guru berkualitas di agar merata di semua wilayah serta melakukan hingga reformasi ujian nasional.

Banyak prestasi yang dibuat oleh Anies Baswedan ketika menjabat sebagai Menteri Pendidikan di era pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla. Anies Baswedan menjabat sebagai menteri pendidikan dari tahun 2014 hingga pertengahan tahun 2016. Setelah itu ia kemudian digantikan oleh Muhadjir Effendy.

Gubernur DKI Jakarta
Setelah tidak menjabat sebagai menteri pendidikan, Anies Baswedan kemudian diusung oleh partai Gerindra untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Sandiaga Uno sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta.

Ia kemudian terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 bersama dengan Sandiaga Uno sebagai Wakilnya dengan mengalahkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok serta Djarot Saiful Hidayat dalam pilkada DKI Jakarta yang digelar dalam dua putaran.

Mengenai keluarga, Anies Baswedan menikah dengan Fery Farhati Ganis, S.Psi., M.Sc. dan dikaruniai empat anak: Mutiara Annisa (sulung), Mikail Azizi (kedua), Kaisar Hakam (ketiga), dan Ismail Hakim (bungsu). Kediaman Anis Baswedan bertempat tinggal di daerah Lebak Bulus di Jakarta.

Penghargaan Anies Baswedan
The Golden Awards Rakyat Merdeka
Anugerah Integritas Nasional
Dompet Dhuafa Award 2013
Anugerah Hari Sastra Indonesia
Gerald Maryanov Award
100 Intelektual Publik Dunia
Young Global Leaders
20 Tokoh Pembawa Perubahan Dunia
PASIAD Education Award
Nakasone Yasuhiro Award
500 Muslim Berpengaruh di Dunia.

Sumber : Biografiku.com | Photo : IG Aniesbaswedanid

Share:

editor

Media Informasi, Edukasi dan Peradaban Dunia