Informasi Kami

Alamat : Jln. Line Pipa, Desa Blang Adoe, Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Aceh

We Are Available 24/ 7. Call Now.
Photo Dokumentasi milik pribadi dalam rangka belajar Budidaya Jernang di kebun Milik M Nur di Krueng Tuan, Kabupaten Aceh Utara

ACEH – Jernang merupakan tumbuhan yang merambat layaknya sepeti rotan dan berduri tajam yang tumbuh di belantara hutan Aceh menjadi Incaran di China untuk dijadikan bahan baku obat – obatan.

Meski tergolong sukar dan membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan Jernang di hutan Aceh, namun tanaman tersebut sudah di budidayakan oleh masyarakat Aceh.

Dilansir dari JPNN, Jernang dari Provinsi Aceh menjadi bahan baku obat herbal yang menjadi incaran di China.

“Bahan bakunya hanya bisa didapat dari Aceh,” kata CEO Chawun Group, Lin Ming, kepada ANTARA di Fuzhou, China, Jumat (14/01/2022).

Menurut Lin Ming, CEO Chawun Group mengatakan kepada media, mereka membutuhkan kulit Jernang saja untuk di olah menjadi obat. Itulah kenapa hasil produksinya sangat sedikit. Belum lagi buah jernang di Aceh tergolong langka,” ujarnya.

Kantor Chawu Group yang pusat di Fuzhou, Ibu Kota Provinsi Fujian, merupakan satu-satunya perusahaan di China yang memproduksi obat-obatan tradisional berbahan baku Jernang.

Perusahaan tersebut juga mendirikan perwakilan di Indonesia dengan nama PT Chasun Indonesia Holding Group, yang bergerak di bidang perdagangan dan perikanan.

“Kalau soal jernang, kami mempelajarinya dari nenek moyang,” ujar Lin.

Dari situlah Lin mengetahui bahwa jernang adanya di Aceh. Dalam satu tahun, dia bisa mengimpor puluhan kontainer jernang dari Aceh, Pungkasnya.

Menurut Tgk Fajar (52) Pemilik Aceh Dragon Blood selaku Pelaku usaha jual beli Jernang di Bireun ini mengatakan, saat ini Jernang sangat minim dikarenakan tumbuhan tersebut belum musim berbuah. Selain itu Jernang hanya berbuah diketinggian 200 meter dari permukaan laut. Paparnya.

“Jernang tidak bisa di tanam di semua tempat, tumbuhan ini baru bisa berbuah di ketinggian 200 meter dari permukaan laut”, Jelasnya.

Biasanya Fajar membeli jernang dari pengumpul dengan harga 250.000/Kg kemudian di tumbuk menjadi tepung. Berdasarkan pengalamannya Dalam 10 Kg Jernang mengasikkan 7 Ons tepung , kemudian dipasarkan kembali dengan harga 1.700.000 / Kg.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dirinya juga sudah melakukan Budidaya Jernang begitu juga dengan masyarakat lainnya seperti di daerah Aceh Utara, Ronga – Ronga Aceh Tengah dan di Tangse, sementara sebagian masyarakat melakukan budidaya dengan modalnya sendiri bahkan ada yang diberikan oleh anggota dewan dari Dana Aspirasi. Pungkasnya.

Reporter : (Ek) | Photo : Dok. Endang | Editor : Endang


editor

Medialiterasi.id Portal Media Informasi, Edukasi dan Peradaban Dunia. Melihat Fakta dengan Cara Berbeda Aktual dan Terdepan dalam Menyajikan Beragam Peristiwa di Seluruh Pelosok Nusantara.